Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi investasi. Foto: Lukas (Pexels)

Ilustrasi investasi. Foto: Lukas (Pexels)

SimInvest dan Satu Persen Ingatkan Pentingnya Menjaga Kesehatan Keuangan

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 17:12 WIB
Yunia Rusmalina (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Survei American Psychology Association (APA) pada 2017 menyebutkan, Keuangan menempati peringkat kedua yang menjadi pemicu rasa cemas dan khawatir di Amerika Serikat, disusul oleh pekerjaan di peringkat ke-3. 

Kemudian, studi dari Royal College of Psychiatrists menemukan fakta, setengah orang dewasa yang mempunyai masalah dengan hutang juga hidup dengan penyakit kejiwaan dan lebih dari 100.000 orang mencoba untuk mengakhiri hidup setiap tahunnya karena hutang. Temuan ini dilansir oleh Situs Cosmopolitan.

Advertisement

Keterhubungan antara pengelolaan keuangan dan kesehatan ini membuat SimInvest, sebuah brand aplikasi investasi saham online dari Sinarmas Sekuritas menggelar webinar dengan tema start investing create positive living yang berfokus pada kesehatan mental keuangan generasi muda. Acara ini merupakan kolaborasi dengan Satu Persen, salah satu Startup Pendidikan Pengembangan Diri dan Mental di Indonesia. 

Webinar bertajuk Start Investing, Create Positive Living yang berlangsung pada Jumat, (5/8/2022), dihadiri puluhan anak muda profil generasi Millennial dan Z yang merupakan investor pemula di pasar saham. 

Baca juga: OJK Wajibkan Perencana Keuangan Jelaskan Prodok Rekomendasi

Deputy Head of Research Sinarmas Sekuritas, Ike Widiawati mengatakan kesalahan banyak orang berhutang untuk memenuhi gaya hidup. Padahal hutang yang sehat adalah hutang produktif, salah satunya seperti KPR, karena hutang jangka panjang dengan bunga fix atau floating dalam tahap rendah, serta memiliki aset kepemilikan. “Selain itu kesulitan membedakan gengsi dan kebutuhan menyebabkan kesulitan dalam pengaturan keuangan yang pada akhirnya menimbulkan buruknya kesehatan mental,” urai Ike.

Sementara itu Psikolog Satu Persen, Diah Nurayu menjelaskan kondisi psikologis juga turut mempengaruhi produktivitas hingga perilaku ekonomi seseorang. 

“Saat awal pandemi, kita melihat banyak perilaku panic buying karena sangat khawatir terhadap hal-hal yang terjadi di masa depan. Kalau kesehatan mental kita baik, kita bisa meregulasi emosi dengan bagus, maka kita akan mencapai produktivitas yang prima,” ujar Diah Rahayu. 

Disisi lain Business Development Manager Sinarmas Sekuritas, Sandy Afriliando Putra menjelaskan lima dari satu orang tidak nyenyak tidur karena masalah keuangan, sehingga perencanaan keuangan diperlukan sebagai salah satu bentuk persiapan masa depan. Perencanaan penting sekali untuk meminimalisir ketidakpastian.

”Investasi menjadi salah satu instrumen pengelolaan keuangan menuju kebebasan finansial yang membutuhkan kondisi psikologis yang kuat," tuturnya.

Sandy menambahkan dibutuhkan kesabaran dalam berinvestasi. Jika kita disiplin, maka akan mampu mencapai kebebasan finansial, sehingga terbebas dari stres finansial, dan SimInvest bisa menjadi aplikasi terbaik bagi generasi muda untuk memulai investasi. 

Selain itu, acara SimInvestival sudah rutin digelar untuk mengedukasi generasi muda Indonesia terkait keuangan dan investasi menuju masa depan finansial yang lebih baik. Di akhir acara, para peserta diberikan modal investasi dalam bentuk Rekening Dana Nasabah (RDN) untuk bertransaksi di SimInvest. 

Editor : Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN