Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi sampah plastik

Ilustrasi sampah plastik

Unilever Gunakan Kemasan Daur Ulang Limbah Plastik Pesisir Laut

Rabu, 8 Juli 2020 | 14:33 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Sampah plastik masih menjadi tantangan yang dihadapi Indonesia dan dunia, terutama yang berakhir di lautan.

Di Indonesia, LIPI menyebutkan bahwa sampah di kawasan pesisir Indonesia didominasi oleh plastik yaitu sebanyak 36-38%, dan menjadi ancaman besar bagi kerusakan ekosistem laut. Jika tidak diatasi, diprediksi limbah sampah plastik di laut secara global dapat meningkat hingga 300% dalam rentang waktu 2010 hingga 2050, bahkan jumlahnya dapat melebihi ikan di lautan.

Untuk mengatasi masalah ini, semua pihak bisa berperan membuat perubahan, termasuk para beauty enthusiasts sebagai konsumen dari produk-produk personal care.

Ira Noviarti selaku Beauty & Personal Care Director PT Unilever Indonesia Tbk mengatakan di tengah keresahan terhadap permasalahan sampah plastik yang berakhir di lautan, beauty enthusiasts di berbagai belahan dunia mulai bergerak mempopulerkan tren ‘Blue Beauty’, sebuah gerakan untuk menggunakan produk personal care yang berkomitmen terhadap kelestarian laut dan ekosistemnya.

“Tren ini menekankan pentingnya penggunaan bahan alami secara inovatif serta bahan kemasan yang mudah terurai, dapat didaur ulang, atau terbuat dari hasil daur ulang sehingga life cycle-nya tidak mencemari lingkungan laut,” ungkapnya dalam keterangan pers diterima Rabu (8/7).

Menurut Ira, pihaknya percaya bahwa melakukan perawatan kecantikan diri dapat dilakukan tanpa harus merusak bumi, untuk itu pihaknya menghadirkan Love Beauty and Planet ‘Clean Oceans Edition’ sebagai produk personal care pertama di Indonesia yang menggunakan ocean-bound plastic, yaitu teknologi kemasan daur ulang dari limbah plastik di pesisir yang sejalan dengan tren ‘Blue Beauty’ atau sering disebut sebagai ‘the new sustainable beauty movement for 2020’.

Tidak hanya itu, seluruh botol kemasan rangkaian produk tersebut juga dapat didaur ulang sehingga mendukung komitmen jangka panjang Unilever untuk membuat 100% kemasan plastik yang diproduksi menjadi recyclable, compostable, atau reusable.

Seiring dengan kehadiran rangkaian produk tersebut, Ira menambahkan pihaknya juga mengusung campaign #SmallActsofLove untuk mengajak beauty enthusiasts mulai lebih peduli terhadap kelestarian bumi melalui hal-hal kecil yang bisa dilakukan sehari- hari. Oleh karena itu, pihaknya bekerja sama dengan Yayasan Carbon Ethics Indonesia, akan mengonversikan penjualan 'Clean Oceans Edition' menjadi bentuk donasi untuk menanam 2.000 coral baru di Taman Nasional Kepulauan Seribu. Taman Nasional Kepulauan Seribu merupakan salah satu Asean Heritage Parks, yaitu penghargaan tertinggi terhadap kawasan konservasi di Asia Tenggara yang patut dilindungi karena keberagaman hayati dan ekosistemnya.

Sementara itu, Agung Bimo Listyanu, Co-Founder Yayasan Carbon Ethics Indonesia, menjelaskan coral, atau terumbu karang, memiliki peranan yang sangat penting untuk kehidupan di bumi.

Selain merupakan penunjang 25% kehidupan laut baik sebagai habitat dan sumber makanan biota laut lainnya, terumbu karang juga mempunyai peran penting untuk melindungi masyarakat pesisir dari terjangan ombak dan mengurangi tingkat pemanasan global karena memiliki kemampuan untuk menyerap karbondioksida.

“Oleh karena itu, kami sangat menyambut baik inisiatif Love Beauty and Planet, sebagai bagian dari industri kecantikan, untuk mendukung konservasi terumbu karang demi terciptanya bumi Indonesia yang lebih baik,” tutup Agung.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN