Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Penny K Lukito

Penny K Lukito

Soal Pelabelan BPA Mengemuka di RDP Komisi IX DPR dan BPOM

Selasa, 9 November 2021 | 17:19 WIB
Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K. Lukito mengaku baru mengetahui dan mempelajari terkait kemasan plastik berbahan Policarbonat (PC) berpotensi mengandung Bisfenol A (BPA). 

Hal itu dikatakan dalam Rapat Kerja dengan Komisi IX DPR RI saat membahas masalah ketersediaan vaksin pada Senin, (8/11/2021).

Penjelasan Penny sendiri merupakan jawaban atas pertanyaan anggota Komisi IX dari PKB, Arzetti Bilbina yang juga mengaku kurang paham soal BPA. Arzetti menyelipkan pertanyaan BPA ini disela sesi dengar pendapat yang pembahasan tentang vaksin antara Komisi IX DPR dengan Kemenkes, Satgas Covid-19 dan BPOM.

Peraturan mengenai batas aman atau toleransi BPA dalam kemasan makanan sejatinya sudah ada dalam Peraturan Badan POM Nomor 20 Tahun 2019 tentang Kemasan Pangan yang ditandatangani Kepala BPOM Penny K. Lukito. Di sana diatur semua persyaratan migrasi zat kontak pangan yang diizinkan digunakan sebagai kemasan pangan, tidak hanya BPA saja, tapi juga zat kontak pangan lainnya. 

Sebelumnya pakar plastik, pakar kesehatan dan keamanan pangan, Kemenperin dan pengusaha menyebut adanya resiko dampak ekonomi dan sosial dari kebijakan pelabelan kemasan makanan minuman yang mengandung BPA.

Dalam rapat Penny menyampaikan bahwa BPOM sangat concern berkaitan dengan BPA free ini. “Kami sudah sampai pada kesimpulan bahwa nanti kami akan melakukan intervensi pada labelingnya. Jadi nanti ada upaya untuk pelabelan dari kemasan-kemasan tersebut, bisa jadi nanti ada label bebas BPA,” ujarnya. 

Sementara, dalam peraturan BPOM yang dikeluarkan pada tahun 2019 itu dijelaskan bahwa tidak ada kemasan pangan yang free dari zat kontak pangan. Tapi, di sana diatur mengenai batas aman maksimum dari zat kontak itu yang diijinkan bermigrasi ke pangannya.  

Penny juga mengatakan pertama yang akan dilakukan BPOM nantinya adalah terkait pemahaman konsumen yang dikaitkan dengan sumber bahan bakunya, apakah jenis ini memang mengandung BPA atau tidak.  “Karena, saya juga baru paham, belajar bahwa plastik yang PC, yang policarbonat bahwa itulah yang ada potensi mengandung BPA,” ucapnya.

Editor : Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

Sumber : -

BAGIKAN