Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Informasi yang beredar bahwa Imboost menyebabkan reaksi imun yang berlebihan terhadap virus sehingga ikut merusak organ tubuh adalah keliru atau hoax.

Informasi yang beredar bahwa Imboost menyebabkan reaksi imun yang berlebihan terhadap virus sehingga ikut merusak organ tubuh adalah keliru atau hoax.

SOHO: Hoax, Imboost Sebabkan Reaksi Imun Berlebih

Indah Handayani, Jumat, 27 Maret 2020 | 12:47 WIB

JAKARTA, investor.id - SOHO Global Health menyatakan informasi yang beredar bahwa Imboost menyebabkan reaksi imun yang berlebihan terhadap virus sehingga ikut merusak organ tubuh adalah keliru atau hoax.

DR Raphael Aswin Susilowidodo ST MSi, Vice President Research & Development and Regulatory SOHO Global Health menjelaskan, bahwa pesan gambar yang telah beredar sejak 24 Maret 2020 tentang kontra indikasi penggunaan suplement Immuno-bosting pada pasien Covid -19 tidak memiliki rujukan klinis yang valid.

DR Aswin dan tim telah melakukan penelusuran sumber informasi ini, termasuk ke website resmi Nutri Genetic Research Institue dan tidak menemukan sumber informasi yang jelas ataupun referensi pendukung terpercaya.

“Echinace purpurea yang terkandung dalam Imboost & Imboost Force memiliki manfaat sebagai immunomodulator, yang berarti Echinacea dapat mengatur kerja sistem imun tubuh. Echinace purpurea memainkan fungsi yang dapat menyesuaikan kebutuhan tubuh ketika sehat dan ketika menderita infeksi,” ungkapnya dalam keterangan resmi.

Menurut DR Aswin, pada tubuh orang sehat Echinacea berperan meningkatkan pertahanan tubuh dengan meningkatkan kerja imun tubuh seperti fagositosis, natural killer cell yang diperlukan tubuh untuk mengeliminasi benda asing atau patogen yang masuk seperti virus atau bakteri.

Echinacea juga berperan menyeimbangkan level sitokin di dalam tubuh. Sitokin dapat berupa sitokin yang pro-inflamasi seperti IL-6 ataupun anti-inflamasi seperti IL-10. Sehingga saat orang sehat mengalami inflamasi akut, Echinacea akan menginduksi pembentukan sitokin pro-inflamasi IL-6 untuk menandakan terjadinya infeksi, menginduksi kerja sistem imun untuk melakukan fagositosis.

“Sekaligus juga menginduksi pembentukan sitokin anti-inflamasi IL-10 agar penandaan inflamasi tidak berlebihan dan juga menghentikan pembentukan IL-6,” paparnya.

Sedangkan pada tubuh orang yang menderita infeksi, DR Aswin menjelaskan peran modulasi Echinacea lebih ke arah untuk menghambat pembentukan IL-6, sehingga jumlah sitokin pro-inflamasi dapat dikurangi. Pengurangan jumlah IL-6 tsb diperlukan guna menekan risiko terjadinya komplikasi pada infeksi tsb. Apabila jumlah sitokin pro-inflamasi tidak dibatasi maka komplikasi yang terjadi dapat berupa badai sitokin yang dapat berakibat fatal. Berdasarkan atas penjelasan tersebut, maka Echinacea aman digunakan dan tidak dikontraindikasikan untuk kasus infeksi salah satunya Covid -19.

Terkait hoax yang beredar, dr. Agus Joko Susanto, SpPD-KAI, FINASIM menyatakan penelitian Echinacea terhadap Covid -19 belum ada sampai saat ini.

Untuk itu, ia menilai terlalu dini untuk menyimpulkan hubungan antara keduanya. Terkait masalah IL-6 sebagai marker, boleh dikatakan belum tentu dipastikan sebagai marker. Karena sifat IL-6 itu unik, yaitu sitokin yang "AC-DC", maksudnya satu waktu IL-6 bisa sebagai proinflamasi, di saat lain bisa sebagai antiinflamasi.

“Itulah mengapa sering terjadi ketidak sesuaian hasil penelitian satu dengan yang lainnya bila sebagai marker penelitian,” jelasnya dr Agus.

dr Agus menerangkan orang sehat boleh saja mengkonsumsi imunomodulator. dr Agus menyatakan bahwa dirinya tidak pernah memberikan pernyataan apapun yang mendukung hoax yang selama ini beredar. dr Agus menerangkan kontraindikasi konsumsi imunomodulator hanya terjadi pada orang dengan penyakit autoimun (Penyintas Autoimun). Pada kelompok ini, pemberian imunomodulator tidak dianjurkan.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN