Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Fungsional Perencana Madya Deputi Bidang Kesetaraan Gender KPPPA Wiyarso Suwarsono (tengah bawah), Presiden Director  Axa Finacial Indonesia Niharika Yadav (kiri atas), Head of Sales AXA Mandiri Galila Maharipah (kiri bawah), Inspirator Esra Manurung (kanan bawah), Influencer Ariana Octavia (kanan atas) dan presenter BeritaSatu TV Ellyza Hasan saat webinar Wanita Tangguh dan Mandiri Secara Finansial, Jumat (16/4/2021). Webinar ini merupakan kerjasama antara BeritaSatu Media Holdings dengan AXA Mandiri dan AXA. BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Fungsional Perencana Madya Deputi Bidang Kesetaraan Gender KPPPA Wiyarso Suwarsono (tengah bawah), Presiden Director Axa Finacial Indonesia Niharika Yadav (kiri atas), Head of Sales AXA Mandiri Galila Maharipah (kiri bawah), Inspirator Esra Manurung (kanan bawah), Influencer Ariana Octavia (kanan atas) dan presenter BeritaSatu TV Ellyza Hasan saat webinar Wanita Tangguh dan Mandiri Secara Finansial, Jumat (16/4/2021). Webinar ini merupakan kerjasama antara BeritaSatu Media Holdings dengan AXA Mandiri dan AXA. BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Menjadi Perempuan Tangguh dan Mandiri Secara Finansial

Sabtu, 17 April 2021 | 10:00 WIB
Windarto

Jakarta, Investor.id – Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap perempuan masih menjadi persoalan yang dihadapi kaum banyak perempuan di Indonesia. Tekanan mental dan fisik tersebut membuat banyak dari kaum perempuan atau ibu rumah tangga terpuruk dan sulit untuk bangkit. Pertengkaran dalam rumah tangga yang memicu KDRT ini berpengaruh pula terhadap kondisi mental anak-anak dan masa depan keluarga bila terus dibiarkan. Data menyebutkan, selama pandemi Covid-19, angka kekerasan dalam rumah tangga meningkat. Faktor ekonomi, kehilangan penghasilan, sulit bepergian, masalah pendidikan, atau karena terisolasi menjadi pemicunya. Catatan dari Komnas Perempuan tahun 2021 menyebutkan kekerasan terhadap perempuan di ranah privat meliputi kekerasan fisik (31%), kekerasan seksual (30%), kekerasan mental (28%), dan kekerasan finansial (10%).

Atas dasar bahwa semua orang punya mimpi dan kesempatan untuk meraih kehidupan yang baik, berkembang, bahagia, dan sukses, AXA dan AXA Mandiri mengkampayekan program Aman Untuk Semua.

Country CEO AXA Indonesia, Komisaris PT AXA Mandiri Financial Services, Presiden Komisaris PT Mandiri AXA General Insurance Julien Steimer mengatakan, sebagai perusahaan asuransi, AXA dan AXA Mandiri mengemban misi untuk melindung masyarakat. Melindungi kesehatan, termasuk kesehatan mental, melindungi kehormatan, kekerasan terhadap ibu dan anak, dan terpenting melindungi masa depan mereka.

Program Aman Untuk Semua sudah dikampanyekan sejak Juni 2020 dan mendapat respons yang positif dari masyarakat. Dalam lima kali penyelenggaraan webinar terkait program ini, tercatat sebanyak 67 ribu peserta turut mengikuti paparan dari para narasumber.

Presiden Director of AXA Financial Indonesia, Global Sponsor D&I of AXA Indonesia Niharika Yadav menjelaskan, ada tiga tujuan yang hendak dicapai dari kegiatan Aman Untuk Semua,

pertama, untuk meningkatkan kesadaran tentang kekerasan di ranah privat. Terkadang peningkatan kesadaran tentang kekerasan dalam rumah tangga dan jenis kekerasan yang terjadi. Hal-hal yang dilalui oleh para korban juga merupakan langkah yang sangat penting bagi masyarakat kita dalam memberikan pendidikan dan penanganan serta pencegahan kekerasan untuk tahap kedua. “Hal ketiga yang ingin kami lakukan adalah inti dari programnya yaitu memberdayakan perempuan agar memiliki kepercayaan diri bahwa mereka bisa lepas dari belenggu kekerasan dalam rumah tangga,” jelasnya.

“Kami pikir setiap orang memiliki hak untuk memenuhi impian mereka, karena kekerasan dalam rumah tangga adalah ekspresi dari seseorang yang tidak dapat mejalani hidup seperti yang mereka inginkan.

Di tahun 2021, program empowering dari Aman untuk Semua di antaranya mengangkat tema, meningkatkan kemampuan dan kepercayaan diri untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik melalui perencanaan keuangan dan program keterampilan. Pada sesi ini akan diberikan materi tentang mengatur keuangan, kesehatan mental, dan pengembangan keluarga. Tema lain membuka peluang bagi perempuan agar dapat mandiri secara profesional dengan materi pelaihan profesi agen, serta pelatihan UMKM.

Dalam webinar bertajuk Wanita Tangguh dan Mandiri Secara Finansial ini menghadirkan narasumber Wiyarso Sumarsono, Perencana Ahli Madya di Asdep PUG Bidang Ekonomi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlidungan Anak, Galila Maharipah Head of Sales AXA Mandiri, Esra Manurung selaku inspirator, dan Ariana Octavia selaku influencer.

Dikatakan Wiyarso, dari berbagai kasus kekerasan yang dialami, 80% perempuan enggan mengadukan kepada lembaga pengaduan. Kasus KDRT ini menempati urutan pertama terhadap istri sebanyak 79%. dalam sistem informasi perlindungan perempuan dan anak (Simponi) per Januari terdapat keluhan 710 kekerasan terhadap perempuan tercatat yang dilaporkan kepada aplikasi tersebut secara realtime.

Wiyarso menyebut empat faktor sebagai penyebab tindak kekerasan terhadap perempuan, yakni faktor pasangan, ekonomi, pendidikan, dan budaya. “Faktor ekonomi sangat besar perannya terhadap kekerasan perempuan yang berasal dari keluarga dengan tingkat kesejahteraan rendah memiliki risiko tinggi untuk mengalami kekerasan,” tuturnya. Lebih lanjut, Wiyarso menyebut Aspek ekonomi ini lebih dominan dibandingkan aspek-aspek lain seperti pendidikan. Kalau dilihat dari pekerjaan, pekerja dengan upah rendah. Faktor sosial budaya yang masih menempatkan perempuan sebagi pelayan laki-laki.

Esra Manurung mengungkapkan, setiap perempuan memang tidak dilahirkan dalam kondisi beruntung, ada yang lahir dari keluarga miskin atau berada dalam lingkungan keluarga yang mengalami tindak kekerasan. Namun, dalam kondisi apapun, mau dia miskin atau kaya, susah atau dalam tekanan, perempuan diberi hadiah oleh Tuhan, yakni kemampuan untuk membuat keputusan. “Ketika kita lahir, kita tidak bisa memilih, namun setelah lahir kita bisa membuat keputusan untuk jadi apa, membuat keputusan untuk masa depan seperti apa,” tuturnya.

Ada empat hal yang menurut Esra bisa mengubah perempuan dari keterpurukan atau dari looser menjadi winner. Pertama, buku. Banyak membaca buku. Kedua, event. Dengan event-event seperti webinar motivasi, atau sharing pengalaman bisa menjadi moment of truth. Ketiga, adalah leader atau mentor. Keempat adalah Aha moment. “Saya berharap wanita Indonesia menemukan Aha moment setelah mengikuti acara ini sehingga bisa berubah menjadi wanita tangguh dan mandiri,” harap Esra.

Salah satu bentuk kemandirian bagi seorang perempuan adalah mampu menghasilkan sesuatu yang bernilai sehingga mendatangkan income. Ariana Octavia, influencer menceritakan pengalamannya bagaimana ia bisa menjadi pembuat konten di media sosial. Setelah memutuskan keluar dari pekerjaan formal, Ariana ingin mengisi waktu luang dengan sesuatu yang bermanfaat. Akhirnya ia memutuskan membuat konten tentang keseharian, dan fokus pada makanan. Karena saat itu memang menyukai fotografi, Ariana pun memanfaatkan ponsel pintarnya untuk memotret makanan atau masakan buatannya dan di-share di Instagram. Hasil yang bagus membuat banyak follower-nya bertanya tentang teknik akhirnya Ariana membagikan tips mengenai cara memotret berikut editing fotonya. “Dari situ banyak follower berdatangan, dan diajak ikut workshop. Alhamdulillah dari workshop bisa keliling Indonesia. Yang aku ajak memang ibu-ibu yang punya online shop,” kisah Ariana.

Hal penting dalam membangun kemandirian perempuan di dalam keluarga adalah kemampuan mengelola keuangan dengan baik. Head of Sales AXA Mandiri Galila Maharipah mengatakan, perempuan sebagai pengendali keuangan keuangan keluarga wajib memiliki pengetahuan dasar mengenai perencanaan keuangan. Tidak perlu terlalu rumit, terpenting memiliki pengetahuan pengeluaran yang penting untuk saat ini dan untuk masa yang akan datang. Kira-kira kebutuhan untuk masa depan apa yang diperlukan, misalnya santunan untuk pendidikan anak, perlidungan kesehatan anak-anak. “Dua hal tersebut merupakan satu point yang kalau terjadi suatu risiko, biayanya mahal banget, dan kita tidak mau kalau ada suatu risiko akhirnya perencnaan keuangan kita jadi buyar, karena kita tidak punya back up, ” jelas Galila.

Dituturkan Galila, dalam perencanaan keuangan, asuransi sebenarnya memegang peranan penting atau hal dasar dalam melindungi perencanaan keuangan, tapi sekarang banyak orang yang langsung investasi, dan asuransinya di-skip. Karena kita tidak tahu kalau terjadi suatu risiko, apakah orang yang ditinggalkan masih bisa menikmati gaya hidup seperti saat ini, bila pencari nafkahnya meninggal. Setelah asuransi terpenuhi, baru menyiapkan investasi untuk meningkatkan aset yang dimiliki.

Acara Webinar ini terselenggara berkat kerja sama Berita Satu Media Holding dengan AXA dan AXA Mandiri.

Editor : Maswin (maswin@investor.co.id )

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN