Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pengunjung melintas di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto: Beritasatu/Mohammad Defrizal.

Pengunjung melintas di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto: Beritasatu/Mohammad Defrizal.

KOPI PAGI

Kiat Meraih Cuan Saat Pasar Fluktuatif

Oleh Hari Prabowo, (Listyorini)  Jumat, 19 Juni 2020 | 07:34 WIB

JAKARTA, Investor.id - Menutup perdagangan bursa, kemarin, IHSG kembali tertekan 1,25% di level 4925. Tekanan indeks terjadi pada menit terakhir menjelang usai.

Ada beberapa kemungkinan penyebab turunnya IHSG tersebut, antara lain;
1. Peningkatan tajam jumlah positif yang terpapar Covid-19 dimana kemarin mencapai 1331 orang. Kondisi ini membuat investor khawatir saat diberlakukannya Era New Normal.
2. Penurunan suku bunga acuan BI 25 basis poin menjadi 4,25% yang mestinya positif untuk terjadinya aliran investasi di pasar modal, justru diartikan menjadi kekhawatiran kemungkinan turunnya pertumbuhan ekonomi tahun 2020 ini.
3. Faktor geopolitik dengan memanasnya ketegangan antara Korea Utara dan Korea Selatan, serta Tiongkok dan India.

Seharusnya pergerakkan volatilitas IHSG ini sudah dipahami mengingat kondisi sejak timbulnya virus corona telah menimbulkan ketidakpastian semakin tinggi, sehingga setiap investor haruslah bisa mengukur seberapa besar return yang diharapkan dan kapan melakukan take profit dari setiap harga saham yang sudah berpotensi menghasilkan gain.

Secara psikologis, investor akan lebih kecewa jika potensi keuntungan yang seharusnya direalisasikan menjadi sirna lagi dan bahkan berbalik menjadi potensi kerugian karena terlambat melakukan eksekusi take profit. Hal tersebut tentu sangat menyakitkan dibanding jika investor telah melakukan take profit dan mendapatkan keuntungan namun harga kembali naik.

Kesampingkan dulu bahwa IHSG ini akan langsung tancap gas ke level 6000 atau harga-harga saham ini akan cepat balik ke harga awal tahun mengingat kondisi masih sangat berat.

Penyebab utama yaitu pandemi Covid-19 belum bisa diatasi dengan baik. Vaksin yang diharapkan sebagai senjata pamungkas juga belum ada yang diotorisasi secara pasti oleh lembaga resmi. Di sisi lain, virus itu justru berpotensi muncul kembali dengan gelombang kedua setelah ekonomi dibuka.

Jadi menurut pendapat saya bahwa pasar akan bergerak sangat fluktuatif dan kalaupun ada kenaikan itu pada batas tertentu.

Kita semua memang berharap agar semua segera membaik, tetapi kita juga harus realistis menyikapi kondisi saat ini.Sekali lagi kendalikan psikologis dan manajemen keuangan dalam berinvestasi di pasar saham yang fluktuatif ini.

Bagaimana dengan prediksi hari ini? Diawal perdagangan kemungkinan IHSG masih akan melanjutkan tekanan kemarin dimana saham Blue Chips seperti BBCA, BBNI, UNVR, ASII, HMSP, GGRM menjadi pemberat terhadap IHSG.

Buat yang mau koleksi sebaiknya sabar menunggu. "Jangan tangkap pisau jatuh" tetapi tunggu sampai ada sinyal tekanan jual sudah mereda.

Beberapa saham yang layak dicermati dari pantauan saya kemarin ada saham BWPT, KRAS, ELSA, INCO, JPFA, TLKM terutama dengan strategi "Buy On Weakness", beli jika harga sedang turun karena berpotensi balik naik ke atas

***Hari Prabowo, Ketua LP3M INVESTA dan pengamat Pasar Modal

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN