Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc., Guru Besar Fakultas MIPA dan Pakar Biomolekuler Universitas Brawijaya, Malang,

Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc., Guru Besar Fakultas MIPA dan Pakar Biomolekuler Universitas Brawijaya, Malang,

Perkuat Imunitas Tubuh dengan Jamur

Indah Handayani, Rabu, 1 Juli 2020 | 14:59 WIB

JAKARTA, Investor.id – Jamur Cordyceps Militaris dikenal dan sudah digunakan oleh masyarakat Tiongkok sebagai salah satu obat anti peradangan. Kini, jamur itu juga bermanfaat untuk meningkatkan imunitas tubuh yang merupakan modal penting dalam kembali menjalani aktvitas saat kenormalan baru (new normal).

Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc., Guru Besar Fakultas MIPA dan Pakar Biomolekuler Universitas Brawijaya, Malang, menjelaskan, berdasarkan kajian yang dilakukannya, Jamur Cordyceps militaris merupakan salah satu bahan natural terbaik untuk memperkuat imunitas tubuh karena mengandung cordycepin, adenosine, dan polisakarida. Ketiganya memiliki manfaat sebagai anti virus, anti inflamasi atau peradangan, berpotensi kurangi gejala sesak atau gangguan pernapasan, antioksidan, dan imunoregulator atau meningkatkan daya tahan tubuh.

Tidak hanya itu, lanjut dia, ketiga kandungan tersebut menjadi paket komplit yang membuat jamur Cordyceps militaris berpotensi sebagai antivirus. Hal itu berdasarkan prediksi melalui analisis bioinformatik bahwa Adenosin dan Cordycepin berpotensi sebagai antivirus. “Ditambah lagi, struktur Adenosin dan Cordycepin mirip dengan bat antivirus Galidesivir, antivirus yang disinyalir cocok untuk corona virus dan sudah melalui uji klinis fase 1,” ungkap Prof Widodo disela webinar Health & Happiness (H2), Rabu (1/7/2020).

Prof Widodo menyatakan, suplemen dengan bahan alami seperti jamur Cordyceps Militaris relatif aman dalam penggunaan jangka panjang. Hal ini berbeda dengan bahan alami lainnya yang cenderung memiliki batas waktu aman penggunaan. Contohnya saja bahan alami Echinachea yang juga biasa dimanfaatkan untuk menunjang imunitas tubuh. Bahan ini disarankan pengunaan tidak lebih dari delapan minggu. “Hal serupa juga pada vitamin C. Memang aman untuk jangka panjang. Namun, perlu hat-hati pada pasien yang menderita maag atau lambung dan ginjal,” paparnya.

Sementara itu, Dr. Moh. Adib Khumaidi, SpOT, ketua Persatuan Dokter Emergensi Indonesia (PDEI), mengatakan Di era new normal ini, masih banyak masyarakat yang belum menyadari bahwa ancaman tertular virus Covid-19 masih ada. Hal itu disebabkan karena mereka abai untuk menerapkan protokol kesehatan. Selain itu, kesadaran untuk memperkuat diri dengan meningkatkan daya tahan tubuh juga masih rendah. “Kita harus memastikan daya tahan tubuh kita kuat sebelum kita keluar rumah, dengan cara konsumsi makanan bergizi, rutin berolahraga, istirahat yang cukup dan jika diperlukan konsumsi suplemen penunjang daya tahan tubuh,” ujar dia.

Sementara itu, dr. Helmin Agustina Silalahi, medical manager Kalbe Consumer Health PT Kalbe Farma Tbk, mengatakan, pihaknya berkomitmen mendukung upaya pemerintah menanggulangi Covid-19 di era new normal, melalui inovasi obat herbal untuk membantu memperkuat daya tahan tubuh. Melalui produk H2 Cordyceps militaris pihaknya melakukan inovasi untuk perkembangbiakan jamur yaitu melalui metode kultur jaringan. Dengan metode ini, jamur dapat lebih cepat dipanen atau hanya dua bulan, sedangkan jamur liar bisa mencapai 12 bulan atau lebih. Namun, stabilitas kandungan bahan aktif dan hieginitas produk tetap terjamin serta bebas kontaminasi.

Dr Helmin menambahkan, saat ini pihaknya sudah melakukan kerja sama dengan berbagai pihak untuk terus melengkapi data efikasi dan keamanan produknya tersebut. Selain bukti-bukti empiris dan penelitian yang sudah dilakukan terhadap jamur Cordyceps di luar negeri, pihaknya juga sudah melakukan uji preklinik dan keamanan produk dengan universitas di Surabaya dan analisis Bioinformatika dengan Prof. Widodo dari Universitas Brawijaya. “Tidak berhenti disitu, saat ini sedang dilakukan uji klinik untuk lebih melengkapi data ilmiahnya. Data efikasi dan keamanan produk H2 Cordyceps militaris ini akan terus kami lengkapi,” tutupnya. (iin)

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN