Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Chief Investment Officer Prudential Indonesia Novi Imelda

Chief Investment Officer Prudential Indonesia Novi Imelda

Asuransi dan Investasi Harus Sejalan

Jumat, 14 Agustus 2020 | 11:00 WIB
Windarto

Jakarta-Banyak orang yang menginginkan kekayaan, dan masih menganggap kekayaan tersebut hanya berupa harta. Padahal ada harta berupa diri (tenaga, skill, bakat, kesehatan) yang tidak kalah berharga, karena merupakan alat untuk mencari kekayaan. Dengan kata lain kekayaan merupakan hasil dari tenaga dan harta. Bila digambarkan antara usia dan harta terdapat garis yang berlawanan. Ketika muda dan tenaga masih besar, biasanya belum cukup harta yang terkumpul. Sebaliknya, bila sudah mendekati usia tua tenaga mulai menurun, namun biasanya harta sudah terkumpul. “Justru sekarang pada saat muda kumpulkan harta sebanyak-banyaknya dan berinvestasi sedini mungkin agar nanti kalau tenaga menurun sudah punya pasive income, sehingga tidak perlu lagi kerja,” tutur Chief Investment Officer Prudential Indonesia dalam Webinar Literasi Keuangan Goes to Campuss bertema Cara Cerdas Berinvestasi yang Aman (13/8).

News Director Berita Satu Media Holding Primus Dorimulu memandu Webinar Literasi Keuangan Goes to Campuss (13/8)
News Director Berita Satu Media Holding Primus Dorimulu memandu Webinar Literasi Keuangan Goes to Campuss (13/8)

Dengan kata lain, lanjut Novi, total wealth (kekayaan) merupakan hasil dari financial capital dan human capital. Tapi tenaga yang dipunyai setiap orang bisa hilang, begitupun harta yang dikumpulkan bisa juga hilang. Bagaimana cara memproteksi agar tidak kehilangan tersebut?

Untuk melindungi jiwa atau human capital bisa dengan asuransi. Ada banyak asuransi yang bisa dipilih dari yang paling sederhana dan cukup terjangkau seperti asuransi kecelakaan diri sampai jenis asuransi yang lebih kompleks seperti dwiguna. Paling tidak, asuransi kecelakaan dan kesehatan perlu dimiliki, karena bila seseorang tertimpa musibah karena mengalami kecelakaan, dia tidak bisa bekerja sehingga tidak bisa mencari harta. Demikian pula bila sakit, ia tidak bisa bekerja dan ada biaya yang harus dibayarkan untuk berobat. Dengan memiliki asuransi kesehatan ada dana untuk menggantikan biaya, juga mengganti income yang hilang selama sakit.

Sementara untuk melindungi financial capital, dengan cara berinvestasi. Menurut Novi, investasi itu pada dasarnya untuk melindungi kekayaan atau financial capital dengan cara mengoptimalkan aset yang dimiliki. Ada banyak pilihan untuk berinvestasi dari yang paling rendah risikonya seperti deposito hingga yang tinggi risikonya yakni investasi alternatif seperti bitcoin. “Mulai dari obligasi dulu kalau sudah paham nanti baru naik ke saham. Jangan mulai dari Bitcoin misalnya dan gak ngerti risikonya, nanti uang yang dikumpulkan malah hilang. Sementara untuk asuransi mulai dari yang PA dulu lalu health dan seterusnya,” saran Novi.

Berinvestasi secara cerdas dan aman harus memperhatikan hal-hal berikut. Pertama, TTS, Tetapkan tujuan investasi, apakah untuk jalan-jalan, sekolah lagi, atau menikah, dsb. Tetapkan profil risiko, apakah termasuk yang agresif, moderat atau konservatif. Sisihkan dana (bukan sisakan), artinya setiap mendapat gaji langsung disisihkan dana untuk investasi. Kedua, jangan berutang. Caranya dengan memikirkan sesuatu yang ingin dibeli tersebut apakah suatu kebutuhan atau keinginan. Lebih karena gengsi atau karena fungsinya. Perhatikan pula ketika ada tawaran cicilan 0% tersebut apakah ada provisi dan bunga. Ketiga, harus memiliki asuransi, karena sakit itu biayanya mahal. Siapkan pula dana darurat minimal enam kali gaji, dan siapkan dana pensiun sejak dini.

News Director Berita SAtu Media Holding Primus Dorimulu dan presenter Chakry Miller memandu acara Literasi Keuangan goes to Campuss (13/8)
News Director Berita SAtu Media Holding Primus Dorimulu dan presenter Chakry Miller memandu acara Literasi Keuangan goes to Campuss (13/8)

Bagaimana mulai berinvestasi? Disiplin dan mulai sejak dini. Setiap kali mendapatkan income tambahan seperti bonus atau kenaikan gaji sebaiknya digunakan untuk menambah portfolio investasi. Tapi jangan lupa untuk mengeluarkan donasi atau zakat.

Asuransi jiwa biasanya terbagi dalam dua kelompok yakni asuransi tradisional seperti term life, whole life, dan endowment. Kelompok kedua adalah asuransi yang dikaitkan dengan investasi seperti unit link. Setiap produk memiliki kelebihan dan kekurangan, bergantung dari kebutuhan setiap nasabah. Berasuransi dan berinvestasi harus sejalan karena sama-sama untuk menjaga kekayaan yang ada dalam diri kita.

Acara Literasi Keuangan Goes to Campuss terselenggara berkat kerja sama Majalah Investor dengan Universitas Katolik Parahyangan Bandung, Prudential Indonesia, Bank Mandiri, BRI Insurance, Panin Asset Management, dan Bursa Efek Indonesia.

Editor : Maswin (maswin@investor.co.id )

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN