Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bantuan berupa beras dan Yoghurt dibagikan kepada para pemulung yang menjadi salah satu kelompok terdampak wabah Covid-19.

Bantuan berupa beras dan Yoghurt dibagikan kepada para pemulung yang menjadi salah satu kelompok terdampak wabah Covid-19.

Sarihusada Bagikan Paket Makanan Bernutrisi Hasil UMKM Binaan ke Pemulung di TPST Piyungan

Minggu, 17 Mei 2020 | 15:46 WIB
Investor Daily

BANTUL, investor.id - PT Sarihusada Generasi Mahardhika (Sarihusada) sebagai bagian dari Danone Indonesia menyalurkan sejumlah bantuan untuk para pemulung yang sehari-hari mengais rezeki di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan, Bantul Yogyakarta.

Bantuan berupa beras dan Yoghurt dibagikan kepada para pemulung yang menjadi salah satu kelompok terdampak wabah Covid-19.

Distribusi Yoghurt dilakukan oleh Lembaga Pengembangan Teknologi Pedesaan (LPTP) sebagai mitra Sarihusada setiap 3 hari pada tanggal 4-13 Mei 2020 dengan menjangkau Panti Asuhan di Yogyakarta dan Klaten.

Corporate Communication Director Danone Indonesia Arif Mujahidin dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (17/5/2020) mengatakan, komitmen Danone untuk terus berkontribusi memberikan pasokan makanan sehat dan bernutrisi untuk masyarakat selama pandemi.

Bantuan Yoghurt ini menyusul bantuan 10.000 tempe untuk kelompok rentan yang sama beberapa waktu lalu

Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang dijalankan oleh masyarakat adalah salah satu kelompok yang mengalami dampak berantai dari situasi pandemi Covid -19. Kegiatan ekonominya nyaris terhenti karena penjualan terhenti dengan adanya penutupan tempat wisata dan sekolahan.

"Bantuan ini guna menggerakkan kembali kegiatan UMKM tersebut, dengan menyerap produk mereka untuk dibagikan sebagai bantuan bagi kelompok rentan yang tersebar di Panti Asuhan. Kami juga akan membagikan masker, hand sanitizer dan edukasi tentang Covid-19 sebagai upaya meminimalilir dampak pandemi bagi kesehatan peternak," ujar Arif.

Arif menjelaskan, Sarihusada telah melaksanakan program Peningkatan Mutu Susu selama dua puluh sembilan tahun dengan menggandeng konsultan dari Universitas Gadjah Mada dengan pola kemitraan. Kerjasama ini sebagai upaya untuk berbagi pengetahuan dan memberikan pendampingan kepada peternak lokal mitra Sarihusada yang ada di Jogjakarta dan Jawa Tengah.

"Dengan upaya tersebut diharapkan susu hasil peternak lokal yang berkualitas tinggi dapat diserap oleh industri susu secara nasional serta dapat berkontribusi pada pengembangan usaha lokal pengolahan makanan dan minuman berbasis susu seperti Yoghurt," jelas Arif.

Titik Suzana, pendamping LPTP selaku mitra Sarihusada mengatakan pihaknya menyalurkan bantuan sebanyak 150 kilogram beras dan 250 paket yogurt, yang dialokasikan untuk komunitas pemulung Mardiko di TPST tersebut.

"Bantuan ini untuk mengurangi beban ekonomi dan sosial saudara-saudara kita di TPST Puyungan, akibat wabah virus corona," ujarnya.

"Semua komoditas yang kami bagikan ini merupakan produksi beberapa usaha mikro kecil menengah (UMKM) binaan Sarihusada," tambahnya.

Titik menjelaskan, untuk komoditas yogurt, didapatkannya dari kelompok wanita tani 'Sumber Rejeki' yang berbasis di Cangkringan, Sleman. Sedangkan untuk beras, diperolehnya dari petani mitra dampingan, dari kawasan Polanharjo, Klaten, Jawa Tengah.

"Distribusinya kita mulai sejak 5 Mei kemarin di beberapa panti asuhan di Yogyakarta. Khusus untuk yogurt, dalam satu hari kita distribusikan 250 botol ya, karena harus disesuaikan dengan kemampuan UMKM," ujarnya.

Senior Health Nutrition Manager Danone Indonesia, Wailayati Ningsih, mengungkapkan rangkaian bantuan ini sekaligus jadi dorongan untuk kemandirian masyarakat dengan UMKM, khususnya dalam situasi pandemi Covid-19 beberapa bulan terakhir.

"Gerak usaha harus tetap berjalan dan bertahan. Peningkatan kesejahteraan secara berkelanjutan juga menjadi tujuan dalam pendampingan Sarihusada untuk para pelaku UMKM," ujarnya.

Sukiyem, Ketua Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Sumber Rejeki yang memproduksi yoghurt bersyukur sekali karena masih bisa berproduksi saat pandemi ini.

“Titik Pemasaran kami paling tinggi adalah di tempat wisata dan sekolahan, dengan adanya pembatasan aktifitas, penjualan kami anjlok dan produksi nyaris terhenti”, kata Sukiyem.

KSM Sumber Rejeki sejak 2012 menjadi salah satu kelompok penerima manfaat tidak langsung dari Program Peningkatan Mutu Susu (PMS) yang dijalankan oleh Sarihusada, mereka menyerap susu produk dari peternak binaan di Yogya.

Program Peningkatan Mutu Susu berupaya mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi oleh peternak lokal antara lain terbatasnya ketersediaan bibit sapi perah berkualitas, keterbatasan lahan untuk penanaman hijauan, rendahnya minat generasi muda menjadi peternak, terbatasnya pakan konsentrat yang berkualitas dengan harga terjangkau dan sumber air hingga rendahnya pengetahuan peternak dalam memelihara sapi perah dan penerapan teknologi, sehingga menghasilkan kualitas dan produktivitas susu tidak memadai. (gr)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN