Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Utama KSEI Uriep Budhi Prasetyo

Direktur Utama KSEI Uriep Budhi Prasetyo

Menelisik Strategi KSEI 2021 Soal Pengamanan Dana Nasabah

Sabtu, 2 Januari 2021 | 11:21 WIB
Frans S. Imung

JAKARTA - Sesuai ketentuan undang-undang Pasar Modal, urusan pengamanan dana milik nasabah atau invetor merupakan kewenangan Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian (LPP). Di lingkungan SRO (Self Regulatory Organization), peran ini diemban PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Sejauh ini, KSEI telah menetapkan sembilan rencana strategis sesuai dengan perannya sebagai LPP. Salah satu rencana strategis tersebut adalah pengembangan alternatif penyimpanan Dana Nasabah pada Sub Rekening Efek (SRE). Sub rekening ini berlaku untuk instrumen efek bersifat ekuitas maupun efek bersifat utang.

Selain itu, KSEI juga menyediakan Investor Fund Unit Account (IFUA) untuk nasabah yang berinvestasi pada instrumen Reksa Dana. “Program ini (alternatif penyimpanan dana nasabah) bertujuan untuk memberikan alternatif tempat penyimpanan dana dalam rangka penyelesaian transaksi di pasar modal,” ujar Direktur KSEI Syarifuddin melalui konferensi pers secara daring akhi 2020.

Terobosan ini, dikatakan Direktur Utama KSEI, Uriep Budhi Prasetyo sejalan dengan upaya KSEI mengakomodasi kepentingan investor melalui penyediaan fasilitas teknologi digital. Langkah ini diharapkan dapat mendukung peningkatan jumlah investor.

Menurut KSEI, langkah ini merespons data demografi investor yang semakin didominasi oleh investor milenial. Saat ini, dari total investor di pasar modal Indonesia, sekitar 73,83% investor berada pada kisaran usia 30-40 tahun.

Selain terobosan dalam penyimpanan dana nasabah, KSEI juga mengusung program yang diberi nama Information Hub. Program ini meliputi pengembangan validasi data investor yang melibatkan Ditjen Dukcapil terkait Nomor Induk Kependudukan (NIK), Direktorat Jenderal Pajak (DJP), terkait dengan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), dan Kartu Masyarakat Indonesia di Luar Negeri (KMILN) untuk investor diaspora. Informaton HUB digunakan untuk pengembangan SRE Syariah dalam rangka mendukung peta jalan pengembangan pasar modal syariah.

Secara keseluruhan, terdapat tiga rencana strategis yang baru yang diusung KSEI untuk tahun 2021. Ketiga program meliputi optimalisasi peran KSEI sebagai Sub Registry Surat Berharga Negara (SBN), Securities Crowd Funding, dan Pengembangan Layanan SRE Syariah.

Editor : Frans (ftagawai@gmail.com)

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN