Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi perang aset kripto dan mata uang konvensional. (ist)

Ilustrasi perang aset kripto dan mata uang konvensional. (ist)

Apa itu Kriptografi dan Contohnya?

Selasa, 7 Juni 2022 | 11:34 WIB
Lona Olavia (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Kriptografi adalah salah satu teknik yang berfungsi untuk menjaga keamanan sebuah informasi. Banyak orang yang mulai mempelajari tentang kriptografi karena semakin banyak digunakan dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari.

Dikutip dari Pintu Academy, secara etimologis, kriptografi adalah istilah yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu crypto dan graphia. Crypto diartikan sebagai “rahasia”, sedangkan Graphia berarti “tulisan”. Sehingga, kriptografi dapat diartikan sebagai tulisan yang bersifat rahasia.

Menurut Abidin, dkk (2016), beberapa istilah dalam kriptografi yang sering digunakan adalah sebagai berikut.

  • Plaintext [p] = pesan awal atau informasi sebelum dienkripsi.
  • Enkripsi [E[p]] = proses kriptografi dari p menjadi c.
  • Ciphertext [c] = pesan yang telah dienkripsi, tidak bisa dibaca karena karakter tidak memiliki makna.
  • Key [k] = proses dekripsi kunci yang diperoleh penerima.
  • Deskripsi [D[c]] = mengubah c ke p.

Baca juga: PINTU, Platform Investasi Aset Kripto Raih Pendanaan Seri B Rp 1,6 Triliun

Kriptografi telah mulai digunakan sekitar 4.000 abad yang lalu oleh bangsa Mesir. Mereka menggunakan kriptografi untuk mengirim pesan kepada pasukan yang sedang berada di medan perang. Tujuan utamanya sederhana, yaitu agar pesan yang dikirimkan tidak bisa diketahui oleh pihak musuh apabila pembawa pesan yang bersangkutan ditangkap sekalipun.

Awalnya kriptografi hanya digunakan untuk keperluan militer dan intelijen. Namun, seiring berkembangnya sistem komunikasi dan komputer pada tahun 60-an, terjadi peningkatan permintaan dari berbagai sektor untuk menyediakan layanan keamanan dan untuk melindungi informasi dalam bentuk digital.

Berdasarkan sejarah, jenis-jenis kriptografi dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu kriptografi klasik dan modern.

1.Kriptografi Klasik

Kriptografi klasik adalah jenis kriptografi yang digunakan sebelum adanya komputer. Kriptografi masih dilakukan dengan memanfaatkan pensil dan kertas. Sandi yang digunakan berbasis karakter, yang mana proses persandian dilakukan di setiap karakter pesan.

Kriptografi klasik pada umumnya hanya memanfaatkan sistem kriptografi simetris dan digunakan jauh sebelum sistem kriptografi kunci publik (asimetris) ditemukan.

Kriptografi simetris adalah jenis kriptografi, yang mana hanya terdapat satu kunci untuk mengenkripsi dan mendekripsi informasi. Sementara itu, kriptografi asimetris adalah jenis kriptografi yang memanfaatkan dua kunci, yaitu kunci publik yang bisa dibagikan dan kunci pribadi yang hanya diketahui oleh pemilik data.

Terdapat dua jenis kriptografi klasik, yaitu kriptografi substitusi dan kriptografi transposisi, yakni kriptografi substitusi dan transposisi.

Baca juga: Wamendag: Pembentukan Bursa Kripto Wujud Perlindungan Konsumen

2.Kriptografi Modern

Pada kriptografi modern, algoritma dibuat sedemikian kompleks sehingga akan sangat sulit memecahkan teks tersandi (ciphertext) tanpa mengetahui kuncinya. Algoritma kriptografi modern beroperasi pada mode bit, berbeda dengan mode karakter yang digunakan pada kriptografi klasik.

Pada mode bit, informasi dibuat dalam rangkaian bit biner 0 dan 1. Rangkaian bit yang menyatakan plainteks akan dienkripsi menjadi ciphertext dalam bentuk rangkaian bit, begitu pun sebaliknya.

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN