Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi investasi.

Ilustrasi investasi.

Yuk Kenalan Dengan Konsep Impairment Asset

Jumat, 5 Agustus 2022 | 14:16 WIB
Lona Olavia (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Dalam ilmu akuntansi, dikenal konsep impairment asset. Konsep tersebut sangat erat kaitannya dengan istilah fair value dan historical cost.

Berdasarkan konsep fair value dalam akuntansi, suatu aset, khususnya aset tetap dan intangible assets dapat mengalami kenaikan atau penurunan nilai apabila dibandingkan dengan nilai pasar pada masa kini.

Dikutip dari Pintu Academy, pada dasarnya, impairment asset adalah aset yang mengalami penurunan nilai apabila dibandingkan antara nilai perolehannya pada masa lalu (historical cost) dan nilai pasar pada masa kini.

Baca juga: IMZ Gelar Pelatihan Daring Akuntansi Wakaf Batch III

Suatu aset dapat dikatakan mengalami penurunan nilai jika proyeksi arus kas di masa yang akan datang lebih kecil dari nilai yang tercatat pada laporan keuangan saat ini. Hal tersebut dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti perubahan material yang merugikan dalam faktor hukum yang juga mengubah nilai suatu aset, perubahan harga aset secara signifikan akibat perubahan permintaan konsumen, kerusakan fisik yang diderita oleh suatu aset, dan pelepasan aset sebelum tanggal perkiraan pelepasan yang telah ditetapkan.

Berdasarkan IAS 36 tentang Impairment of Assets disebutkan bahwa impairment perlu dilakukan nyaris untuk semua aset. Sementara itu, yang tidak termasuk impairment asset adalah persediaan, aset pajak tangguhan, aset yang timbul atas imbalan kerja, aset keuangan yang diatur dalam IFRS 9, properti investasi yang diukur pada nilai wajar, aset biologis, aset yang timbul dari kontrak asuransi, dan aset tetap yang dimiliki untuk dijual.

Baca juga: Investasi Jangka Panjang, Potential Loss Telkom (TLKM) di GOTO Hanya Pencatatan Akuntansi

Selain itu, khusus untuk aset-aset berikut, IAS 36 menganjurkan agar kalkulasi impairment dilakukan secara rutin setiap tahun, antara lain aset tidak berwujud yang memiliki manfaat tidak terbatas, aset tidak berwujud yang belum tersedia untuk digunakan, dan goodwill yang diperoleh dalam penggabungan perusahaan.

Sementara itu, bicara tentang penurunan nilai (impairment), istilah ini seringkali tertukar dengan istilah depresiasi. Secara definisi, impairment adalah penurunan nilai suatu aset secara permanen. Sementara depresiasi adalah distribusi biaya perolehan yang dikeluarkan perusahaan selama masa manfaat suatu aset.

Impairment dilakukan berdasarkan berbagai faktor seperti perubahan permintaan yang mengakibatkan adanya perubahan pada harga aset di pasar, kerusakan aset, dan sebagainya. Sedangkan depresiasi dilakukan berdasarkan penggunaan aset dari hari ke hari.

Impairment dicatat dalam bentuk kerugian pada laporan keuangan, sedangkan depresiasi dicatat sebagai beban yang nantinya akan mengurangi harga perolehan suatu aset.

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN