Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi investasi. (Foto: Pixabay)

Ilustrasi investasi. (Foto: Pixabay)

Apa itu Letter of Credit? Pengertian, Jenis, dan Mekanismenya

Senin, 9 Mei 2022 | 10:26 WIB
Lona Olavia

JAKARTA, investor.id - Letter of credit atau L/C adalah salah satu metode pembayaran yang digunakan dalam perdagangan internasional. Dikutip dari Pintu Academy, L/C adalah dokumen yang sengaja dikeluarkan pihak bank untuk  menjamin pembayaran dari pihak importir kepada eksportir. Salah satu fungsi L/C adalah untuk memudahkan transaksi pembayaran, baik untuk importir yang melakukan pembelian maupun eksportir yang menjual sejumlah barang.

Eksportir bisa menerima pembayaran lebih cepat karena pembayaran akan ditanggung oleh pihak bank terlebih dahulu. Begitu juga dengan importir yang tidak perlu menunggu barang datang terlalu lama. Selain itu, fasilitas kredit yang prosesnya dijamin oleh pihak perbankan ini bisa membantu importir dalam menentukan waktu pembayaran sesuai kemampuan. Baik pembayaran secara langsung atau ditangguhkan terlebih dulu berdasarkan jangka waktu tertentu.

Dengan adanya L/C, segala bentuk transaksi pembayaran bisa dilakukan dengan aman, karena ada dalam otorisasi pihak perbankan. Dengan kata lain, pembayaran tersebut hanya bisa cair jika pihak penjual maupun pembeli telah mencapai kata sepakat.

Setelah mengetahui secara jelas pengertian dan fungsi L/C, kamu juga perlu mengetahui bagaimana mekanisme L/C. Bicara soal mekanisme, sebenarnya ada beberapa aturan berbeda terkait L/C ini karena semua tergantung kebijakan tiap-tiap pihak perbankan.

Baca juga: Ini Tips Investasi Kripto Ala Sribu dan Lagi Cuan

Meski setiap bank memiliki aturan dan mekanisme tersendiri, tetap saja L/C ini dinilai lebih aman dari pada metode lainnya. Sebab, L/C memang seringkali tak memberi aturan yang rumit dan bersifat netral bagi kedua belah pihak.

Adapun, langkah pertama yang harus dilakukan oleh importir selaku applicant adalah melakukan pengajuan L/C pada pihak bank terlebih dulu. Langkah selanjutnya adalah pihak eksportir melakukan penyerahan barang pada kurir untuk dikirim dan menyiapkan dokumen-dokumen seperti invoice, daftar produk, bill of lading, dan dokumen lainnya.

Apabila semua barang sudah diterima dengan selamat oleh pihak importir, maka Issuing Bank akan mentransfer sejumlah pembayaran ke Advising Bank. Mengingat kemudahan dan struktur keamanannya, tak heran jika L/C disukai banyak pihak.

Bagi kamu yang mungkin ingin mencoba menggunakan sistem pembayaran semacam ini, coba kenali dulu jenis-jenisnya. Yakni, Revocable Letter of Credit merupakan L/C yang bisa dibatalkan atau diubah kapanpun secara sepihak oleh pihak bank pembuka. Lalu ada Irrevocable Letter of Credit, jenis transaksi ini tidak bisa dibatalkan secara sepihak selama masa perjanjian berlaku. Kemudian, Revolving Letter of Credit di mana kedua pihak yang saling melakukan transaksi bisa menggunakan kembali kredit yang dimiliki guna melakukan transaksi berbeda. Terakhir, Sight Letter of Credit yang pembayarannya dilakukan secara langsung dan real-time ketika dokumen diterima pihak bank.

 

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN