Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ribuan orang berkerumun di luar istana kepresidenan Casa Rosada saat jenazah mendiang legenda sepak bola Argentina, Diego Armando Maradona dibawa untuk dimakamkan di Jardin Bella Vista di Buenos Aires, Argentina, Kamis (26/11/2020) waktu setempat.

Ribuan orang berkerumun di luar istana kepresidenan Casa Rosada saat jenazah mendiang legenda sepak bola Argentina, Diego Armando Maradona dibawa untuk dimakamkan di Jardin Bella Vista di Buenos Aires, Argentina, Kamis (26/11/2020) waktu setempat.

Puluhan Ribu Orang Antar Maradona ke Peristirahatan Terakhir

Minggu, 29 November 2020 | 05:17 WIB
F Rio Winto

Buenos Aires, investor.id - Puluhan ribu orang turut mengantarkan legenda sepak bola dunia, Diego Armando Maradona ke peristirahatan terakhirnya di Pemakaman Bella Vista, di luar Buenos Aires, Argentina, Jumat (27/11) pagi.

Pihak keluarga dan teman-teman dekat Maradona sebelumnya melakukan upacara pemakaman. Bintang Piala Dunia 1986 berjuluk ‘Gol Tangan Tuhan’ itu meninggal pada usia 60 tahun akibat serangan jantung.

Puluhan ribu orang juga sempat mengucapkan perpisahan terakhir kepada Maradona. Masyarakat yang sangat antusias telah antre sejak dini hari di Istana Presiden Argentina untuk melihat peti mati Maradona yang dihiasi bendera Argentina dan seragam bernomor punggung 10.

Namun, suasana perpisahan yang damai di pemakaman bertolak belakang dengan reaksi massa di sejumlah tempat saat jenazah Maradona diberangkatkan dari Buenos Aires. Polisi antihuru-hara melepaskan gas air mata dan peluru karet saat mereka bentrok dengan masyarakat.

Pemerintah Argentina menetapkan hari bewrkabung nasional atas meninggalnya Maradona. Sumber: BSTV
Pemerintah Argentina menetapkan hari bewrkabung nasional atas meninggalnya Maradona. Sumber: BSTV

Situasi itu mencoreng suasana berduka untuk sang pahlawan. Jenazah Maradona sebelumnya dibawa ke Istana Presiden di Buenos Aires. Puluhan ribu warga sempat memberikan penghormatan terakhir kepada salah satu pemain sepak bola terbaik dunia yang membantu mengantarkan Timnas Argentina menjuarai Piala Dunia 1986. Para penggemar yang antre rupanya menjadi tidak sabar dan memaksa masuk.

Petugas keamanan kemudian harus memindahkan peti mati Maradona ke ruangan lain karena alasan keamanan. Meski sudah terdapat pengumuman resmi bahwa jenazah Maradona akan disimpan beberapa jam lebih lama di tempat itu, pejabat yang berwenang kemudian mengunci pintu-pintu, dan polisi antihuru-hara bentrok dengan para penggemar yang melempari batu ke arah polisi dari jalan-jalan di sekitar istana. Polisi kemudian harus menahan beberapa orang.

Kemudian, peti mati Maradona yang telah dibungkus bendera dibawa ke gerbang istana dan menuju jalan-jalan di Buenos Aires, sebelum dibawa ke tempat pemakaman.

Maradona. Sumber: wikipedia
Maradona. Sumber: wikipedia

“Menurut saya, Diego abadi. Menurut saya, dia tidak akan pernah mati dalam diri kami. Saya merasa sangat sedih untuk orang yang telah membuat kami sangat bersuka cita,” kata pengemudi bus Antonio Avila di luar pemakaman, seperti disampaikan kepada AFP.

Legenda sepak bola Argentina yang telah membawa negaranya menjadi juara Piala Dunia melawan Inggris pada 1986 itu meninggal pada usia 60 tahun karena henti jantung. Maradona tutup usia di rumahnya di Tigre, Argentina.

“Aku merasa tidak enak,” demikian kalimat terakhir yang diucapkan Maradona sebelum mengalami henti jantung, seperti dilansir Daily Mail. Maradona dikabarkan menutup mata di Tigre, sebuah kawasan di Buenos Aires, ibukota Argentina. Sosok yang kerap dibanding-bandingkan dengan Pele sebagai salah satu pemain sepak bola terbaik sepanjang masa itu sebelumnya dilaporkan telah menjalani operasi otak.

Pelatih klub Gimnasia itu telah dirawat di rumah sakit sejak awal November, beberapa hari setelah merayakan ulang tahunnya.

Maradona dilarikan ke rumah sakit karena mengeluh mudah lelah.

Pihak Keluarga

Rakyat Argentina berduka atas meninggalnya Maradona. Sumber: BSTV
Rakyat Argentina berduka atas meninggalnya Maradona. Sumber: BSTV

Pemakaman Maradona dilakukan dengan upacara pribadi yang dihadiri oleh keluarga dan teman dekat. Putri Maradona, Dalma, 33, dan Giannina, 31, dari istri pertama dan kekasih masa kecilnya Claudia Villafane, terlihat menyeka air mata saat mereka pergi ke pemakaman bersama anggota keluarga lainnya.

Sementara itu, ribuan penggemar berbaris di jalan-jalan Buenos Aires untuk memberikan penghormatan saat peti jenazah Maradona dibawa ke pemakaman.

“Aku merasa tidak enak,” demikian kalimat terakhir yang diucapkan Maradona sebelum mengalami henti jantung, seperti dilansir Daily Mail

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN