Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pengunjung melihat pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, di Jakarta. Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Pengunjung melihat pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, di Jakarta. Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Cermati Jadwal Bandar Manggung

Selasa, 21 Juli 2020 | 13:12 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id- Fenomena bandar manggung, menjadi pembicaraan pelaku pasar. Pasalnya, harga saham sering overshoot atau ada juga yang dibanting cukup keras dalam merespons isu tertentu. Kenaikan harga saham acapkali tidak berhubungan dengan fundamental perusahaan.

Hari ini, Selasa (21/7/2020) jadwal manggung bandar adalah saham-saham farmasi. Adanya berita terkait pengembangan vaksin virus corona (Covid-19) kerjasama perusahaan Sinovac dari Tiongkok dengan Biofarma, menjadi katalis kenaikan saham PT Indo Farma Tbk (INAF) dan PT Kimia Farma Tbk (KAEF) dan PT Kalbe Farma (KLBF).

Pada sesi pagi, harga saham INAF naik 24,9% hingga terkena auto reject atas (ARA), sedangkan KAEF naik 24,36%. Sementara perusahaan farmasi lain, yakni PT Kalbe Farma (KLBF) naik 8,75%.

INAF akan menjadi distributor dari vaksin Covid-19 yang akan diproduksi oleh induk Holding BUMN Farmasi, PT Bio Farma, yang tengah bekerja sama dengan Sinovac Biotech Ltd untuk pengembangan vaksin.

Rencananya, uji klinis fase tiga akan dilakukan induk Holding BUMN Farmasi pada Juli ini. Begitu sukses melalui fase uji klinis, vaksin segera diproduksi untuk digunakan di dalam negeri. Vaksin Covid-19 diperkirakan bisa didistribusikan pada awal tahun 2020.

Bandarmology

Fenomena bandar manggung memang menarik untuk dicermati. Argha J Karo Karo, Founder & Creative Director of Creative Trading System dalam Vlog nya mengatakan bahwa pergerakan harga belakangan ini sering tidak berhubungan dengan fundamental perusahaan.

"Bagi trader pemula tentunya sering bingung mengapa pergerakan harga saham di satu sektor tiba-tiba terbang, dan ada juga yang tiba-tiba jatuh secara bersamaan. Ada hari-hari dimana secara tiba-tiba saham perbankan terbang, lalu setelahnya ketika saham perbankan dibanting, giliran saham sektor lainnya, seperti sektor batubara kemudian agribisnis, dan seterusnya," ujarnya.

Banyak orang mengira kenaikan atau penurunan tiba-tiba suatu sektor tersebut berhubungan dengan fundamental perusahaan, namun menurut Argha sebenarnya tidak. Alasannya, ada perusahaan yang merilis laporan keuangan merugi, tetapi sahamnya terbang karena dianggap punyak prospek.

Fenomena harga saham tiba-tiba terbang saat ini lebih sering terjadi pada saham-saham lapis dua dan tiga yang selama ini jarang dilirik. Karena frekuensi perdagangannya besar, saham-saham tersebut kini juga menjadi perhatian investor.

"Ketika saham ayam-ayaman terbang, bukan berarti orang tiba-tiba lebih banyak makan ayam, dan ketika dibanting bukan karena orang berhenti makan ayam," jelasnya.

Alasannya dari fenomena badarmology, menurur Argha sebenarnya sederhana, karena ada banyak BANDAR atau GROUP-GROUP PERBANDARAN yang mengatur pergerakan harga saham mereka masing-masing di Indonesia. BANDAR atau MARKET MAKER adalah pihak yang pekerjaannya membuat SHOW pergerakan harga saham dengan memancing masuknya uang para penonton (investor ritel).⠀

Investor ritel yang dananya terbatas, tentunya harus pinter-pinter mengikuti pergerakan bandar untuk mendapatkan cuan. Karena berdagang di pasar saham tujuannya adalah mencari keuntungan.

"Namun kita tahu meskipun sahamnya banyak, group bandarnya banyak, namun panggungnya cuma ada satu, yaitu Bursa Efek Indonesia. Sama seperti Java Jazz meskipun ada banyak artis hebat, namun yang dapat gilirian untuk manggung di panggung utama harus gantian, itu sebabnya harus ada Event Organizer (EO) yang mengatur jadwalnya supaya perhatian penonton tidak terpecah," katanya.⠀

Argha J Karo Karo dan tim mengaku sudah lebih dari 10 tahun melakukan riset tentang dunia perbandaran di Indonesia. "Tapi sampai saat ini kami tidak pernah tahu siapa yang EO tersebut," katanya.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN