Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Hari anak-anak perempuan internasional. Foto: metronews.com

Hari anak-anak perempuan internasional. Foto: metronews.com

50 TAHUN BERKARYA,

Plan International Indonesia Wujudkan Kesetaraan Hak Anak Perempuan

Indah Handayani, Sabtu, 21 September 2019 | 00:11 WIB

JAKARTA, investor.id  - Plan International Indonesia (Plan Indonesia) telah berkarya selama 50 tahun memperjuangkan hak-hak anak. Bermula di Yogyakarta pada 1969, kini Plan Indonesia bekerja di 7 provinsi. Saat ini sedikitnya ada 36.000 anak dampingan Plan Indonesia, khususnya anak perempuan di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dini Widiastuti, Direktur Eksekutif Plan International Indonesia mengatakan, sebagai organisasi hak anak, pihaknya akan terus berjuang untuk mendukung kesetaraan hak anak perempuan. “Karena kami ingin anak-anak perempuan dapat menikmati kesempatan yang setara untuk pendidikan, pekerjaan, dan hal lainnya. Sehingga mereka dapat lebih berdaya,” ungkap Dini di Jakarta, Jumat (20/9).

Dini menjelaskan pada 2017 Plan International Indonesia bertransformasi menjadi Yayasan Plan International Indonesia. Perubahan ini bertujuan untuk menjangkau lebih banyak anak dan anak perempuan di Indonesia. Selain itu, perubahan ini juga bertujuan untuk kemitraan jangka panjang dan penggalangan sumber daya yang lebih luas untuk dampak pembangunan yang berkelanjutan.

Sebagai puncak acara perayaan 50 tahun, Plan International Indonesia menggelar malam apresiasi pada Jumat (20/9) yang mengangkat tema ‘Journey for Equality’. Yayasan Plan International Indonesia memberikan ‘Kanaga Award’, yaitu apresiasi kepada individu maupun institusi yang telah mendukung kerja Plan International Indonesia dalam usaha untuk mewujudkan kesetaraan hak anak, terutama anak perempuan.

Penghargaan ini diberikan kepada Keluarga Sri Sultan Hamengkubuwono X, Bupati Rembang Abdul Hafidz, Direktorat Jendral Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementrian Dalam Negeri Zudan Arif Fakrullah, Atlet Bulu Tangkis Jonatan Christie, PT BTPN dan Pejuang Hak Anak di Sumba Timur, Selia Narwasti Nangi.

Pada malam apresiasi ini, Plan Indonesia turut menggandeng sejumlah anak dampingannya maupun organisasi anak yang menjadi mitra kerja untuk terlibat dalam acara. Diantaranya, Galatia Patrisius (anak dampingan Plan Indonesia di NTT), dan anak-anak dari Glowing Star, organiasi anak disabilitas. Selain itu,

Seniman cilik Jaimee Maulana yang berusia 12 tahun turut ambil bagian dalam perhelatan ini. Bersama anak-anak dan kaum muda berbakat dampingan Yayasan Plan International Indonesia, Jaimee membuat karya kolaborasi. Desain kolaborasi tersebut mengangkat tema kesetaraan anak-anak perempuan dan diimplementasikan dalam bentuk totebag dan scarf untuk tujuan penggalangan dana publik.

“Aku senang bisa sama-sama membuat gambar dan hasilnya digunakan untuk membantu anak-anak juga,” jelas Jaimee.

Untuk menjalankan visi yang mengedepankan hak dan kesetaraan bagi anak perempuan, Yayasan Plan International Indonesia menggerakkan Girls Fund, sebuah inisiatif pendanaan publik untuk kepentingan anak perempuan yang terpinggirkan. Girls Fund memiliki 3 (tiga) fokus area dalam pendanaan, yaitu: beasiswa (Girls School), dukungan pendanaan untuk kelompok organisasi kaum muda untuk pemberdayaan perempuan (Girls Initiatives), dan dukungan pembangunan infrastruktur untuk anak-anak terpinggirkan, khususnya perempuan (Safe Space for Girls). 

Lebih lanjut Dini menjelaskan pekerjaanya masih belum selesai dan masih banyak pekerjaan rumah yang menjadi tanggung jawab bersama. Diantaranya permasalahan perkawinan usia anak, dan juga tinginya persentase penganggur usia muda. Untuk itu, dukungan kemitraan dari berbagai pihak menjadi hal mutlak.

“Kami tidak dapat bekerja sendiri, tapi memerlukan kemitraan untuk dapat bersama-sama memenuhi ambisi-ambisi pembangunan dan memenangkan bonus demografi,” tutup Dini.  

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA