Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Monitor perdagangan saham di main hall Bursa Efek Indonesia di Jakarta. Foto ilustrasi:  Beritasatu Photo/Uthan AR

Monitor perdagangan saham di main hall Bursa Efek Indonesia di Jakarta. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR

Auto Rejection Saham dalam Pemantauan Akan Dibatasi

Minggu, 10 Januari 2021 | 09:07 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) akan membatasi penolakan penawaran atau Auto Rejection atas dan bawah untuk saham-saham yang masuk kriteria papan  pemantauan khsusus hanya  sampai 10%.

Hal itu tertuang dalam rancangan Peraturan Nomor II-S Peraturan Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas dalam Pemantauan Khusus pada laman BEI baru-baru ini.

“JATS (Jakarta Automated Trading System) akan melakukan Auto Rejection (penolakan penawaran) apabila harga penawaran jual atau permintaan beli saham yang dimasukkan ke JATS lebih dari 10% (sepuluh perseratus) di atas atau di bawah acuan Harga,” kutipan rancangan peraturan  tersebut.

Adapun saham-saham yang masuk dalam papan pemantauan khusus, antara lain:

1. Saham dengan harga saham rata rata enam bulan di bawah Rp 51 per lembar.

2. Emiten mendapatkan opini tidak menyatakan pendapat atau disclaimer akan dimasukan ke papan pemantauan khusus.

3. Emiten yang tidak mencatatkan pendapatan pada laporan keuangan terakhir akan masuk juga papan tersebut.

4. Emiten tambang batu bara dan mineral telah masuk tahapan produksi tapi tidak belum melakukan penjualan masuk ke papan baru itu. Juga bagi emiten yang mejadi  induk usaha dari perusahaan  tambang batu bara dan mineral tahapan produksi tapi belum melakukan penjualan akan masuk kriteria papan tersebut.

5. Papan pemantauan khusus juga akan dipenuhi oleh emiten dengan ekuitas negatif pada laporan keuangan terakhir.

6. Emiten tersandung PKPU, emiten tidak memenuhi perusahaan publik.

7. Emiten dengan nilai likuiditas rendah atau nilai rata rata transaksi harian di pasar reguler kurang dari Rp 5 juta dalam enam bulan terakhir akan masuk papan pemantauan khusus.

8. Emiten yang perdagangan efeknya dihentikan sementara (suspend) lebih dari satu hari karena aktivitas perdagangan akan masuk papan tersebut.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN