Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ibu menyusui. Foto ilustrasi: IST

Ibu menyusui. Foto ilustrasi: IST

Perhatikan Kondisi Mental Saat Dua Tahun Pertama Jadi Ibu

Rabu, 8 Juli 2020 | 05:03 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Ketika berbicara 1000 hari pertama pada bayi maka memang kita tidak bisa fokus kepada si bayinya saja, karena bayi 0-2 tahun itu sangat bergantung dengan ibu. Karena ibu adalah figur utama yang menjadi sumber kebergantungan bayi pada periode awal pertumbuhan dan perkembangannya.

Ibu dan bayinya adalah satu paket. Maka memperhatikan kondisi mental ibu menjadi penting seiring kondisi asupan mental pada bayi usia 0-2 tahun.

Psikolog, Penulis dan Konten Kreator Dinuriza Lauzi Mpsi mengatakan pada periode awal bayi khususnya usia 0-5 bulan, ibu adalah penyedia asupan gizi utama bagi bayi melalui asi eksklusif sebelum adanya MPASI. Ibu yang memiliki kondisi psikologis yang bahagia dan positif akan mudah memberikan asupan mental yang positif terhadap bayinya.

“Bayi akan merasakan kasih sayang ibu, penerimaan juga kedekatan emosional yang terbangun melalui aliran ASI,” ungkapnya dalam keterangan pers diterima Selasa (7/7).

Untuk mendapatkan kondisi psikologis ibu yang positif, Dinuriza mengatakan harus dirunut ke belakang sejak masa kehamilan. Karena proses psikologis seorang ibu terhadap bayinya sudah dimulai sejak ibu pertama kali melihat hasil tes pack. Perasaan bahagia ibu yang melihat 2 strip hasil tes pack, kemudian disusul dengan perjalanan kondisi kehamilan mulai dari trimester pertama hingga trimester akhir akan menjadi dasar bagaimana kondisi psikologis ibu saat melahirkan bayinya. Tiap trimester kehamilan pun ibu akan mengalami perasaan yang berbeda-beda.

“Bisa saja kondisi psikologis yang dialami ibu di trimester pertama akan menetap atau muncul kembali di trimester akhir. Karena kondisi psikologis tidak bisa runtut prosesnya seperti tahapan trimester kehamilan,” paparnya.

Menurut Dinurisa, perasaan yang berkecamuk antara bahagia, cemas, khawatir, takut, senang dan sebagainya akan dirasakan ibu selama proses hamil dan diawal kelahiran bayinya. Hal ini khususnya bila ibu baru pertama kali punya pengalaman memiliki anak.

“Sehingga kalau kita ikuti kondisi psikologi si ibu hingga hari kelahiran disitulah 1000 hari pertama kehidupan si bayi dilihat. Disitu akan dilihat bagaimana pola pengasuhan, pola pendidikan kepada si bayi tersebut,” jelasnya.

Dinuriza menambahkan asupan mental pada bayi 0-2 tahun pun tak kalah penting, karena saat berbicara tentang manusia dimana manusia memiliki konsep-konsep yang sangat dinamis dan kompherensif yang tidak hanya terdapat aspek fisik saja tapi juga ada aspek mental psikologis yang masuk ke perkembangan seorang anak atau seorang individu. 1000 hari pertama pada kehidupan anak dimulai sejak usia 0-2 tahun adalah masa-masa menanamkan pondasi dasar pembentukan karakter.

Pada fase inilah bayi belajar untuk menguasai aspek-aspek fundamental perilaku yang akan berlanjut ke fase selanjutnya dalam tumbuh kembang anak tersebut.

“Di sini bayi mulai belajar untuk adaptasi, pengendalian juga disiplin. Tiga aspek dasar yang secara signifikan memberikan pondasi pembentukan kepribadian anak di masa yang akan datang di fase perkembangan selanjutnya,” tutupnya.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN