Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Dokter spesialis bedah konsultan bedah digestif Siloam Hospitals Surabaya dr F Siusanto Hadi SpB-KBD  dalam Bincang Sehat Siloam Hospitals Surabaya, Rabu (28/10).

Dokter spesialis bedah konsultan bedah digestif Siloam Hospitals Surabaya dr F Siusanto Hadi SpB-KBD dalam Bincang Sehat Siloam Hospitals Surabaya, Rabu (28/10).

Waspada Wasir Selama WFH

Rabu, 28 Oktober 2020 | 18:56 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Selama Work From Home (WFH), kebanyakan orang aktivitasnya hanya dilakukan di rumah saja. Bahkan, sebagian besar waktu dihabiskan dengan duduk saja, baik saat bekerja, belajar, hingga bersantai. Hal ini berpotensi akan menimbulkan wasir, mengapa demikian?

Dokter spesialis bedah konsultan bedah digestif Siloam Hospitals Surabaya dr F Siusanto Hadi SpB-KBD mengatakan dalam sebuah studi yang dilakukan pada 2008 kepada 6.300 orang di Amerika Serikat (AS) menunjukkan bahwa pada masa normal setidaknya orang AS menghabiskan waktu 7,7 jam perhari hanya untuk duduk. Namun, angka tersebut naik dalam temuan terbaru. 

Temuan terbaru tersebut menyebut pada masa pandemi atau sejak Maret menunjukkan di AS meningkat durasi duduk sebanyak 3 jam perhari atau menjadi selama 11,7 jam hanya untuk duduk. Sedangkan di Inggris, Prancis, Spanyol, dan Kanada meningkat 2 jam sehari. Serta di Belanda, Denmark, Belgia, dan Austria meningkat 1 jam sehari.

“Angka tersebut menunjukkan bahwa selama pandemi dan melakukan WFH masyarakat lebih banyak menghabiskan waktunya hanya dengan duduk saja. Padahal, banyak risiko penyakit yang bisa muncul akibat duduk terlalu lama. Salah satunya adalah Hemoroid atau yang dikenal orang awam dengan wasir,” ungkap dokter yang akrab disapa dr Sius nya di sela Bincang Sehat Siloam Hospitals Surabaya, Rabu (28/10).

Menurut dr Sius, wasir terjadi ketika ada pembesaran pembuluh darah di sekitar anus yang disebabkan oleh proses pembengkakan dari pembuluh darah tersebut. Pembengkakkan tersebut karena adanya penekanan yang terjadi secara terus menerus pada tulang ekor karena posisi duduk yang salah. Padahal di depan tulang ekor terdapat usus besar yang menjadi saluran terakhir dalam pencernaan dan menjadi pembuangan akhir feses.

“Diantara tulang ekor dan usus besar ini terdapat banyak pembuluh darah, apabila terjadi penekanan di area ini tentu saja akan membuat pembuluh darah menjadi tidak lancar dan bengkak, sehingga pada akhirnya malah akan menimbulkan wasir,” jelas dia.

Dr Sius menyebutkan setidaknya ada tiga tipe hemoroid. Pertama, tipe hemoroid internal, yaitu pembengkakan pembuluh darah yang terjadi dalam anus dan tidak terlihat. Kedua adalah hemoroid eksternal adalah kondisi jika pembengkakan terjadi di luar anus, yaitu dekat lubang anus, dan terasa lebih nyeri.

Ketiga ada pula hemoroid campuran yang terjadi pembengkakan di area dalam dan luar. Dalam penanganannya, saat ini wasir bisa dilakukan dengan menggunakan teknologi laser disebut dengan laser hemorrhoidoplasty.

Sedangkan pencegahannya, lanjut dr Sius, ada empat cara yang bisa dilakukan. Pertama, yaitu diet sebaiknya mengkonsumsi sayur dan buah berwarna-warni. Kedua, melakukan olahraga yang teratur. Ketiga, memperhatikan posisi duduk yang benar.

Caranya adalah dengan duduk tegak seperti posisi berdiri dan duduk tepat diatas tulang duduk, sehingga menghindari adanya penekanan pada tulang ekor. Selain itu, sempatkan untuk berdiri selama 30-60 detik setiap satu jam ketika sedang duduk lama. Kalaupun tidak bisa berdiri sebaiknya melakukan beberapa gerakan peregangan.

Keempat, dr Sius menyebutkan tidak mengejan saat Buang Air Besar (BAB). Hal ini juga dipengaruhi oleh posisi duduk saat BAB. Sebab, hal ini akan membuat posisi anus membentuk siku ketika dalam posisi duduk saat BAB.

Untuk itu, sebaiknya saat BAB tidak dalam posisi duduk atau jongkok saja. “Namun, bagi mereka yang terbiasa menggunakan kloset duduk, sebaiknya disiasati dengan menyediakan pijakan yang bisa membentuk posisi jongkok saat BAB,” tutupnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN