Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Peluncuran Buku Half Time edisi bahasa lndonesia, Jumat (6/12/2O19) di APLTower Central Park, Jakarta Barat. Foto: Investor Daily/Gora Kunjana

Peluncuran Buku Half Time edisi bahasa lndonesia, Jumat (6/12/2O19) di APLTower Central Park, Jakarta Barat. Foto: Investor Daily/Gora Kunjana

Temukan Signifikansi Hidup Lewat Half Time

Gora Kunjana, Sabtu, 7 Desember 2019 | 11:21 WIB

JAKARTA, investor.id – Orang terus mengejar kesuksesan adalah hal biasa. Mereka berpendapat dengan kesuksesan bisnis, kekayaan, karir baik, jabatan tinggi, dan memiliki relasi yang luas, mereka akan “hidup bahagia”, dapat memenuhi semua keinginannya, menikmati kesenangan, dan hiburan setiap saat.

Namun ada suatu titik ketika orang sudah mencapai impian mereka dalam mengumpulkan kekayaan, relasi dan kesenangan, di dalam diri mereka ada kekosongan yang dalam, perasaan kosong yang tidak dapat dipenuhi oleh apa pun.

Di titik inilah merupakan momen yang tepat bagi orang tersebut untuk melakukan sebuah evaluasi atas kehidupan yang sudah berjalan. Buku Half Time bisa menjadi pillihan buku yang tepat untuk melakukan evaluasi, perenungan hidup, resolusi untuk mencapai kehidupan yang lebih baik.

Lee Han Kiat (kanan) menyampaikan presentasinya bertema From The Pursuit of Success to Significance di APLTower, Central Park, Jakarta Barat, Jumat (6/12/2019). Foto: Investor Daily/Gora Kunjana
Lee Han Kiat (kanan) menyampaikan presentasinya bertema From The Pursuit of Success to Significance di APLTower, Central Park, Jakarta Barat, Jumat (6/12/2019). Foto: Investor Daily/Gora Kunjana

“Half Time dapat membantu Anda memfokuskan hidup dari mengejar kesuksesan ke signifikansi, supaya sisa kehidupan Anda menjadi yang terbaik bagi Anda, berdampak luas dan bernilai kekal,” kata  Lee Han Kiat - Halftime Certified Coach, dalam Seminar bertema “From The Pursuit of Success to Significance” di APLTower, Central Park, Jakarta Barat, Jumat (6/12/2019).

Dalam seminar yang digelar Yayasan Half Time Indonesia serangkaian dengan peluncuran Buku Half Time edisi bahasa lndonesia itu, hadir pula David Haripin, Pembina Yayasan Half Time Indonesia  yang memberikan kesaksiannya berhasil masuk ke babak kedua kehidupan setelah membaca buku Half Time.

Kesaksian David Haripin, Pembina Yayasan Half Time Indonesia dalam peluncuran Buku Half Time edisi bahasa lndonesia, Jumat (6/12/2O19) di APLTower Central Park, Jakarta Barat. Foto: Investor Daily/Gora Kunjana
Kesaksian David Haripin, Pembina Yayasan Half Time Indonesia dalam peluncuran Buku Half Time edisi bahasa lndonesia, Jumat (6/12/2O19) di APLTower Central Park, Jakarta Barat. Foto: Investor Daily/Gora Kunjana

“Buku dan Gerakan Half Time ditulis dan dirintis Alm. Bob Buford. Sesudah di Paruh Pertamanya sangat sukses mengembangkan perusahaan televisi kabel, bangkit hasrat kuat dalam hatinya untuk memiliki Paruh Kedua yang signifikan; sampai akhir hidupnya, Bob telah melipatgandakan sumber-sumber yang Tuhan karuniakan kepadanya sehingga memberikan dampak yang luas dan menetap,” kata Lee Han Kiat.

Menurut dia, Buku Half Time memaparkan bagaimana Bob beralih dari sukses di paruh pertama kehidupannya ke signifikansi di paruh keduanya.

“Bob Buford percaya, paruh kedua kehidupan Anda dapat lebih baik daripada yang pertama. Jauh lebih baik. Tetapi pertama, Anda perlu waktu untuk membayangkan apa yang Anda inginkan dengan sisa kehidupan Anda. Anda harus mencari apa kehendak Tuhan atas diri Anda,” ujar Lee Han Kiat.

Lee Han Kiat kemudian men-share pengalaman dirinya menjadi coach di sejumlah Negara, seperti Tiongkok, Malaysia, Hong Kong, dan Indonesia untuk membantu orang-orang melewati half time dan masuk ke babak kedua. 

Lee Han Kiat (kanan) menyampaikan presentasinya bertema From The Pursuit of Success to Significance di APLTower, Central Park, Jakarta Barat, Jumat (6/12/2019). Foto: Investor Daily/Gora Kunjana
Lee Han Kiat (kanan) menyampaikan presentasinya bertema From The Pursuit of Success to Significance di APLTower, Central Park, Jakarta Barat, Jumat (6/12/2019). Foto: Investor Daily/Gora Kunjana

Dari halftimers (sebutan mereka yang sudah ikut kursus) tersebut, kata Han Kiat, ada yang berperan ganda, tetap menjalankan karir atau pekerjaan lamanya sekaligus melakukan peran baru yang Tuhan tunjukkan. Ada pula yang meninggalkan pekerjaan lama dan menjalankan peran barunya yang lebih berarti tersebut.

“Dulu waktu masih kerja di IBM, saya sudah mulai mengajar Half Time, selama 5 tahun saya lakukan peran ganda. Saya sangat sibuk waktu itu. Karena saya bertanggung jawab terhadap 11 negara. Jadi setelah ikut Half Time orang melakukan uji coba dulu sebelum menemukan peran baru, peran apa yang cocok buat saya,” katanya.

Ia memberikan contoh halftimer yang seorang dosen selain mengajar di kampus dia memberikan pelajaran tambahan bagi mahasiswa yang kesulitan belajar. Dia bekerja sama dengan orang-orang di dunia industri sebagai mentor sehingga ketika lulus mereka siap kerja dan langsung bisa diserap.

Peluncuran Buku Half Time edisi bahasa lndonesia, Jumat (6/12/2O19) di APLTower Central Park, Jakarta Barat. Foto: Investor Daily/Gora Kunjana
Peluncuran Buku Half Time edisi bahasa lndonesia, Jumat (6/12/2O19) di APLTower Central Park, Jakarta Barat. Foto: Investor Daily/Gora Kunjana

“Ada juga seorang tentara yang dipilih Tuhan untuk mengajar atau membuka kursus menjadi ayah yang baik, jadi dalam half time intinya menemukan apa yang Tuhan inginkan terhadap kita,” katanya.

Lee Han Kiat menyebut contoh lain sukses halftimers di Indonesia. Ada halftimer bernama Thomas yang kini giat membantu memberdayakan anak-anak muda di NTT . Juga Andrew yang memberdayakan petani di daerahnya.

“Half Time melalui metodologinya mengajarkan secara sistematis bagaimana kita mencari dan menemukan kehendak Tuhan itu. Kita fokuskan pada hati para halftimers, membina aspek spiritualnya. Karena itu kita ada juga waktu teduh, silent retreat  tidak banyak bicara tapi berkomunikasi dengan Tuhan,” katanya.

Di akhir proses, lanjut Han Kiat, “Kami biasanya melontarkan dua pertanyaan pada peserta. Apa yang sudah dilakukan dan biasanya orang dengan gampang menjawabnya. Tapi itu bukan pertanyaan penting. Yang penting  adalah Anda sudah jadi apa? Banyak yang kesulitan menjawab ini. Anda jadi apa buat Tuhan itu jauh lebih penting daripada apa yang sudah Anda lakukan. Kita jadi apa itu lebih ke arah hati,” ucapnya.

Memberdaya lebih banyak orang

Peluncuran Buku Half Time edisi bahasa lndonesia, Jumat (6/12/2O19) di APLTower Central Park, Jakarta Barat. Foto: Investor Daily/Gora Kunjana
Peluncuran Buku Half Time edisi bahasa lndonesia, Jumat (6/12/2O19) di APLTower Central Park, Jakarta Barat. Foto: Investor Daily/Gora Kunjana

Buku Half Time telah dibaca oleh sekitar sejuta orang selama dua puluh tahun. Kemudian buku Half Time bersama Half Time lnstitute dan Leadership Network yang dibentuk Bob, melalui pengajaran, pelatihan, identifikasi talenta, networking, telah menghasilkan gerakan pemberdayaan banyak sekali pebisnis, eksekutif, profesional menyambut panggilan Allah dalam hidup mereka.

Yayasan Halftime lndonesia didirikan pada November 2015, bermaksud meneruskan gerakan serupa untuk konteks lndonesia, Buku Half Time ini diterbitkan dalam edisi bahasa lndonesia, agar dapat menjangkau lebih luas, memotivasi dan memberdaya lebih banyak orang memiliki kehidupan yang signifikan, melipatgandakan berbagai karunia Allah memberkati sangat banyak orang.

Peluncuran Buku Half Time edisi bahasa lndonesia, Jumat (6/12/2O19) di APLTower Central Park, Jakarta Barat. Foto: Investor Daily/Gora Kunjana
Peluncuran Buku Half Time edisi bahasa lndonesia, Jumat (6/12/2O19) di APLTower Central Park, Jakarta Barat. Foto: Investor Daily/Gora Kunjana

Dalam gerakannya ,Yayasan Halftime Indonesia membantu mempersiapkan orang untuk babak kedua kehidupannya. Ibarat sepakbola ada babak pertama dan babak kedua dengan paruh waktu (half time) di antara kedua babak. Babak pertama orang biasanya mengejar kesuksesan. Gembira jika mendapat promosi, kenaikan pangkat/jabatan yang juga berdampak pada tambahnya pendapatan. Namun pada satu titik tertentu promosi sudah tidak lagi menggetarkan. Orang mulai bertanya “Masak hidup hanya begini-begini saja, sepertinya ada sesuatu yang lebih”. Nah, di titik inilah orang perlu masuk half time untuk masuk ke tahap signifikansi di babak kedua.

Di babak kedua orang mulai berpikir tentang apa yang sebenarnya diinginkan Tuhan terhadap dirinya. Apa yang harus dilakukannya seusai kehendak-Nya.

Yayasan Half Time Indonesia memfasilitasi sebuah kursus bagi orang yang ingin menemukan peran baru dirinya di babak kedua hidupnya. Kursus diadakan dalam 6 kali pertemuan pada hari Sabtu. Dua pertemuan pertama dilakukan full day dari pukul 08.00 hingga 17.30. Empat kali pertemuan berikutnya cukup setengah hari.                                                        

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA