Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi investasi. Foto: Nattanan Kanchanaprat (Pixabay)

Ilustrasi investasi. Foto: Nattanan Kanchanaprat (Pixabay)

Hindari Kesalahan dalam Berinvestasi

Listyorini, Jumat, 23 Agustus 2019 | 15:22 WIB

Jakarta, investor.id - Salah satu cara untuk meningkatkan pendapatan adalah dengan berinvestasi. Namun, kenyataannya tidak semua investor bisa menghasilkan tambahan penghasilan dan tidak semua investor bisa mengendalikan investasi mereka. Masalah ini timbul Karena investor melakukan beberapa kesalahan dalam berinvestasi.
     Investasi dapat diartikan sebagai upaya membelanjakan sejumlah uang atau dana pada sesuatu instrumen yang ditujukan untuk mendapatkan keuntungan di masa depan. Instrumen tersebut antara lain dapat berupa properti, surat berharga (deposito, saham, obligasi), logam mulia, perhiasan, atau bentuk lainnya.
     Anthony Robbins (2015) dalam bukunya yang berjudul Money Master the Game berpendapat bahwa sebagian besar investor mengalami kegagalan dalam berinvestasi. Banyak investor gagal mendapatkan keuntungan yang seharusnya didapatkan dari berinvestasi, walaupun tidak ada yang dapat memastikan bahwa investasi akan selalu menguntungkan.Hal ini mungkin terjadi karena kurangnya pengetahuan dan informasi yang tepat terkait investasi serta kurang waspadanya investor akan investasi ilegal.

     Mengutip dari laman Otoritas Jasa Keuangan (OJK), berikut ini adalah beberapa kesalahan yang sering dilakukan dalam berinvestasi dan harus dihindari:

1. Tidak Memiliki Tujuan Investasi yang Jelas
Investasi memerlukan tujuan yang jelas. Tentukan apa yang ingin kalian capai dari berinvestasi. Mengumpulkan Rp50.000.000,- untuk dana pendidikan perguruan tinggi anak atau Rp500.000.000,- untuk pensiun pada usia 60 adalah contoh sasaran yang tepat. Sebagian besar investor terutama para pemula tidak memiliki tujuan yang jelas dalam berinvestasi. Kebanyakan hanya ikut-ikutan namun tidak mengerti instrumen yang digunakan untuk berinvestasi.

2. Tidak Realistis terhadap Risiko
Dalam berinvestasi, risiko selalu berbanding lurus dengan pertumbuhan hasil investasi. Semakin besar uang yang diinvestasikan, semakin besar juga risiko yang dihadapi. Banyak investor yang tergiur dengan tingkat keuntungan yang tidak wajar, ditambah lagi apabila risiko yang ditawarkan minim. Jangan cepat tergiur dengan janji keuntungan yang tidak wajar.
     Pastikan institusi yang menawarkan investasi telah memiliki izin salah satu lembaga yang berwenang (Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI), dan Kementerian Koperasi dan UKM).

3. Tidak Melakukan Analisis yang Jelas
Investasi dapat dilakukan menggunakan berbagai instrumen yang tersedia, namun tidak seluruh instrumen tersebut cocok untuk semua orang. Sebelum memutuskan berinvestasi, sebaiknya melakukan perhitungan sebelum menempatkan dana dalam jumlah yang cukup besar pada suatu instrumen. Perlu untuk menganalisis secara matang potensi keuntungan dan risiko yang diperoleh dalam suatu periode.

4. Fokus ke Jangka Pendek
Berinvestasi dalam jangka panjang umumnya lebih menguntungkan, namun diperlukan kesabaran lebih karena waktu yang dibutuhkan relatif lama. Banyak investor pemula hanya fokus untuk mendapatkan keuntungan jangka pendek, padahal time horizon suatu instrumen tergantung dari jenis investasi dan berapa lama investasi tersebut berjalan.

5. Tidak melakukan Diversifikasi Investasi
Jangan menempatkan seluruh uang yang dimiliki pada satu instrumen investasi, karena jika instrumen tersebut mengalami kebangkrutan, maka risiko yang ditanggung akan semakin besar. Sangat disarankan melakukan diversifikasi berbagai aset dan membagi risiko ke berbagai instrumen.

6. Tidak Fokus ke Rencana yang sudah Dibuat
Hal lain yang mungkin menggagalkan investasi adalah kurangnya fokus pada tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Kedisiplinan diperlukan untuk dapat menghidari hal-hal yang membuat kabur tujuan dalam berinvestasi, karena mempertahankan lebih sulit daripada meraih kekayaan.

7. Terlalu Cepat Mengambil Keputusan
Hal ini merupakan kesalahan umum yang sering dilakukan oleh investor pemula. Semangat yang terlalu tinggi tanpa melakukan pertimbangan yang matang berpotensi membuat kesalahan dalam mengambil keputusan, yang pada akhirnya menggagalkan kesempatan untuk mendapatkan imbal hasil yang tinggi.
     Untuk menghindari masalah-masalah yang bisa menyebabkan kegagalan dalam berinvestasi, ada baiknya bertanya kepada orang yang lebih berpengalaman. Dan harus diingat terkait prinsip-prinsip investasi yang baik, yaitu:
1.  Persiapkan kondisi keuangan yang sehat dan pengelolaan keuangan yang baik.
2. Pahami risiko, nikmati manfaat.
3 . Memilih produk Pasar Modal sesuai dengan kebutuhan jangka waktu investasi.
     Setiap investor perlu mengenali profil risiko masing-masing sebelum melakukan investasi sehingga nantinya dapat memilih instrumen investasi yang paling sesuai dengan kebutuhannya. Sebab, tidak ada satupun instrumen investasi yang cocok untuk semua orang.
     Untuk itu, berinvestasilah sesuai dengan rencana keuangan karena tidak ada investasi yang paling baik, yang ada investasi sesuai kebutuhan dan tujuan keuangan kita.

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA