Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Media Gathering Tokopedia, Kamis (22/7).

Media Gathering Tokopedia, Kamis (22/7).

Tips Jaga Kesehatan Mental Anak Saat Pandemi

Jumat, 23 Juli 2021 | 07:40 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Tidak hanya orang tua, anak pun berpotensi rentan terhadap masalah kesehatan mental saat pandemi. Untuk itu, ada beberapa tips dalam menjaga kesehatan mental anak saat pandemi. Apa sajakah itu?

Psikolog Anak Fathya Artha Utami mengatakan, pandemi mendorong lebih banyak orang tua bekerja dari rumah sehingga menjaga produktivitas sambil mengasuh anak bisa menjadi tantangan tersendiri. Untuk itu, orang tua perlu saling berkompromi setiap hari atas peran dan tugas yang dijalani.

"Tentukan mana yang menjadi prioritas dan kapan saatnya perlu fokus ke keluarga," ungkapnya di sela Media Gathering Tokopedia, Kamis (22/7).

Menurut Fathya, banyak anak mengalami stres karena tekanan yang terjadi di rumah selama pandemi. Perubahan perilaku dan emosional serta adanya keluhan fisik pada anak adalah beberapa ciri stres yang bisa dialami anak. Kepekaan orang tua untuk mendeteksi perilaku stres pada anak sangat dibutuhkan demi menjaga kesehatan mental keluarga. Caranya bisa mengomunikasikan emosi dengan anak secara jujur agar tahu kebutuhan mereka.

Psikolog Anak Fathya Artha Utami
Psikolog Anak Fathya Artha Utami

"Dengan mengomunikasikan secara jujur, orang tua dan anak akan dapat menyusun strategi untuk saling menenangkan emosi yang dirasakan. Pahami juga bahwa semua emosi yang dirasakan itu benar dan diterima," paparnya.

Lebih lanjut Fathya mengatakan sama halnya dengan orang tua, selama pandemi, anak pun bisa merasakan sedih, takut, tidak aman dan frustasi. Bedanya, orang tua lebih mampu untuk mengelola dan mengekspresikan emosi.

“Untuk itu, orang tua perlu mendampingi anak dalam mengelola emosi dengan metode HADIR: Hadapi dengan tenang, Anggap semua perasaannya penting, Dengarkan tanpa distraksi, Ingat untuk bantu menamai emosi anak dan Rembukan opsi, batasan serta solusi masalah,” tuturnya. 

Pada kesempatan yang sama, External Communications Senior Lead Tokopedia, Ekhel Chandra Wijaya, mengungkapkan pihaknya aktif menggandeng para mitra strategis lain, termasuk Big Bad Wolf (BBW), untuk mendukung penanganan pandemi, salah satunya membantu anak-anak terpapar Covid-19. Dengan memberikan ribuan buku untuk anak-anak yang dirawat di Wisma Atlet.

"Kami berharap buku-buku ini bisa mengisi waktu dan mendorong semangat anak-anak terpapar Covid-19 selama perawatan dan pemulihan di Wisma Atlet,” tutup Ekhel.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN