Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Para lanjut usia tetap sehat dan bahagia. Foto ilustrasi: IST

Para lanjut usia tetap sehat dan bahagia. Foto ilustrasi: IST

Persiapkan Masa Tua dengan Fisik Sehat Sejak Muda

Minggu, 29 November 2020 | 11:46 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Menua dengan kondisi fisik sehat tidak bisa didapatkan secara instan, melainkan perlu persiapan sejak masih muda. Untuk itu, ada beberapa hal yang bisa dilakukan sejak muda agar menua dengan sehat. Apa sajakah itu?

Ketua Program Studi Pascasarjana Ilmu Gizi Institut Pertanian Bogor (IPB) University Dr Rimbawan menjelaskan, menua menunjukan efek waktu, merupakan proses yang terus menerus berlangsung seperti halnya perkembangan atau pertumbuhan. Menua merupakan proses normal yang berlangsung sejak maturitas dan menjadi nyata sesudah usia 40 tahun.

Penuaan lebih dipengaruhi faktor genetik, gaya hidup, lingkungan, dan berbagai penyakiit dari penambahan umurnya sendiri. Menua adalah proses yang mengubah orang dewasa sehat menjadi orang yang ‘frail’ atau ‘lemah’ karena berkurangnya cadangan fisiologis serta meningkatnya kerentanan terhadap penyakit.

Menurut dr Rimbawan, laju perubahan tidak sama, bisa cepat dan dramatis, bisa juga perubahannya lambat atau tidak bermakna. Proses menua umumnya tidak merusak bahkan bisa meerupakan perubahan yang diharapkan. Misalnya siap bijaksana, yang seharusnya meningkat seiring usia.

Namun, satu hal yang setiap orang inginkan di hari tuanya, yaitu tetap sehat sehingga bisa tetap aktif,mandiri, produktif, berumur panjang dan tidak menjadi beban orang lain.

“Untuk itu, mulailah kebiasaan baik dari usia muda agar bisa menua dengan sehat,” ungkap Rimbawan di sela zoom meeting media briefing e- Wellness Tour 2020 tentang Healthy Aging Survey 2020, Rabu (25/11).

Sayangnya, kesadaran untuk mempersiapkan masa menua dengan sehat sejak muda masih sangat rendah. Hal itu terungkap dalam hasil survei ‘Herbalife Nutrition Asia Pacific Healthy Aging Survey 2020’ yang menyebutkan kurang dari tiga dari 10 konsumen di Asia Pasifik yang memiliki kepercayaan diri untuk dapat menua dengan sehat. Tidak heran apabila penuaan merupakan kekhawatiran utama bagi sebagian besar masyarakat di kawasan tersebut.

Senior Director & General Manager Herbalife Nutrition Indonesia Andam Dewi mengatakan, meski penuaan menjadi kehawatiran utama tersebut tidak diikuti dengan persiapan diri sejak usia muda.

Masih berdasarkan survei tersebut, responden baru merasa khawatir akan masalah kesehatan terbanyak atau 26% pada usia 40-49 tahun, kemudian pada 50-59 tahun sebanyak 22%. Padahal, penuaan sudah dimulai pada usia 40 tahun.

Alasan utama bahwa penuaan bukanlah hal yang dikhawatirkan karena 55% responden merasa tidak ada yang bisa dilakukan untuk mencegahnya. Dalam survey tersebut juga terungkap bahwa responden baru akan mempersiapkan penuaan dengan sehat terbanyak baru akan dilakukan pada usia 30-39 tahun sebanyak 33% dan pada usia 40-49 tahun sebanyak 29%.

“Alasan terbanyak responden atau sebanyak 55% adalah menunda untuk memikirkan penuaan yang sehat adalah masih muda dan banyak waktu,” paparnya.

Lakukan Sejak Muda

Dr Rimbawan mengatakan, hal yang bisa dilakukan pada usia muda dalam mempersiapkan menua dengan sehat adalah mempertahankan kesehatan tulang dengan bertambahnya usia. Tulang yang kuat dan sehat dibangun selama masa remaja dan dewasa muda. Kemampuan tubuh untuk menyimpan kalsium dalam tulang mencapai puncaknya pada usia 30 tahun.

Ini adalah masa kritis dimana seseorang dapat memaksimalkan kepadatan tulang. Dapatkan banyak kalsium dalam makanan atau sekitar 1.000 mg per hari dan lakukan latihan menahan beban secara teratur.

Keduanya penting untuk membangun massa tulang, dan itu adalah dua hal terbaik yang dapat dilakukan saat lebih muda untuk memastikan kesehatan tulang seriring bertambahnya usia.

“Lanjutkan aktivitas menahan beban dapat membantu menjaga kekuatan tulang. Mengonsumsi kalsium yang cukup setiap hari, kebutuhan meningkat menjadi sekitar 1.200 mg per hari setelah usia 50 tahun dapat membantu mengurangi jumlah yang perlu ditarik dari penyimpanan dari tulang untuk memenuhi kebutuhan,” jelas dr Rimbawan.

Lebih lanjut, dr Rimbawan menjelaskan, mempertahankan massa otot dan berat badan normal dengan bertambahnya waktu tidak kalah pentingnya agar menua dengan sehat. Membangun massa otot bisa diakukan pada usia berapapun. Jika menetapkan kebiasaan yang benar di usia muda yang mencakup konsumsi protein yang cukup dan melakukan latihan ketahanan, akan cenderung melanjutkan kebiasaan tersebut sepanjang hidup. Hal itu karena sebagian besar massa tubuh tanpa lemak menentukan tingkat metaboisme basal.

“Membagun massa otot adalah salah satu pertahanan terbaik yang dimiliki untuk melawan obesitas, pertahankan massa lemak dan berat tubuh agar tetap normal seiring bertambahnya usia,” jelasnya.

Dr Rimbawan menambahkan, tidak kalah penting adalah pertahankan kesehatan kulit dengan bertambahnya usia. Makanan yang dimasukkan ke dalam tubuh dan cara merawat kulit saat masih muda dapat mempengaruhi penampilan kulit seiring bertambahnya usia. Kulit bergantung pada protein untuk membuat struktur pendukungnya dan banyak cairan untuk membantu mencegah kekeringan. Kerusakan kulit yang terjadi pada saat masih muda mungkin baru muncul beberpa dekade kemudian.

Jadi, pertahanan terbaik adalah membiasakan diri merawat kulit dengan baik dari muda. Untuk itu, dr Rimbawan menegaskan, menambahkan gizi dan gaya hidup mempunyai dampak yang bermakna dalam meningkatkan angka harapan hidup sehat. Jadi mulailah kebiasaan baik dari usia muda untuk penuaan yang sehat. Caranya adalah makan sesuai kebutuhan, sehat rohani, hindari rokok dan stres, istirahat yang cukup, jaga fisik dan pikiran tetap aktif dan bersosialisasi mempunyai dampak positif terhadap umur panjang.

Untuk itu, setidaknya ada tujuh langkah menua dengan sehat, yaitu olahraga rutin, asupan gizi yang cukup, istirahat dan tidur cukup, pemeriksaan kesehatan rutin deteksi dan terapi dini penyakit.

“Selanjutnya adalah hindari perilaku merugikan seperti merokok, kafein, dan makanan tidak sehat. Perkuat spiritual, baik kesehatan mental dan emosional, serta perkuat psikososial atau kesehatan sosial,” tuturnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN