Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi Siloam Hospitals Balikpapan dr Stephanie Theodora SpKFR

Dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi Siloam Hospitals Balikpapan dr Stephanie Theodora SpKFR

Tips Jaga Kebugaran di Masa Pandemi Covid-19

Kamis, 16 Juli 2020 | 14:37 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Di masa pendemi Covid-19, kebutuhan menjaga kebugaran justru semakin penting, terlebih lagi orang cenderung lebih banyak diam di rumah. Alhasil, tubuh menjadi lebih pasif dan jarang bergerak dibanding saat Covid-19 belum tersebar luas.

Untuk itu, di masa new normal ini sudah saatnya bangkit melatih kebugaran fisik. Seperti apa tipsnya?

Dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi Siloam Hospitals Balikpapan dr Stephanie Theodora SpKFR mengatakan, menjaga kebugaran tubuh sangat penting di masa pandemi. Mengingat hingga saat ini vaksin untuk virus ini masih belum ditemukan.

Dengan demikian, kebugaran merupakan salah satu cara untuk menjaga sistem imunitas tubuh. Sedangkan bugar adalah kondisi fungsional tubuh yang ditandai dengan kemampuan tubuh untuk toleransi beban latihan fisik yang secara terencana. Kemampuan seseorang untuk melakukan aktivitas sehari-hari secara maksimal. Membutuhkan daya tahan, fleksibilitas, dan kekuatan.

“Bugar ini berarti masih memiliki tenaga cadangan untuk melakukan kegiatan tambahan,” ungkapnya di sela webinar Health Talk Siloam Hospitals Balikpapan, Kamis (16/7).

Dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi Siloam Hospitals Balikpapan dr Stephanie Theodora SpKFR
Dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi Siloam Hospitals Balikpapan dr Stephanie Theodora SpKFR

Menurut dr Stephanie, menjaga kebugaran dengan latihan fisik, yaitu suatu aktivitas yang terencana, terstruktur, dan konsisten dengan melakukan gerakan berulang dan mempertahankan kebugaran fisik.

Manfaat latihan fisik adalah mampu membuat kadar hormon stress menurun, endorfin atau hormon senang meningkat, aliran darah dan getah bening meningkatkan di semua tempat termasuk di jantung, otak, ginjal, dan lainnya sehingga secara langsung akan mempengaruhi kinerja metabolisme dalam tubuh.

Tidak hanya itu, latihan fisik juga akan memperlambat proses penuaan karena lancarnya aliran darah dan metabolisme yang bekerja dengan baik saat latihan fisik.

“Terakhir, manfaat latihan fisik adalah mencegah kelemahan otot, baik otot jantung maupun organ lainnya di seluruh tubuh,” paparnya.

Dr Stephanie menyebutkan banyak yang harus diperhatikan saat menjalankan latihan fisik yang aman di masa pandemi. Untuk latihan fisik dalam ruangan, harus diperhatikan ventilasi dan sirkulasi udara yang cukup, latihan cukup tidak berlebihan, dalam kondisi fit, hidrasi baik, tidak merokok, tidak menggunakan pakaian yang terlalu tebal dan harus bisa menyerap keringat, gunakan sepatu yang tepat, dan penerangan yang baik. Sedangkan bagi yang ingin menjalankan latihan fisik di luar ruangan, sama seperti di dalam ruangan protokol kesehatan pun harus diterapkan.

“Bedanya sebaiknya tidak mengunjungi tempat keramaian, tidak menghadiri kumpulan sosial, lakukan sendirian atau bersama keluarga saja. Paling banyak maksimal 2 orang, dan jaga jarak. Jangan lupa bawa handuk dan masker pribadi, dan handsanitizer,” jelasnya,

Lebih lanjut dr Stephanie menyebutkan prinsip latihan fisik yang dilakukan selama pandemi sebaiknya dilakukan sebanyak 2-3 kali dalam seminggu.

Untuk durasi, sebaiknya dilakukan minimal 30 menit, dengan melakukan berbagai tahapan pemanasan selama lima menit, inti selama 20-35 menit, dan pendinginan selama 5 menit.

Semua tahapan ini tidak boleh dihilangkan. Sebab, pemanasan sangat berguna untuk mempersiapkan semua badan, baik sendi, otot, tulang, dan metabolisme sebelum menjalankan latihan fisik. Sedangkan, pendingin mengurangi risiko cedera setelah latihan berat.

Sementara itu, lanjut dia, intensitas latihan fisik yang disarankan adalah rendah dan sedang. Artinya, batas denyut nadi yang diperbolehkan adalah 40-85% dari denyut nadi maksimal.

Untuk menghitung denyut nadi maksimal adalah adalah 220 dikurangi usia. Misalnya, usia 20 tahun, denyut nadi maksimalnya adalah 200, sedangkan untuk latihan rendah dan sedangkan adalah 40-85% dari 200 itu.

“Tidak hanya itu, tipe latihan fisik disarankan untuk melakukan yang bervariasi, mulai dari aerobik, penguatan tubuh, fleksibilitas, dan keseimbangan,” papar dr Stephanie.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN