Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
MRCCC Siloam Hospitals, Semanggi. Foto: siloamhospitals.com

MRCCC Siloam Hospitals, Semanggi. Foto: siloamhospitals.com

FOKUS TURUNKAN KASUS COVID-19,

Singapura Tak Terima Pasien Asing Baru

Mardiana Makmun, Kamis, 21 Mei 2020 | 21:43 WIB

JAKARTA, investor.id - Kementerian Kesehatan (Ministry of Health/MoH) Singapura pada 22 Maret 2020 menginstruksikan seluruh dokter, baik di rumah sakit umum maupun swasta, serta klinik-klinik spesialis, agar berhenti atau menunda menerima pasien asing baru, yang tidak tinggal di Singapura.

Para dokter juga diinstruksikan untuk mendorong para pasien asing baru tersebut agar melakukan perawatan lanjutan di negara asal mereka.

Surat edaran internal yang dikeluarkan oleh MoH kepada institusi kesehatan swasta dan umum menyebutkan pentingnya untuk menjaga sumber daya kesehatan yang terbatas bagi Singapura, untuk melayani kasus-kasus Covid-19 dan kebutuhan yang sudah ada untuk pasien dalam negeri.

Surat edaran itu menambahkan langkah terbaru akan disampaikan lebih lanjut oleh MoH.

“Kegagalan untuk mematuhi ketentuan itu dapat berdampak buruk pada kesehatan dan keselamatan publik. Oleh karena itu akan ada pertimbangan lebih ketat selanjutnya oleh MoH,” tambah edaran itu, sebagaimana dikutip Straits Times.

Isi dari edaran itu juga memberikan panduan mengenai pendekatan yang harus diambil oleh para dokter ketika menangani pasien asing pemegang paspor ASEAN yang mencari perawatan kesehatan spesialis di Singapura. Edaran itu menambahkan, spesialis yang menganggap pasien asing perlu untuk tetap berada di Singapura bisa mengajukan kepada MoH untuk mendapatkan “pengecualian”.

Wakil Presiden Senior Operasi RS untuk Parkway Pantai, yang merupakan jaringan layanan kesehatan terbesar di Asia Tenggara yang berbasis di Singapura, Noel Yeo, mengatakan, prosedur non-esensial sebagian besar telah ditunda sejak sistem tanggap darurat wabah penyakit di Singapura (Dorscon) telah meningkat ke warna oranye. Namun, ada sejumlah kecil pasien yang datang untuk perawatan kritis atau penting.

“Di bawah arahan baru MoH, seluruh kasus untuk para pasien yang tidak tinggal di Singapura akan diminta untuk menunda janji mereka atau mencari perawatan medis ke tempat lain. Kami bekerja dengan para dokter untuk memastikan para pasien ini tetap dirawat sememadai mungkin,” kata Yeo.

Menurun

Para wisatawan mengambil foto dengan latar belakang pemandangan gedung Marina Bay Sands dari atap Galeri Nasional di Singapura, pada 13 Januari 2020. ( Foto: Roslan RAHMAN / AFP )
Para wisatawan mengambil foto dengan latar belakang pemandangan gedung Marina Bay Sands dari atap Galeri Nasional di Singapura.  Foto ilustrasi: Roslan RAHMAN / AFP

Sebelumnya, Singapura adalah termasuk negara yang langsung berkonsentrasi melakuka penanganan dan pencegahan penyakit Covid-19 semakin meluas. Singapura langsung menambah kapasitas ICU karena pasien Covid-19 dalam kondisi parah atau kritis butuh penanganan khusus dengan cara yang penuh kehati-hatian agar tidak menular ke pasien lain.

Usaha itu dinilai cukup berhasil. Dengan jumlah pasien positif Covid-19 di Singapura mencapai 28.794 per 19 Mei 2020, jumlah pasien sembuh mencapai 9.835 dan telah meninggalkan rumah sakit, sedangkan yang meninggal hanya 22 orang. Saat ini, jumlah kasus baru di Singapura juga telah menurun.

"Jumlah kasus baru di komunitas telah menurun, dari rata-rata delapan kasus per hari dalam pekan sebelumnya, menjadi rata-rata empat kasus hari dalam pekan terakhir," kata MOH.

Peluang Indonesia

Emission Tomography (PET) scans in tomography room at the Siloam Cancer Hospital MRCCC Semanggi, Jakarta
Emission Tomography (PET) scans in tomography room at the Siloam Cancer Hospital MRCCC Semanggi, Jakarta

Sementara itu, keputusan MOH tersebut bisa menjadi peluang bagi rumah sakit di Indonesia. Hal itu terlihat bahwa selama pandemic Covid -19, jumlah pasien kemoterapi MRCCC Siloam Hospitals Semanggi meningkat.

Ini karena pasien kanker yang sebelumnya berobat ke Sngapura atau ke Malaysia, akhirnya memilih berobat di Siloam karena kebijakan tersebut.

Head of Business Development Siloam MRCCC Semanggi Firdaus Halim mengatakan jumlah pasien kemoterapi memang mengalami kenaikan yang cukup signifikan mengingat MRCCC Siloam Hospitals Semanggi telah menerapkan protokol pencegahan Covid-19 dengan melakukan skrining awal kepada seluruh pengunjung dan pasien rumah sakit untuk melindungi pasien kanker yang melakukan pengobatan di rumah sakit.

MRCCC Siloam
MRCCC Siloam

"Semasa pandemi untuk pasien kemoterapi memang ada kenaikan, untuk layanan One Day Care saja ada kenaikan sekitar 50%. Biasanya untuk layanan ini kami melayani 200 pasien kemoterapi per bulan, sedangkan sejak Maret 2020 atau semasa pandemi covid- 19, pasien bertambah menjadi 300 orang, belum termasuk pasien rawat inap yang juga harus menjalani kemoterapi," papar Firdaus.

Menurut Firdaus, meski biaya kemoterapi bervariasi berdasarkan obat, tetapi untuk biaya yang harus dikeluarkan pasien sudah pasti menjadi lebih hemat ketimbang pasien harus menjalani proses kemoterapi di luar negeri.

Untuk pasien rawat inap, pihaknya menyediakan layanan kelas 1, VIP, VVIP bahkan Presidential Suite. "MRCCC Siloam Hospitals Semanggi menerapkan layanan kanker dengan teknologi terkini seperti CT/PET Scan, Molecular Diagnostic Center dan radioterapi," tutup Firdaus. (b1/iin)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN