Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Reza Andreanto, Sustainability Manager Tetra Pak Indonesia (tengah) meresmikan booth pengelolaan dan daur ulang sampah di Taman Pintar Yogyakarta

Reza Andreanto, Sustainability Manager Tetra Pak Indonesia (tengah) meresmikan booth pengelolaan dan daur ulang sampah di Taman Pintar Yogyakarta

Tetra Pak Edukasi Masyarakat tentang Pengelolaan dan Daur Ulang Sampah

Senin, 14 Desember 2020 | 15:38 WIB
Mardiana Makmun (mardiana@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id – Tetra Pak mengedukasi masyarakat tentang pengelolaan dan daur ulang sampah dengan menghadirkan booth edukasi di Taman Pintar di Yogyakarta. Edukasi diberikan agar masyarakat mulai memilah sampah yang masih bernilai ekonomi.

 

Acara peluncuran yang bertema “Serunya Kelola Kemasan Karton Bekas Minum #LipatLetakLepas”, ini diadakan di area taman dan dihadiri Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi. 

 

“Kami menghargai Tetra Pak atas kontribusi dan upayanya dalam mengatasi masalah pengelolaan sampah dan daur ulang di Yogyakarta dan di daerah lain di Indonesia. Instalasi baru ini sejalan dengan upaya kampanye dan daur ulang kami di sini. Pengelolaan sampah yang tepat dan pengembangan ekonomi sirkuler tidak hanya membantu melestarikan planet ini tetapi juga berpotensi untuk menciptakan lapangan kerja dan membuka peluang bagi masyarakat. Kami mendorong warga Yogyakarta untuk mengunjungi booth ini untuk mempelajari lebih lanjut tentang pemilahan sampah dan daur ulang kemasan karton bekas minum,” kata Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi dalam keterangan pers.

 

Peresmian booth Tetra Pak yang dibuka untuk umum mulai 10 Desember 2020 bertujuan untuk melibatkan pengunjung dalam perjalanan kemasan karton Tetra Pak--mulai dari mempelajari bahan-bahan penyusun karton hingga memahami apa yang dilakukan paska konsumsi. Pengunjung juga akan belajar tentang pemanfaatan sumber daya secara bertanggung jawab, proses 3L #LipatLetakLepas, daur ulang karton dan produk akhir apa yang dapat dihasilkan dari daur ulang kemasan karton bekas minum. 

 

Berdasarkan studi yang dilakukan di lima kota besar di Indonesia, hampir separuh masyarakat setempat mulai memilah sampahnya di rumah. Di antara mereka yang telah memilah sampah, 77,6% sudah mulai memisahkan sampahnya menjadi dua kategori, basah dan kering.

 

Meskipun persentase ini tinggi, guna memastikan efisiensi daur ulang, masih ada kebutuhan untuk mengedukasi konsumen untuk memisahkan jenis sampah lebih dari dua kategori ini.

 

“Kami akan terus mengedukasi dan menginformasikan kepada konsumen tentang pentingnya memilah sampah ke dalam kategori lain, seperti kemasan karton bekas minum (UBC). Dengan berbagi lebih banyak tentang apa yang membuat karton Tetra Pak dan kemampuan daur ulangnya, konsumen bisa mendapatkan informasi yang lebih baik. Lebih dari 70% karton Tetra Pak terbuat dari kertas karton dari hutan yang dikelola secara bertanggung jawab dan sumber terkontrol lainnya; Artinya bisa didaur ulangdan dijadikan berbagai produk seperti kertas daur ulang, lembaran atap dan furnitur yang terbuat dari PolyAl, ”ujar Reza Andreanto, Sustainability Manager Tetra Pak Indonesia.

 

“Indonesia adalah salah satu negara penghasil kertas terbesar di ASEAN dan negara ini mengimpor sekitar 4,5 juta ton limbah kertas untuk dijadikan bahan baku industri penghasil kertas. Hal ini merupakan sebuah bukti bahwa kemasan karton bekas minum memiliki potensi yang sangat besar,” tambah Andreanto.

 

Kepala Taman Pintar Yogyakarta menekankan pentingnya edukasi pengelolaan sampah sembari mempertunjukkan booth kepada para peserta. 

 

"Kami berterima kasih kepada Tetra Pak karena telah menciptakan pengalaman interaktif yang menyenangkan tentang keberlanjutan dan pengelolaan sampah. Dengan rata-rata satu juta pengunjung per tahun, manajemen Taman Pintar percaya bahwa booth edukasi ini akan membantu memperkuat upaya edukasi pengelolaan sampah dan akan berdampak positif bagi masyarakat kami di Yogyakarta dan di Indonesia ", tutur Afia Rosdiana, M.Pd.

 

Dalam acara tersebut, Tetra Pak juga mengumumkan kemitraan baru mereka dengan Rapel, sebuah mitra pengumpul sampah rumah tangga dan industri sesuai permintaan. Rapel adalah aplikasi online yang dapat diunduh pengguna yang memungkinkan mereka untuk menjual sampah anorganik yang sudah dipilah ke dalam kategori dan masih memiliki nilai, seperti kemasan karton bekas minum (UBC). 

 

Sampah tersebut kemudian akan dijual kepada kolektor atau agen pengepul sampah yang menjadi mitra aplikasi, baik pengguna maupun pengumpul akan mendapatkan poin yang dapat mereka tukarkan dengan berbagai hadiah. “Melalui kemitraan strategis dengan RAPEL ini, Tetra Pak membantu untuk memperluas peluang pasar pada material daur ulang sambil mendukung pengumpulan lokal dan infrastruktur pemilahan untuk UBC,” tutup Andranto.

Editor : Mardiana Makmun (nana_makmun@yahoo.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN