Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pemerintah larang mudik Lebaran mulai 24 April 2020. Foto: SP/Joanito De Saojoao

Pemerintah larang mudik Lebaran mulai 24 April 2020. Foto: SP/Joanito De Saojoao

Ternyata Tidak Mudik Bisa Bikin Kesepian dan Gangguan Jiwa

Indah Handayani, Jumat, 22 Mei 2020 | 20:00 WIB

JAKARTA, Investor.id - Mudik merupakan salah satu tradisi yang biasa dilakukan menjelang Hari Raya Idulfitri. Namun, tahun ini mudik dilarang sejalan dengan keputusan pemerintah memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) guna memutus mata rantai penyebaran dan penularan Covid-19.

Lantas, apakah tidak mudik bisa memengaruhi kondisi jiwa atau psikologis seseorang? “Bisa saja ada. Apalagi bagi orang-orang yang menggunakan mudik sebagai salah satu kesempatan untuk bertemu keluarga atau orang terdekat,” kata psikiater dr Gina Anindyati Sp KJ dalam keterangan pers GueSehat yang diterima Investor Daily di Jakarta, Jumat (22/5).

Menurut dr Gina, situasi di mana seseorang tidak memungkinkan mudik atau terpaksa tidak mudik, bisa memunculkan perasaan sedih, kecewa, penyesalan, atau tidak nyaman. “Ini wajar dan manusiawi,” tegas dia.

Gina Anindyati mengungkapkan, setiap periode ada saja orang-orang yang tidak dapat mudik atau tidak memungkinkan untuk mudik. Bedanya, akibat pandemi seperti saat ini, banyak orang diharuskan tetap berada di rumah dan tidak mudik untuk mencegah penyebaran dan penularan virus corona.

“Kebanyakan orang bisa beradaptasi dan melalui kondisi ini dengan baik-baik saja. Itu karena pada dasarnya manusia merupakan makhluk yang adaptif atau bisa beradaptasi dengan situasi dan kondisi tertentu,” papar dia.

Namun, kata Gina, ada orang-orang tertentu yang memiliki kerentanan sehingga akan merasa lebih kesepian, tidak berdaya, atau frustrasi. Jika bicara dalam konteks mudik, masalah yang mungkin timbul adalah kesepian (loneliness).

Loneliness bukanlah gangguan jiwa. Ini merupakan fenomena berisiko dan jika terjadi berkepanjangan serta tidak diatasi akan menimbulkan masalah kejiwaan yang lebih berat, seperti gejala depresi atau kecemasan,” tandas dia.

Kesepian, menurut dr Gina, akan menjadi gangguan jiwa jika ada kondisi lainnya yang memengaruhi, seperti kondisi fisik yang tidak fit atau kesulitan menyelesaikan masalah. Bisa pula dipengaruhi lingkungan sosial.

“Pengaruh lingkungan sosial misalnya ia tidak punya orang-orang yang dapat dipercaya atau tinggal di lingkungan yang memiliki angka kekerasan yang tinggi. Ini akan menjadi stresor atau menambah tekanan, sehingga risiko mengalami gangguan semakin besar,” tutur dia.

Baca juga: Tips Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Larangan Mudik

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN