Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi investasi: Foto: newsklikpositif.com

Ilustrasi investasi: Foto: newsklikpositif.com

Apa itu Delisting, Listing, dan Relisting dalam Investasi?

Jumat, 3 Juni 2022 | 10:40 WIB
Lona Olavia (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Buat kamu yang baru saja mulai mendalami investasi mungkin merasa asing dengan berbagai istilah-istilah baru seperti bearish dan bullish, all time high (ATH), hingga listing dan delisting

Secara umum, pengertian perusahaan listing adalah semua emiten yang terdaftar dalam bursa dan menjual sahamnya kepada publik. Sementara itu, pengertian listing dalam pasar modal adalah saham perusahaan yang telah terdaftar dalam bursa saham. Untuk bisa terdaftar dalam bursa saham, perusahaan harus memenuhi persyaratan tertentu dan mengikuti peraturan yang ada di bursa saham tempat perusahaan tersebut terdaftar.

Baca juga: Listing Perdana Saham Cilacap Samudera (ASHA) Sentuh ARA

Masing-masing bursa saham memiliki persyaratan yang berbeda-beda bagi emiten yang ingin mendaftarkan saham mereka. Misalnya seperti Bursa Efek Indonesia yang memberikan beberapa persyaratan sebagai berikut:

  • Perusahaan adalah badan hukum berbentuk Perseroan Terbatas (PT)
  • Operasional pada core business yang sama minimal 36 bulan
  • Membukukan laba pada 1 tahun buku terakhir
  • Laporan keuangan auditan minimal 3 tahun
  • Opini laporan keuangan: wajar tanpa pengecualian (2 tahun terakhir)
  • Memiliki aktiva berwujud bersih lebih dari Rp100 miliar
  • Jumlah pemegang saham minimal 1.000 pihak

Sama seperti definisi listing dalam pasar modal atau saham, dikutip dari Pintu Academy, listing kripto adalah istilah yang digunakan ketika suatu cryptocurrency atau mata uang kripto mulai diperjualbelikan dalam bursa kripto. Sebagai contohnya, beberapa kripto yang telah listing di aplikasi Pintu adalah BTC, ETH, YFI, UNI, MKR, COMP, dan banyak lagi.

Baca juga: Resmi Listing di BEI, Begini Nasib Saham Oscar Living (OLIV)

Sebaliknya, saham delisting adalah sebutan ketika perusahaan menghapus nama atau penjualan sahamnya dari bursa efek sehingga investor tidak bisa lagi memperjualbelikan saham tersebut di dalam bursa. Penyebab delisting yang paling umum terjadi adalah ketika perusahaan menutup atau menghentikan kegiatan usahanya, mengumumkan kebangkrutan, tidak lagi puas dengan peraturan yang ada di bursa efek, berubah statusnya menjadi perusahaan privat setelah merger atau akuisisi, atau ingin mengurangi kerumitan dalam regulasi pelaporan keuangan. Contoh perusahaan yang mengalami delisting di Indonesia adalah AQUA pada 17 Juni 2019 karena berubah menjadi perusahaan privat.

Delisting kripto adalah penghapusan mata uang kripto (koin atau token) dari bursa mata uang kripto. Salah satu alasan delisting kripto adalah karena permintaan dari pengembang kripto, misalnya karena alasan penghentian proyek. Namun penyebab lain yang lebih banyak ditemukan adalah karena mata uang kripto tidak bisa lagi memenuhi berbagai macam persyaratan dari bursa kripto.

Lalu ada relisting saham adalah pencatatan kembali saham di bursa saham setelah melakukan delisting. Dalam Bursa Efek Indonesia, sebuah perusahaan dapat mengajukan permohonan pencatatan kembali atau relisting minimal 6 bulan setelah melakukan delisting.

Dalam kripto, relisting adalah pencatatan kembali sebuah mata uang kripto dalam pasar kripto setelah sebelumnya mengalami delisting.

 

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN