Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Seorang perawat sedang membantu pasien Covid-19 yang memakai masker wajah produksi Decathlon, yang menyerupai alat snorkeling, di bangsal Covid di Rumah Sakit Maria Pia, di Turin, Italia pada 7 April 2020. Masker buatan Decathlon itu merupakan alat CPAP (Continuous Positive Airway Pressure) untuk penderita Covid-19. ( Foto: MARCO BERTORELLO / AFP )

Seorang perawat sedang membantu pasien Covid-19 yang memakai masker wajah produksi Decathlon, yang menyerupai alat snorkeling, di bangsal Covid di Rumah Sakit Maria Pia, di Turin, Italia pada 7 April 2020. Masker buatan Decathlon itu merupakan alat CPAP (Continuous Positive Airway Pressure) untuk penderita Covid-19. ( Foto: MARCO BERTORELLO / AFP )

Waspada Gejala Long Covid Bagi Penderita Penyakit Kronis

Selasa, 13 April 2021 | 22:35 WIB
Mardiana Makmun (mardiana@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id – Penderita penyakit kronis yang telah sembuh dari Covid-19 harus tetap menjalankan kepatuhan pengobatan. Ini karena meski sudah negatif, namun mereka masih merasakan gejala Covid-19 dalam waktu lama atau disebut Long Covid.

Kasus penularan virus Covid-19 di Indonesia masih berlanjut. Berdasarkan data dari Center for Systems Science and Engineering (CSSE) per 11 April 2021, Indonesia menempati urutan pertama dengan kasus penyebaran virus Covid-19 tertinggi di Asia Tenggara mencapai 1.566.995 kasus. Dari total tersebut, jumlah kasus yang meninggal mencapai 42.530 jiwa dan yang sembuh sekitar 1.414.507 orang. Namun tingginya angka kesembuhan masih menyisakan kekhawatiran bagi para “alumni Covid” yaitu gejala Covid lebih lama dari biasanya atau disebut dengan Long Covid terlebih bagi yang memiliki penyakit kronis.

“Mantan penderita Covid-19 yang memiliki penyakit kronis tentunya tetap memerlukan pengobatan rutin, agar kondisi penyakitnya tidak memunculkan komplikasi ke organ yang lain. Terlebih adanya Long Covid, yaitu pasien yang sudah pernah terinfeksi virus Covid-19 masih mengeluhkan gejala setelah dinyatakan sembuh. Jadi, bagi penderita penyakit kronis diperlukan kewaspadaan yang tinggi untuk dapat menjaga kepatuhan pengobatannya. Karena mayoritas penderita Covid-19 dapat mengalami Long Covid,” kata dr. Edward Suryajaya, Medical Consultant Lifepack.id.

Berdasarkan hasil survei kepada 463 pasien yang dilakukan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan Rumah Sakit Persahabatan, dalam rentang bulan Desember 2020 hingga bulan Januari 2021, ditemukan bahwa terdapat 63,5 % pasien di antaranya mengalami Long Covid dengan menimbulkan berbagai macam gejala.

"Gejala Long Covid mirip dengan penderita Covid-19 pada umumnya seperti; kelelahan, sesak nafas, batuk, nyeri sendi dan otot, dada berdebar, nyeri dada, gangguan indera penciuman, demam, susah tidur, dan sakit kepala. Adapun tambahan pada masalah psikologis, seperti sulit berkonsentrasi, cemas, dan depresi. Selain itu, keluhan-keluhan lainnya yang saat ini masih dalam kajian di beberapa jurnal kesehatan. Karena, virus Covid-19 ini dari sisi keilmuan masih tergolong baru dan masih terus bermutasi. Maka dari itu, tetap patuhi protokol kesehatan, dan jika diperlukan konsultasi ke dokter bila ada keluhan.” ujar dr. Edward.

dr. Edward menambahkan, selain mematuhi protokol kesehatan secara umum, perlu diperhatikan juga asupan makanan yang tepat serta berolahraga secara teratur, “Diet sehat, makan-makanan yang bergizi dan makan teratur dengan konsumsi sayur dan buah. Lalu diselingi dengan olahraga ringan setidaknya 15 menit setiap hari, dan berjemur antara jam 7-9 pagi. Selain itu, bagi penderita penyakit kronis harus rutin mengonsumsi obat dan selalu dalam pengawasan dokter.”

Bagi penderita penyakit kronis, kepatuhan pengobatan harus selalu diperhatikan, karena jika lalai dalam pengobatan dapat menyebabkan resiko penyakit bertambah parah.

“Sebagai contoh pada penderita hipertensi atau tekanan darah tinggi, jika tensinya tidak terkontrol dapat mengakibatkan risiko cerebrovascular seperti stroke, dan serangan jantung. Atau jika memiliki penyakit diabetes melitus, jika kadar gula tidak terkontrol, dapat terjadi gangguan pada ginjal dan mata. Untuk itu, diperlukan tekad yang kuat dari pasien maupun keluarga pasien untuk memperbaiki gaya hidup agar lebih sehat, dan yang terpenting adalah kepatuhan dalam mengonsumsi obat yang dianjurkan oleh dokter.” ungkap dr. Edward

Menurut Kimberly DeFronzo, R.Ph., M.S., M.B.A. dari Center for Drug Evaluation and Research, mengikuti aturan minum obat dari dokter sangat penting. Apalagi bagi penderita penyakit kronis yang tidak boleh sama sekali melewatkan konsumsi obat secara rutin.

Untuk membantu meningkatkan kepatuhan pengobatan masyarakat Indonesia, saat ini pemanfaatan layanan kesehatan secara online tentunya dapat memberikan kemudahan. Salah satunya bagi mantan penderita Covid yang mengidap riwayat penyakit kronis yang masih memiliki kekhawatiran pada gejala Long Covid yang dapat muncul secara tiba-tiba.

"Aapotek online Lifepack dapat membantu masyarakat memberikan layanan konsultasi dokter umum secara gratis dan membeli obat yang dibutuhkan secara online tanpa harus keluar rumah. Untuk mewujudkan komitmen tersebut, apotek online Lifepack memberikan promo khusus gratis ongkos kirim untuk tipe pengiriman reguler tanpa minimum transaksi ke seluruh wilayah di Indonesia.” tutup April Cabello, Chief Marketing Officer Lifepack & Jovee.

Editor : Mardiana Makmun (nana_makmun@yahoo.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN