Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Emas/IST

Emas/IST

Investasi Emas dan Faktor yang Mempengaruhi Pergerakan Harganya

Listyorini, Rabu, 4 September 2019 | 12:48 WIB

Jakarta, investor.id – Emas adalah jenis logam mulia yang paling digemari masyarakat, baik untuk investasi maupun digunakan untuk perhiasan sehari-hari. Orang tua dulu mengajarkan anak-anaknya agar membeli emas sebagai tabungan karena gampang dijual dan harganya relatif naik terus. Investasi emas dianggap aman atau risikonya sangat rendah.

Makin majunya peradaban, emas dijadikan komoditas investasi yang cukup menarik dan pergerakan harganya sangat dinamis. Ada juga investasi dalam bentuk emas berjangka (future trading). Belakangan ini, harga emas terus meroket karena pengaruh ketidakpastian ekonomi, salah satunya perang dagang (trade war) dan perang mata uang (currency war).

Mengutip dari laman Otoritas Jasa Keuangan (OJK), berikut sejumlah faktor yang menyebabkan harga emas naik turun.

1.  Ketidakpastiaan Kondisi Global

Berbagai situasi yang terjadi di sekeliling kita seperti politik, ekonomi, krisis, resesi, atau perang adalah salah satu pemicu naik dan turunnya harga emas. Contohnya, ketika terjadi krisis tahun 1998, kondisi politik kacau,menyimpan emas dianggap sebagai investasi yang paling aman. Karena itulah saat terjadi krisis atau perang, biasanya harga emas akan melonjak naik.

Belakangan ini, harga emas juga terus naik karena dipicu oleh situasi perang dagang Amerika Serikat danTiongkok. Situasi ini menggenjot investor global berbondong-bondong untuk berinvestasi aset aman (safe haven), salah satunya emas. Kondisi ini akan berbeda ketika situasi ekonomi dan politik terkendali, orang akan mengalihkan investasi ke portofolio yang dianggap bisa memberikan keuntungan lebih besar. Risk appetite investor datang lagi dan perburuan terhadap aset-aset berisiko pun dimulai. Harga emas bisa jadi akan turun nantinya.

Setidaknya ada tiga alasan mengapa orang memilih emas ketika ekonomi sedang tidak menentu atau terdapat gejolak geopolitik. Pertama, nilai emas tetap terjaga meski terjadi inflasi atau deflasi. Kedua, nilai emas tetap terjaga meski terjadi krisis ekonomi atau perang. Ketiga, permintaan akan emas tidak berkurang seiring dengan ketersediaan emas yang terbatas. Tak heran, pamor emas umumnya melejit ketika sedang krisis.

2.  Penawaran dan permintaan emas.

Hukum penawaran dan permintaan juga berlaku pada emas. Lebih besar permintaan dibanding penawarannya menyebabkan harga logam mulia naik. Demiikian juga sebaliknya, harga emas akan turun apabila penawaran lebih besar daripada permintaannya.

Menariknya, ketersediaan emas di dunia ini cukup terbatas. Produksi emas di dunia selain dari hasil pertambangan juga berasal dari daur ulang emas. Ada dua versi hasil hitung dari total emas yang ada di dunia. Versi pertama dari Thomson Reuters GFMS yang menyebut angka totalnya mencapai 171.300 ton. Sementara versi kedua dari James Turk, pendiri Gold Money, yang memperkirakan jumlahnya mencapai 155.244 ton.

3.  Kebijakan Moneter

Harga emas juga sangat tergantung dari kebijakan moneter yang diambil bank sentral Amerika Serikat (The Fed), seperti menaikkan atau menurunkan suku bunga. Kalau The Fed menurunkan suku bunga, emas berpotensi naik harganya. Sebab dolar menjadi gak menarik sebagai pilihan investasi dan orang-orang cenderung menempatkan uangnya dalam bentuk emas. Begitu juga sebaliknya. Seperti yang terjadi saat ini, The Fed telah memutuskan untuk menurunkan suku bunga. Harga emas pun melonjak naik karena keluarnya keputusan tersebut.

4.  Inflasi

Inflasi adalah salah satu faktor utama yang membuat harga-harga barang semakin naik, hal ini juga berdampak pada harga emas. Semakin tinggi tingkat inflasi maka semakin mahal pula harga emas. Hal ini dikarenakan masyarakat yang enggan menyimpan aset mereka dalam bentuk uang yang mudah kehilangan nilainya dan lebih memilih berinvestasi emas yang harganya cenderung stabil dan lebih aman ketika inflasi. Karena semakin diminati inilah, maka harga emas akan meningkat pula.

5.  Nilai Tukar Dolar Amerika Serikat

Harga emas dalam negeri mengacu pada harga emas internasional yang dikonversi dari dolar Amerika Serikat (AS) ke dalam mata uang rupiah. Oleh karena itu lah, harga emas sangat dipengaruhi oleh pergerakan rupiah terhadap dolar AS. Apabila nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah maka harga emas lokal menguat atau tinggi. Sebaliknya, bila nilai tukar rupiah menguat, maka harga emas lokal cenderung turun.

Pastikan menganalisa terlebih dalam dan mengetahui seluk beluk investasi emas sebelum mengambil keputusan. Jangan sampai mengalami kerugian akibat kurang teliti melihat situasi pasar, baik di lingkup lokal maupun global.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA