Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Spesialis penyakit dalam di Siloam Hospitals Surabaya, dr Irene Stephanie Surjadibrata, pada seminar bertema Metabolic Syndrome dan Penangananya yang diselenggarakan oleh Praxis bersama Intiland dan Siloam Hospitals Surabaya di Danora Praxis Surabaya, Kamis (28/11/2019) malam. Foto:Amrozi Amenan

Spesialis penyakit dalam di Siloam Hospitals Surabaya, dr Irene Stephanie Surjadibrata, pada seminar bertema Metabolic Syndrome dan Penangananya yang diselenggarakan oleh Praxis bersama Intiland dan Siloam Hospitals Surabaya di Danora Praxis Surabaya, Kamis (28/11/2019) malam. Foto:Amrozi Amenan

Tren Usia Penderita Metabolic Syndrome Semakin Muda

Amrozi Amenan, Jumat, 29 November 2019 | 02:10 WIB

SURABAYA, investor,id -Tren usia penderita metabolic syndrome sekarang semakin muda. Pola makan dan gaya hidup yang tidak seimbang dapat menjadi salah satu pemicu munculnya gejala metabolic syndrome.

Gejala tersebut merupakan gangguan kesehatan yang terjadi secara bersamaan. Gangguan itu meliputi peningkatan tekanan darah tinggi, penumpukan lemak di perut, serta kenaikan kadar gula darah, kolesterol, dan trigliserida. Seseorang dikatakan menderita metabolic syndrome jika mengalami sedikitnya tiga dari lima kondisi, yaitu hipertensi, hiperkolesterolemia, trigliserida tinggi, diabetes, dan obesitas.

Diabetes mellitus merupakan salah satu penyakit yang paling banyak diderita oleh penduduk Indonesia. Hal ini terbukti dengan masuknya Indonesia sebagai 10 besar negara dengan penderita diabetes terbanyak di dunia. Dengan tindakan preventif yang dilakukan bersama dan kesadaran masyarakat akan faktor resiko dari penyakit ini diharapkan angka penderita diabetes dapat menurun.

Spesialis penyakit dalam di Siloam Hospitals Surabaya, dr Irene Stephanie Surjadibrata mengatakan bahwa tren usia penderita metabolic syndrome sekarang ini semakin muda.

“Dulu metabolic syndrome mulai muncul di usia 60 tahun, tapi sekarang usia 40-an sudah bisa menderita tiga dari lima kondisi dari metabolic syndrome ini,” katanya pada seminar awam bertema “Metabolic Syndrome dan Penangananya ” di Danora Praxis Surabaya, Kamis (28/11/2019) malam.

Spesialis penyakit dalam di Siloam Hospitals Surabaya, dr Irene Stephanie Surjadibrata, pada seminar bertema Metabolic Syndrome dan Penangananya yang diselenggarakan oleh Praxis bersama Intiland dan Siloam Hospitals Surabaya di Danora Praxis Surabaya, Kamis (28/11/2019) malam. Foto:Amrozi Amenan
Spesialis penyakit dalam di Siloam Hospitals Surabaya, dr Irene Stephanie Surjadibrata, pada seminar bertema Metabolic Syndrome dan Penangananya yang diselenggarakan oleh Praxis bersama Intiland dan Siloam Hospitals Surabaya di Danora Praxis Surabaya, Kamis (28/11/2019) malam. Foto:Amrozi Amenan

Seminar yang diselenggarakan oleh Praxis dan didukung oleh Intiland dan Siloam Hospitals Surabaya ini bertujuan agar masyarakat mendapatkan pengetahuan yang menyeluruh mengenai metabolic syndrome serta mengetahui tindakan pencegahannya.

“Tindakan preventif yang bisa dilakukan adalah batasi konsumsi karbohidrat, hindari obesitas, olahraga teratur, dan medical checkup rutin setidaknya setahun sekali untuk usia 40 tahun ke atas,” ujar dokter yang menyelesaikan pendidikan kedokteran dan spesialisnya di Universitas Airlangga Surabaya ini.

Business Development Siloam Hospitals Surabaya dr Chandra Wijaya mengatakan melalui acara ini, Siloam Hospitals Surabaya mengajak masyarakat untuk rutin melakukan medical checkup sebagai salah satu tindakan preventif. “Kami mengharapkan medical checkup menjadi salah satu trend dalam masyarakt agar dapat menekan angka penderita metabolic syndrome,” terang dr Chandra.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA