Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Layar retak, salah satu risiko kerusakan pada gadget (ponsel)

Layar retak, salah satu risiko kerusakan pada gadget (ponsel)

Cegah 'Kantong Bolong' Gara-Gara Gadget Rusak atau Hilang

Jumat, 5 Februari 2021 | 16:39 WIB
Windarto

Jakarta, Investor.id – Di masa pandemi saat ini, salah satu perubahan yang menonjol di masyarakat dan menjadi kebiasaan baru adalah pola hidup yang lebih 'berteknologi' alias serba digital, serba online. Berbagai aktivitas seperti bekerja, belajar, belanja, dan hiburan banyak dilakukan secara virtual melalui perangkat digital atau gadget (smartphone).

Perusahaan riset pasar IDC, merilis laporan bahwa pada kuartal ketiga 2020 pertumbuhan penggunaan smartphone mencapai 49% dibandingkan kuartal sebelumnya, dan 21% dari periode yang sama tahun lalu. Hal ini sejalan dengan fenomena terkini di mana semakin banyak orang yang tak ragu lagi untuk membeli dan melengkapi dirinya dengan gadget yang lebih mutakhir, guna memastikan kelancaran work-from-home, school-from-home atau sekedar mendapatkan kualitas hiburan terbaik untuk mengusir rasa bosan selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Frekuensi penggunaan gadget yang semakin tinggi tentunya dapat meningkatkan risiko terhadap gadget tersebut seperti terjadinya kerusakan, kehilangan, dan sebagainya. Setiap gadget memiliki potensi untuk mengalami kerusakan secara sistem atau karena faktor lain seperti terjatuh, kena cairan, kena benturan, dan biaya perbaikannya biasanya tidak murah. Apalagi bila mengalami kehilangan, sudah pasti menjadi beban biaya yang cukup mengganggu keuangan karena harus membeli yang baru.

Perencana Keuangan Tersertifikasi dan Founder Anggriani & Partner Metta Anggriani mengatakan, dampak dan risiko pandemi bisa terlihat dengan nyata, sehingga di tahun-tahun ini kita harus lebih berhati-hati. “Satu hal yang tidak boleh terlupakan adalah memiliki perlindungan ekstra seperti asuransi karena penyakit, musibah, dan bencana. Karena hal tersebut bisa terjadi kapan saja dan dapat mengganggu cash flow,” tuturnya.

Perencanaan keuangan di masa pandemi perlu lebih berhati-hati karena banyak pula aktivitas ekonomi yang tidak berjalan seperti biasanya. Hal ini berakibat turunnya pendapatan, bahkan tidak sedikit yang harus kehilangan pekerjaan. Karena itu, dengan frekuensi perangkat digital untuk banyak keperluan, selain harus digunakan secara baik dan hati-hati, ada baiknya mulai memikirkan perlidungannya.

Head of Partnership Affinity PT Allianz Utama Indonesia Mariani Solihah mengatakan, salah satu produk asuransi yang tidak diketahui atau jarang diketahui orang banyak adalah perlindungan terhadap gadget. Memang manfaat perlindungan gadget yang ditawarkan oleh masing-masing penyedia asuransi berbeda-beda. “Tapi biasanya, manfaat paling umum adalah perlindungan terhadap risiko kerusakan accidental yang bersifat fisik seperti retak pada layar smartphone, kerusakan akibat terkena cairan, dan melindungi gadget dari pencurian. Jenis-jenis risiko yang umumnya dihadapi oleh setiap pemilik gadget,” jelasnya.

Sebetulnya tidak sebatas gadget seperti smartphone saja, termasuk laptop pun bisa mendapatkan perlindungan asuransi. Jadi, bila ponsel Anda kategori flagship yang harganya mencapai belasan juta alangkah sayangnya, bila tidak menyertakan perlindungan asuransi yang biayanya tidak terlalu besar. Biasanya asuransi pada gadget ini ditawarkan atau di-bundling saat membeli produk gadget di tempat-tempat tertentu, tapi ada pula yang ditawarkan secara terpisah.

Editor : Maswin (maswin@investor.co.id )

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN