Menu
Sign in
@ Contact
Search
Juru Bicara Pemerintah Untuk COVID-19, Reisa Broto Asmoro.

Juru Bicara Pemerintah Untuk COVID-19, Reisa Broto Asmoro.

Terjadi Peningkatan Kasus, Indonesia Terancam Tak Bisa Beralih ke Endemi

Kamis, 27 Okt 2022 | 14:16 WIB
Lenny Tristia Tambun (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Terjadinya peningkatan kasus positif Covid-19, Indonesia terancam tidak bisa beralih status dari pandemi ke endemi. Karena Badan Kesehatan Dunia (WHO) memberikan sejumlah indikator agar bisa beralih ke status endemi berdasarkan pengamatan kasus Covid-19 selama enam bulan di negara tersebut.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Reisa Broto Asmoro menerangkan, beberapa indikator suatu negara siap untuk masuk ke fase endemi adalah laju penularan kasus harian harus kurang dari 5%.

Baca juga: Update: Kasus Gangguan Ginjal Akut Capai 269 Kasus  

Selanjutnya, angka kasus aktif kurang dari 5%, tingkat kematian sekitar 2% dan tingkat keterisian tempat tidur atau berkurang dari 5% dengan pengamatan dilakukan dalam waktu enam bulan.

Advertisement

“Maka apabila memang kita ingin segera berhasil keluar dari pandemi, tentu indikator-indikator tersebut harus kita penuhi. Nah sayangnya, sampai saat ini justru terjadi peningkatan kembali, meskipun masih dalam kondisi yang terkendali,” kata Reisa Broto Asmoro saat memberikan keterangan pers di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (27/10/2022).

Reisa mengungkapkan Indonesia sudah mempunyai pengalaman berharga selama melalui pandemi Covid-19. Dengan adanya peningkatan kasus Covid-19, ia mengajak seluruh elemen masyarakat saling bekerja sama kembali.

Baca juga: Dunia Disebut Belum Terbebas dari Status Pandemi Covid-19

“Tentu setelah menjalani lebih dari dua setengah tahun pandemi, kita mampu menilai sendiri risiko yang kita hadapi dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Reisa Broto Asmoro.

Termasuk kedisiplinan, kata Reisa, untuk menjaga diri agar tidak terinfeksi, semangat menjalankan gaya hidup bersih dan sehat. Agar faktor yang memperberat resiko fatality atau kematian karena Covid-19 seperti penyakit komorbid yang tidak terkontrol dapat dihindari.

Reisa memaparkan, per 26 Oktober 2022, telah terjadi kenaikan konfirmasi harian nasional sebanyak 3.048 kasus. Jumlah ini meningkat dari hari-hari sebelumnya. Hal itu terlihat pada tanggal 24 Oktober 2022, terjadi penambahan sebanyak 1.703 kasus dan tanggal 25 Oktober naik jadi 3.008 kasus.

Baca juga: Indonesia Dapat Lagi 5 Juta Dosis Vaksin dari AS Lewat Covax

Untuk tren case fatality rate dalam seminggu terakhir ini turun 0,14% dibandingkan minggu sebelumnya.

Kemudian terkait kondisi keterisian rumah sakit Covid-19 atau BOR nasional, Reisa mengungkapkan terjadi kenaikan dalam seminggu terakhir seiring kenaikan penambahan kasus yakni sekitar 19,88%.

Begitupun dengan tren kasus konfirmasi dan kasus aktif nasional. Hingga kemarin jumlah kasus aktif atau orang yang sedang terinfeksi Covid-19 adalah sebanyak 21.481 orang. Artinya positivity rate mingguan meningkat menjadi 8,88%.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : BeritaSatu.com

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com