Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Acara konferensi media virtual peluncuran Nestle Ideal, minuman berfortifikasi zat gizi mikro yang tinggi kalsium, tinggi zat besi, serta zink, dan Vitamin A, C, D, pada 16 September 2020.

Acara konferensi media virtual peluncuran Nestle Ideal, minuman berfortifikasi zat gizi mikro yang tinggi kalsium, tinggi zat besi, serta zink, dan Vitamin A, C, D, pada 16 September 2020.

Zat Gizi Mikro, Jumlahnya Sedikit Tapi Sering Terabaikan

Rabu, 16 September 2020 | 16:55 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Meskipun dibutuhkan hanya dalam jumlah yang sedikit, zat gizi mikro sering terabaikan pemenuhannya. Hal ini terbukti dengan tingginya angka kekurangan zat gizi mikro pada anak Indonesia, misalnya 50% kurang konsumsi zat besi, 60% kurang konsumsi zink, 80% kurang konsumsi kalsium, 70% kurang konsumsi vitamin A dan C, dan 45% kekurangan vitamin D.

Menurut dokter yang juga pemerhati dan praktisi kesehatan dr Lula Kamal, zat gizi mikro memang hanya sedikit dibutuhkan tubuh. Namun, ketika tidak terpenuhi kebutuhannya tentu akan berdampak pada tubuh, misalnya, organ dalam tubuh tidak berfungsi secara optimal.

Mirisnya, kekurangan zat gizi mikro tinggi masih dialami oleh anak Indonesia, mulai dari kalsium, zat besi, zinc, hingga vitamin A, C, dan D. Hal ini tentu akan memengaruhi kesehatan mereka, seperti kekurangan kalsium yang tidak hanya akan berpengaruh pada kesehatan tulang, tapi juga pada kesehatan gigi, gusi, dan masa otot.

“Kekurangan zat gizi mikro sering kali terabaikan. Padahal, fungsi dari zat gizi mikro ini sangat besar bagi tubuh,” ungkapnya disela Konferensi Media Virtual Peluncuran Nestle Ideal, Rabu (16/9).

Parahnya, lanjut Lula, kekurangan zat gizi mikro ini sangat sulit untuk dideteksi mengingat gejala yang ditunjukan tidak terlalu jelas dan tidak langsung. Misalnya saja, apabila kekurangan kalsium, hal ini berpotensi menyebabkan osteoporosis pada anak-anak saat berusia dewasa. Belum lagi, pada mereka yang defisiensi zat besi di mana gejalanya kerap hanya menunjukan kurang konsentrasi dan lesu.

“Untuk itu, para ibu harus memperhatikan pemenuhan zat gizi mikro kepada anak mereka,” paparnya.

Business Executive Officer Dairy Nestlé Indonesia Windy Cahyaning Wulan mengatakan, memahami pentingnya pemenuhan zat gizi mikro dalam proses tumbuh kembang anak serta bagi keluarga Indonesia maka pihaknya menghadirkan Nestlé Ideal minuman berfortifikasi zat gizi mikro yang tinggi kalsium, tinggi zat besi, serta zinc, dan Vitamin A, C, D dengan harga yang terjangkau untuk membantu mencukupi kebutuhan gizi mikro harian.

“Disamping itu, kami juga menjalankan program Nutrisi Keliling Ideal yang bertujuan mengedukasi dan menjangkau satu juta keluarga Indonesia di berbagai daerah, dimulai dari wilayah Jawa Barat dan Pulau Sumatera,” jelasnya.

Sementara itu, Atalia Kamil selaku Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Provinsi Jawa Barat dan isteri dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, menegaskan perlu adanya edukasi menyeluruh akan pentingnya gizi makro maupun mikro di Provinsi Jawa Barat.

Zat gizi mikro merupakan hal yang seringkali luput dari perhatian oleh karena itu edukasi lebih lanjut mengenai hal ini tentunya diperlukan. Saat ini, berbagai program telah kami jalankan seperti Siaran Keliling (Sarling), Ojek Makanan Bayi (Omaba), maupun program POKJA IV PKK (Perbaikan Gizi).

“Di samping itu, saya juga menyadari bahwa masyarakat membutuhkan adanya akses yang lebih baik akan makanan dan minuman bernutrisi,” katanya.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN