Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi investasi. (Foto: IST)

Ilustrasi investasi. (Foto: IST)

Apa Itu Hedge Fund? Berikut Tujuan, Ciri, dan Contohnya...

Selasa, 5 Juli 2022 | 16:25 WIB
Lona Olavia (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Seiring dengan perkembangan zaman, terdapat semakin banyak instrumen investasi mulai dari saham, kripto hingga derivatif. Salah satu contoh produk derivatif keuangan adalah hedge fund.

Dilansir dari Pintu Academy, Hedge fund adalah sejumlah uang yang dikumpulkan oleh beberapa investor untuk kemudian diinvestasikan guna menghasilkan pengembalian yang positif atau bahkan melebihi rata-rata pengembalian di pasar. Hedge fund sendiri termasuk salah satu instrumen derivatif keuangan.

Dikutip dari laman resmi Bursa Efek Indonesia (BEI), derivatif didefinisikan sebagai suatu kontrak atau perjanjian yang nilai atau peluang perolehan keuntungannya bergantung pada kinerja aset lain.

Adapun salah satu jenis derivatif yang terdapat di BEI adalah derivatif keuangan, yakni instrumen derivatif yang peluang perolehan keuntungannya bergantung pada kinerja instrumen keuangan seperti saham, obligasi, mata uang, tingkat suku bunga, dan lain-lain.

Baca juga: Simak, Cara Menangkal Investasi Bodong

Berikut adalah ciri-ciri hedge fund, misalnya saja kurang likuid dan return relatif lebih tinggi. Adapun, tujuan utama para investor melakukan hedge fund antara lain untuk memaksimalkan peluang keuntungan dan meminimalkan risiko investasi.

Selain itu, ada beberapa kelebihan memilih hedge fund sebagai instrumen investasi misalnya saja lebih fleksibel, risiko kerugian rendah, dan dapat saran dari tenaga ahli. Namun perlu diperhatikan, bahwa hedge fund juga memiliki beberapa kekurangan antara lain biayanya mahal dan risiko strategis lebih besar.

Beberapa contoh hedge fund yang cukup terkenal di luar sana adalah Bridgewater Associates, Man Group, Renaissance Technologies, Millennium Management, dan banyak lagi.

Lebih lanjut, meski sama-sama berwujud himpunan dana, serta memiliki portofolio yang terdiversifikasi, hedge fund seringkali disamakan dengan mutual fund atau reksadana, padahal sebenarnya tidak demikian.

Berikut ini adalah beberapa perbedaan hedge fund dan mutual fund:

1.Tujuan Investasi

Tujuan yang ingin dicapai oleh investor mutual fund adalah melampaui benchmark index (sekumpulan sekuritas yang digunakan untuk mengukur performa dari sekuritas lain, misalnya S&P 500. LQ45, dan lainnya). Sedangkan investor hedge fund bertujuan untuk memperoleh tingkat pengembalian yang maksimum dengan cara meminimalkan risiko kerugian.

2.Biaya Investasi

Investor mutual fund rata-rata mengeluarkan biaya investasi sekitar 0,5 hingga 1,5 persen untuk biaya manajemen. Sedangkan investor hedge fund harus mengeluarkan biaya sebesar 2% untuk biaya manajemen dan 20% untuk pengelola dana atau manajer hedge fund.

Baca juga: Selama Berinvestasi Saham, Apakah Lo Kheng Hong Benar-benar Tak Pernah Berutang?

3.Pelaku Investasi

Semua orang dapat melakukan investasi dalam bentuk mutual fund serta dalam jumlah yang bervariasi pula. Sedangkan hedge fund hanya boleh dilakukan oleh investor terakreditasi dengan nominal investasi yang sangat besar.

4.Tingkat Likuiditas

Mutual fund adalah jenis investasi yang sangat likuid. Investor mutual fund dapat melakukan transaksi jual-beli setiap saat. Hal tersebut tidak berlaku bagi investor hedge fund, yang mana transaksi jual-beli hanya dapat dilakukan pada jangka waktu tertentu, misalnya tiga bulan setelah investasi awal.

5.Regulasi

Investasi dalam bentuk mutual fund diatur secara jelas oleh bursa efek dan peraturan lain yang disetujui oleh Kementerian Keuangan. Sementara investasi dalam bentuk hedge fund sendiri tidak terikat oleh regulasi yang jelas.

6.Strategi Investasi

Strategi investasi yang digunakan oleh para investor mutual fund sangat terbatas dan hanya berkisar antara pembelian saham, obligasi, dan sekuritas lainnya. Sementara itu, investor hedge fund dapat menerapkan berbagai jenis strategi investasi, seperti melakukan short-selling, membeli aset yang tidak likuid, dan lain-lain.

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN