Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Guna mengurangi pengangguran, TopKarir berkomitmen tingkatkan kapasitas dan kapabilitas anak muda indonesia. TopKarir merupakan sebuah startup portal karir karya anak negeri yang bertujuan untuk membantu mengurangi pengangguran dan meningkatkan kualitas SDM khususnya anak muda Indonesia. (Indah Handayani)

Guna mengurangi pengangguran, TopKarir berkomitmen tingkatkan kapasitas dan kapabilitas anak muda indonesia. TopKarir merupakan sebuah startup portal karir karya anak negeri yang bertujuan untuk membantu mengurangi pengangguran dan meningkatkan kualitas SDM khususnya anak muda Indonesia. (Indah Handayani)

Tantangan Pengembangan SDM Indonesia Makin kompleks

Indah Handayani, Rabu, 13 November 2019 | 16:21 WIB

JAKARTA, investor.id – Pemerintah Republik Indonesia tengah menjadikan pengembangan sumber daya manusia (SDM) sebagai fokus penggunaan anggaran negara di tahun-tahun mendatang. Investasi negara dalam pembangunan SDM ini dilakukan diantaranya dengan peningkatan sistem pendidikan dan pelatihan vokasional yang adaptif dan tepat guna. Dengan mendorong pendidikan vokasi dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), pemerintah berharap dapat mengurangi angka pengangguran terbuka di Indonesia.

 

Namun sebaliknya, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), angka pengangguran masih cukup tinggi khususnya di tingkat lulusan SMK. Merujuk pada Berita Resmi Statistik BPS tentang Keadaan Ketenagakerjaan Indonesia Agustus 2019, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Agustus 2019 mencapai 5,28% atau dengan kata lain, dari 100 orang angkatan kerja, terdapat 5 pengangguran. Sementara total Pengangguran Terbuka per Agustus 2019 sebesar 7,05 juta orang. Jika ditelusuri lagi, TPT dari jenjang SMK menjadi yang paling tinggi yakni 10,42%, dibanding TPT di jenjang SMA 7,92% dan Diploma I/II/III yang berada di level 5,99%.

 

CEO & Co-Founder TopKarir Bayu Janitra Wirjoatmodjo mengungkapkan, hal itu cukup kontras mengingat sebagian besar atau sebanyak 80% posisi lowongan pekerjaan yang dibutuhkan oleh perusahaan adalah untuk anak muda. Berdasarkan analisa pihaknya, hal ini terjadi karena masih banyak ditemukan mismatch antara SDM yang dibutuhkan oleh pemberi kerja dengan kualitas SDM pencari kerja, khususnya lulusan di tingkat SMK. “Lulusan SMK dianggap masih kurang memenuhi kebutuhan industri, in term of skill, sehingga perusahaan lebih baik melakukan hijack,” ungkapnya di Jakarta, Rabu (13/11).

 

Selain itu, lanjut Bayu, berdasarkan temuan tim TopKarir, ada sejumlah hal yang menjadi catatan dalam dunia tenaga kerja di Indonesia. Di satu sisi HRD perusahaan merasa kesulitan mendapatkan tenaga kerja yang mumpuni, baik hard skill maupun soft skill, terutama masalah soft skill, mulai dari pembuatan lamaran, CV, respon terhadap wawancara sampai perilaku di kantor. Namun di sisi lain, pencari kerja generasi milenial membutuhkan akses informasi yang cepat, tepat, dan jelas tentang kebutuhan karir mereka.

 

Bayu menjelaskan, dua catatan tersebut menunjukkan bahwa tantangan pengembangan sumber daya manusia di Indonesia semakin kompleks dari hari ke hari. Untuk itu, diperlukan kontribusi dan kerja sama antara pemerintah dan pihak swasta serta seluruh stakeholder. “Hal itulah yang menjadi salah satu alasan kami untuk berkomitmen memberikan kontribusi dalam program pemerintah untuk meningkatkan kualitas SDM sekaligus menyediakan akses informasi karir yang cepat dan terpusat bagi anak muda di Indonesia,” paparnya.

 

Hingga saat ini, Bayu menyebutkan, aplikasinya telah diunduh sebanyak 180.000 pengunduh hanya dalam waktu lima bulan sejak diluncurkan pada April 2019 lalu. Selain itu, TopKarir juga sudah menampung 1,2 juta pencari kerja dan lebih dari 26.500 lowongan per hari selama November 2019. Guna meningkatkan keterampilan dan kompetensi hard skill dan soft skill anak muda Indonesia, TopKarir juga menyediakan kanal khusus untuk anak SMK yang menampung 40% dari total CV yang masuk.

 

“Dalam tiga tahun ke belakang, kami telah membantu 13.400 SMK seluruh Indonesia melalui program Berdaya yang bekerja sama dengan delapan grup usaha besar di Indonesia. Serta secara rutin melakukan Job Matching di 50 kota selama 2019,” ujar Bayu.

 

Dalam kegiatan peningkatan SDM ini, TopKarir telah melakukan kemitraan strategis dengan bekerja sama secara resmi dengan pemerintah, antara lain Kementerian Koperasi dan UKM, Bappenas, serta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Pihaknya berharap langkah yang dilakukan melalui kolaborasi antara Pemerintah dan swasta ini, dapat menjadi sumbangsih kecil dalam membantu Pemerintah menurunkan angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan hidup bagi bangsa Indonesia khususnya di kalangan generasi muda.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA