Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Rama Dhonanto, Managing Director PT Heroleads Indonesia.

Rama Dhonanto, Managing Director PT Heroleads Indonesia.

Merajut Kisah Sukses Lewat ‘Digital Channel‘

Jumat, 30 April 2021 | 10:50 WIB
Indah AP

JAKARTA, investor.id - Tak bisa dipungkiri, perkembangan bisnis berbasis digital semakin menggerus model bisnis konvensional. Perubahan ini harus direspons dengan langkah-langkah tepat dengan beradaptasi pada tuntutan bisnis era digital. Ekosistem digital yang memadukan berbagai entitas bisnis sudah menjadi rantai yang saling membutuhkan, namun saling menguntungkan.

Pada sisi lain, banyak usaha kecil menengah (UKM) potensial punya peluang untuk berkembang lebih baik atau bahkan naik level. Namun, peluang berkembang kelompok ini kerap terkendala oleh faktor infrastruktur teknologi. Kondisi ini menjadi perhatian Rama Dhonanto, yang saat ini mengemban amanah sebagai Managing Director PT Heroleads Indonesia.

Dikatakan Rama, digital di Indonesia terbilang baru bila dibandingkan dengan negara-negara Eropa dan Amerika. Namun Indonesi memiliki kemampuan beradaptasi yang sangat tinggi. Ia mencontohkan betapa cepatnya perkembangan media sosial seperti Friendster, Facebook, Twitter, Instagram, dan Tiktok. “Mungkin dari sisi infrastruktur agak terhambat karena tidak semua punya akses dan koneksi, tapi kita mempunyai kemampuan yang sangat tinggi untuk beradaptasi,” terangnya.

Lebih lanjut Rama menjelaskan, kemunculan berbagai sistem pembayaran online seperti Gopay dan OVO misalnya, dengan cepat menjadi bagian yang melekat dengan keseharian masyarakat. Padahal di negara-negara seperti Jepang, bahkan belum menjadi sesuatu kebiasaan yang normal. Karena itu, menurut dia, dalam pendekatan kepada UKM atau perusahaan, harus harus menggunakan strategi berkomunikasi yang tepat.

Orang Indonesia, menurut Rama, tergolong cepat bosan sehingga konten digital marketing tidak bisa dipakai terus-menerus. Perlu ada konten baru atau marketing channel yang baru. “Menurut saya Indonesia itu cukup dinamis dan kita tidak takut mencoba pakai platform baru, pakai media baru, dan memang suka eksplor yang baru. Dan ini harus disesuaikan, artinya pemberdayaan UKM itu harus diperankan untuk bisa berkomunikasi dengan mereka (masyarakat) karena mereka butuh sesuatu yang baru. Jadi cycle sebuah content di Indonesia itu tidak panjang kalau saya lihat,” papar Rama.

Keinginannya membantu kalangan UKM untuk bisa go digital menjadi alasan utama Rama bergabung di Heroleads yang selama ini fokus membidik perusahaan UKM sampai atas. Heroleads memiliki formula yang dibutuhkan perusahaan-perusahan tersebut agar bisa perform di lingkup digital marketing.

Rama Dhonanto
Rama Dhonanto

Layanan yang ditawarkan Heroleads antara lain digital performance marketing yang fokus untuk meningkatkan penjualan, transformasi data menjadi penjualan, solusi kreatif dan teknologi berupa solusi web dan landing page juga layanan chatbot, dll, serta pengoptimalan tim sales. Apalagi di masa pandemi ini, digital menjadi salah satu channel yang sangat penting bagi brand agar bisa engage dengan customer sekaligus untuk meningkatkan penjualan.

Heroleads membantu perusahaan-perusahan dalam meningkatkan penjualan memanfaatkan digital channel. Termasuk menggunkan media sosial seperti Instagram, Youtube, Facebook, Tiktok. Di Indonesia media sosial cukup efektif dan ampuh dalam menyebrkan informasi karena penggunanya demikian besar. Hal ini terbukti dari klien-klien Heroleads yang memanfaatkan channel tersebut memiliki performa yang bagus. “Media sosial itu platform yang signifikan dan dibutuhkan semua brand atau UKM untuk meningkatkan penjualan dan awareness-nya,” kata Rama.

Heroleads fokus pada sektor bisnis yang memiliki long transaction atau transaksi jangka panjang. Meskipun transaksinya secara offline, tapi mendapatkan nasabanya secara online. Tiga sektor yang saat ini menjadi fokus garapan Heroleads yakni sektor properti, edukasi, dan finansial.

Dijelaskan Rama, cara pelanggan membeli properti beberapa tahun belakangan ini sudah berubah drastis. Media sosial yang semakin populer, preferensi terhadap iklan di perangkat mobile, serta bertambahnya platform distribusi dan fragmentasi lanskap pembeli, mendorong industri real estate mengikuti perkembangan media digital ini.

Sejumlah perusahaan properti sudah memanfaatkan jasa Heroleads dalam mendongkrak pemasaran agar lebih cepat. Beberapa nama yang cukup dikenal seperti Adhi Commuter Property, Jaya Property, LRT City, Wika Realty, PP Properti, Alam Sutera, dan Jababeka.

Di sektor pendidikan atau edukasi, Heroleads juga membantu lembaga pendidikan atau organisasi pelatihan agar dapat menjangkau pasar dan melipatgandakan pendaftaran dengan menggunakan konsep digital marketing. Sejauh ini Heroleads sudah bekerja sama dengan beberapa perguruan tinggi di antaranya, Binus, Atmajaya, Prasetya Mulia, Universitas Pancasila, IPMI, sekolah internasional British School Jakarta, ITB, dan Telkom University.

Sementara pada sektor finansial ada beberapa perusahaan asuransi, multi finance, dan bank yang menggunakan jasa Heroleads untuk menjaring nasabh melalui channel digital. “Kami bikin satu campaign atau strategi, bagaimana caranya supaya perusahaan tersebut bisa mendapatkan calon nasabah lewat channel online. Jadi kita buat iklannya, kita buat strategi komunikasi dan teknologi untuk bantu mereka. Jadi tim sales mereka tinggal follow up, dan kita bilangnya leads atau calon konsumen yang kita datangi lewat channel online,” terang Rama.

Selain tiga fokus bisnis Heroleads tersebut, beberapa perusahaan UKM juga bekerja sama dengan Heroleads seperti perusahaan konsultan, arsitek, furnitur, pengusaha batik, dan perusahaan coaching. Dikatakan Rama, parameter kesuksesan bisa diukur dari return of investment (ROI). “Kita ingin apa yang mereka spent ke kita itu mereka bisa dapatkan return lebih dari 10 kali lipat,” ujarnya.

Tahun ini Heroleads menargetkan pertumbuhan bisnis bisa dua kali lipat dibandingkan dengan capaian 2020. Rama pun berharap Heroleads bisa masuk dalam Top of Mind para perusahaan ketika mencari partner digital marketing. “Berharap kita bisa mencapai top three perusahaan digital marketing yang dicari perusahaan lainnya dalam waktu tiga sampai lima tahun ke depan ini,” kata Rama. Rama berharap bisa memberikan dampak lebih besar ke banyak orang baik lewat pengetahuan atau knowledge, karya atau kerja sama lewat pelatihan-pelatihan yang ada.

Sebelum bergabung di Heroleads, Rama meniti karier di industri telekomunikasi. Pada tahun 2014, Rama mendirikan Sportdeca, toko online yang fokus pada produk-produk fashion, juga peralatan olah raga. “Saya buat company digital itu e-commerce untuk peralatan olah raga, bidang fashion dan itu lumayan sukses bisa mendapatkan banyak perhatian dari orang-orang,” kata Rama di Jakarta belum lama ini.

Namun kemudian perusahaanya itu dibeli oleh perusahaan dari Singapura. Kemudian Rama mulai berkecimpang pada bidang digital marketing yakni Shopdeca.com lanjut Migme e-Commerce. Sampai akhirnya Rama bergabung di PT Bdigital Asia Indonesia yang kini bertranformasi menjadi Heroleads Indonesia.

Heroleads merupakan perusahaan penyedia iklan digital berasal dari Jerman yang menyediakan pengembalian investasi yang nyata (Return on Investment) dari budget marketing para klien. Rama juga cukup aktif memberikan pelatihan mengenai digital marketing ke perusahaan-perusahaan, bahkan Heroleads memiliki event yang dinamai Herotalks untuk mengedukasi publik tentang bagaimana caranya bisa tumbuh dengan digital marketing.

Minat Rama terhadap pengembangan manusia tidak saja dituangkan dalam bentuk memberikan pelatihan, kini ia pun menuangkan dalam bentuk buku. “Saya ingin punya dampak lebih besar ke orang lain entah melalui knowledge, atau karya saya, dan atau mungkin saya joint dengan orang lain, atau mungkin dengan pemerintah untuk bisa membantu masyarakat,” harapnya.

 

 

 

 

 

 

Editor : Frans (ftagawai@gmail.com)

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN