Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gabriella Christy (Finance Director Prevent Homedik),  dr  Daeng M  Faqih  (Ketua Umum IDI), dan Reiner B  Rahardja  (CEO Tokoin Group) pada seremoni penyerahan donasi 1.000  alat rapid test Tokoin. (Ist)

Gabriella Christy (Finance Director Prevent Homedik), dr Daeng M Faqih (Ketua Umum IDI), dan Reiner B Rahardja (CEO Tokoin Group) pada seremoni penyerahan donasi 1.000 alat rapid test Tokoin. (Ist)

Tokoin Donasikan 1.000 Alat 'Rapid Test' untuk Tenaga Medis

Indah Handayani, Selasa, 7 April 2020 | 12:36 WIB

JAKARTA, Investor.id- Perusahaan blockchain, Tokoin Indonesia, bekerja sama dengan Prevent, perusahaan alat kesehatan uji cepat (rapid test) diagnostik, mengajak para milenial Indonesia berpartisipasi dalam gerakan melawan Covid-19.

Kerja sama itu dituangkan dalam gerakan bertajuk Tokoin Care #TokoinPeduli. Pada fase pertama, partisipasi Tokoin dalam gerakan #MilenialMelawanCorona secara nasional diwujudkan dengan donasi 1.000 alat rapid test kepada para dokter dan tenaga medis melalui Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Menurut Chief Executive Officer (CEO) Tokoin, Reiner Rahardja, donasi tersebut ditujukan untuk  mendukung dan membantu tenaga medis Indonesia yang sedang berjuang mengatasi Covid-19.

Donasi, kata Reiner, juga akan disalurkan untuk mencukupi kebutuhan peralatan medis lainnya yang saat ini mengalami kelangkaan akibat meningkatnya kebutuhan.

“Momen hari ini juga menjadi kick-off dari gerakan donasi massal yang kami lakukan secara besar melalui sistem blockchain. Dengan begitu, fase donasi berikutnya akan lebih banyak individu maupun perusahaan yang terlibat,” ujar Reiner dalam keterangan pers di Jakarta, Senin (7/4).

Reiner menjelaskan, garda terdepan yang melawan Covid-19 sejatinya bukanlah tenaga medis, melainkan semua orang yang masih merasa sehat.

Dia menegaskan, tugas utama perang melawan Covid-19 adalah tetap di rumah, jangan keluyuran, atau berkumpul. Sebab setiap orang bisa saja mengidap Covid-19. Hanya saja, karena tubuhnya kuat, ia tidak sakit. Meski sehat, ia menjadi pembawa (carrier) virus yang menularkan kepada yang lemah.

“Sedangkan tim medis adalah garda pertahanan terakhir yang mencegah agar tidak lebih banyak menimbulkan korban jiwa. Itulah kenapa kita harus mendukung garda terakhir,” tandas dia.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN