Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Founder EMtrade Ellen May. Sumber: BSTV

Founder EMtrade Ellen May. Sumber: BSTV

Dewasa Berinvestasi, Berikut Tips dari Ellen May

Jumat, 8 Oktober 2021 | 09:24 WIB
Muhammad Ghafur Fadillah (muhamad.ghafurfadillah@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Kerugian yang seringkali dialami oleh para investor pemula diakibatkan oleh cara pandang yang salah dalam berinvestasi. Agar tak terulang, simak beberapa tips dari para ahli yakni Ceo dan Founder EM Trade Ellen May dalam peluncuran aplikasi Siminvest dari Sinarmas Sekuritas.

Dalam kesempatan itu, CEO dan Founder EMtrade Ellen May menjelaskan, bahwa Fear dan Greed menjadi masalah yang seringkali dijumpai pada investor pemula dan membawa kerugian. Dalam berinvestasi, dua hal ini mempunyai peran yang penting.

“Semisal, ketika pasar saham sepeti saat in yangs edang berttumbuh, sifat greed akan membawa para investor untuk terus mengoleksi saham-saham dengan potensi keuntungan yang besar saja tanpa memperhatikan fundamental maupun likuiditasnya,” jelasnya dalam Webinar SimInvest, Kamis (7/10).

Selain itu, lanjut Ellen tantangan yang kedua, yakni kecenderungan para investor pemula untuk membeli saham berdasarkan tren atau biasa disebut dengan herd trading. Ini, bisa terjadi akibat rendahnya pengetahuan soal saham-saham yang tepat untuk dikoleksi. Kasus yang biasa terjadi adalah para investor yang termakan pom-pom saham.

“Untuk itu, dalam aplikasi Siminvest ini tersedia berbagai fitur menarik yang bisa dipelajari oleh para investor pemula. Sehingga, sebelum berinvestasi setidaknya investor paham dulu mengenai pasar modal Indonesia,” ujarnya.

Untuk diketahui, lewat aplikasi SimInvest, para nasabah dapat dengan mudah mendaftar, serta mudah berinvestasi baik saham maupun reksadana. Nasabah juga, dapat dengan mudah melakukan order, memantau history dan portofolio sesuai dengan keinginan.

Siminvest memiliki tampilan dan fitur yang lengkap dengan tujuan mempermudah para milenial dalam bertransaksi. SimInvest mobile yang dapat diunduh dari Google Play Store atau App Store.

Ellen melanjutkan, hal pertama yang harus ditanamkan sebelum berinvestasi yakni mindset yang nantinya akan dilengkapi dengan basic skill seperti analisa saham lewat secara teknikal maupun fundamental. Menurutnya, jangan menjadikan pasar saham sebagai mesin uang yang diharapkan memberikan uang yang besar dalam waktu singkat.

Secara psikologis, tingginya harapan cuan yang dilatarbelakangi oleh permasalahan pribadi tidak bisa menjadi landasan saat berinvestasi. Tanamkan mindset berinvestasi, dengan harapan dapat memberikan return secara konsisten dan juga sustainable dari tahun ke tahun.

“Jadi sebelum kita belajar soal manage resiko, sebaiknya kita atur dulu ekspektasinya. Dengan ekspektasi yang tidak terlalu tinggi ke pasar, maka kita bisa fokus kepada proses belajarnya dan kemudian bisa membatasi resiko dengan nyaman,’ ujarnya.

Sebagai contoh, tingginya para investor belum lama ini berbondong-bondong membeli saham pada sektor pertambangan yang sedang meningkat kinerjanya. Hal itu, menurut Ellen seharusnya sudah dilakukan pada awal Januari 2021 yang lalu. Dalam berinvestasi, fear dan greed seringkali menghilangkan fokus berinvestasi.

Dengan mampu mengontrol fear dan greed, investor dapat mengambil keputusan dengan baik dalam setiap langkahnya, baik dalam keputusan beli, profit taking, stop loss sesuai dengan peluang yang ada di market.

Kinerja Indeks 

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Riset Sinarmas Sekuritas Jeff Tan memaparkan, saat ini indeks mulai menunjukkan pemulihan kinerja. Momentum ini, dapat dimanfaatkan oleh para untuk mencermati saham-saham blue chip.

“Membaiknya kinerja IHSG dapat dilihat dari nilai netbuy asing yang terus meningkat, diawali dari Mei total net inflow pada indeks LQ45 berjumlah Rp1,2 triliun. Jumlah ini, terus naik secara bulanan, data terakhir menunjukkan pada akhir September 2021 netflow asing capai Rp 8 triliun.

Menurut Jeff, meningkatnya indeks pada beberapa hari kebelakang ditopan oleh saham-saham blue chips yang tergabung dalam LQ45. Pun bagi para investor, ini jadi saat yang tepat untuk masuk ke pasar saham pada saham-saham blue chips yang valuasinya masih rendah dan berpotensi naik.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN