Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Hari Prabowo, Ketua LP3M INVESTA dan pengamat pasar modal.

Hari Prabowo, Ketua LP3M INVESTA dan pengamat pasar modal.

Kombinasi Analisa Fundmental dan Prospek Emiten

Senin, 26 Oktober 2020 | 08:28 WIB
Oleh Hari Prabowo

Investor.id - Seperti kita ketahui bahwa salah satu analisa dalam investasi adalah analisa fundamental, yaitu analisa tentang kinerja perusahaan dengan mendasarkan pada laporan keuangan. Dengan analisa tersebut investor bisa mengetahui apakah kinerja perusahaan mengalami pertumbuhan yang positif atau negatif.

Analisa Fundamental ini sangat mendasar dan penting guna dasar pengambilan keputusan investor dalam memilih saham. Investor juga bisa mengambil kesimpulan apakah harga saham yang akan dibeli tersebut murah, wajar atau sudah mahal dengan cara melihat rasio keuangan serta diperbandingkan dengan perusahaan lain dalam sektor industri yang sama.

Namun, analisa fundamental ini akan lebih baik jika dilengkapi dengan analisa prospek perusahaan, karena laporan kuangan itu mencatat apa yang sudah terjadi atau masa lalu, sedangkan analisa prospek itu "memprediksi kinerja masa yang akan datang."

Jadi investor bisa menyimpulkan kinerja perusahaan masa lalu serta kemungkinan kinerja yang akan datang.

Analisa prospek perusahaan ini bisa mendasarkan beberapa hal seperti:

1. Kondisi ekonomi baik global maupun regional.

2. Adanya undang-undang atau peraturan baru dari Pemerintah atau institusi terkait.

3. Aksi korporasi yang dilakukan perusahaan.

4. Harga komoditas dunia.

Hal-hal tersebut bisa menyebabkan kinerja perusahaan mengalami pertumbuhan yang positif atau sebaliknya negatif.

Investor bisa membandingan antara fundamental dan prospek perusahaan. Setidaknya ada empat poin yang perlu diperhatikan:

1. Kinerja masa lalu bagus (positif), dan prospek yang akan datang juga bagus.

2. Kinerja masa lalu bagus tetapi prospek yang akan datang buruk (negatif).

3. Kinerja masa lalu buruk tetapi prospek yang akan datang bagus.

4. Kinerja masa lalu buruk dan prospek yang akan datang juga buruk.

Dari keempat poin tersebut maka investor bisa memilih perusahaan kategori poin 1 dan 3 dalam investasinya.

 

*** Hari Prabowo: Ketua LP3M Investa dan pengamat pasar modal.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN