Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi: pembagian dividen/IST

Ilustrasi: pembagian dividen/IST

Musim Dividen, Apa yang Perlu Diperhatikan?

Minggu, 28 Maret 2021 | 10:04 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id –Musim pembagian dividen merupakan hal yang ditunggu oleh investor untuk mendapatkan keuntungan dari dividen yang dibagikan. Biasanya harga saham perusahaan yang membagikan dividen berpeluang naik hingga tanggal cum date, sejalan dengan nilai dividend yield pada harga saham saat itu.

Investor banyak yang menunggu musim itu setelah emiten melakukan rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) yang umumnya marak terjadi pada akhir Maret.

Secara umum, dividen dibagikan satu kali dalam setahun. Namun, ada juga perusahaan yang membagikan dividen lebih dari satu kali dalam setahun, yaitu dividen interim.

Laporan keuangan tahunan perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) umumnya dikeluarkan pada periode Januari hingga Maret.

Jika investor ingin berburu dividen, perlu memperhatikan tanggal-tanggal penting saat pembagian dividen, antara lain cum date, ex date, recording date, dan payment date.

  • Cum date: Tanggal terakhir bagi investor yang ingin membeli saham tertentu dan ingin mencatatkan diri sebagai pemegang hak untuk mendapatkan dividen dari emiten tersebut.

  • Ex date: Tanggal setelah cum date. Bila investor melakukan pembelian saham pada tanggal ini, investor tidak akan mendapatkan hak dividen dari emiten tersebut.

  • Recording date: Tanggal pencatatan bagi pemilik saham yang berhak mendapatkan dividen.

  • Payment date: Tanggal pembayaran dividen.

Selain itu, investor perlu mencermati dividend payout ratio dan dividend yield yang dimiliki perusahaan saat membagikan dividen untuk dapat memperkirakan seberapa besar imbal hasil dari dividen yang diterima.

  • Dividend Payout Ratio (DPR): Menggambarkan seberapa besar dividen yang dibagikan perusahaan jika dibandingkan dengan laba bersih yang dimiliki oleh perusahaan. (Dividen per lembar saham / laba per lembar saham).

  • Dividend yield: Tingkat keuntungan dividen jika dibandingkan dengan harga saham perusahaan saat itu. (Dividen per lembar saham / harga saham perusahaan).

Semakin besar DPR, menunjukan semakin loyal perusahaan dalam membagikan keuntungannya kepada pemegang saham. Sedangkan, semakin tinggi nilai dividend yield, menunjukan semakin tinggi tingkat imbal hasil investor dari dividen yang diberikan berdasarkan harga saham saat itu.

Meski harga saham menjelang pengumuman dividen naik, investor juga perlu mempertimbangkan risiko yang dapat terjadi bila membeli saham saat momentum pembagian dividen. Hal ini karena harga saham perusahaan yang membagikan dividen berpotensi mengalami penurunan pada saat ex date dividen.

Selanjutnya, investor juga perlu memperhatikan historis pergerakan harga saham dan juga volume perdagangan sahamnya. Hal ini bertujuan untuk menilai apakah saham tersebut termasuk saham yang likuid atau tidak.

Jika investor membeli saham yang tidak likuid, investor bisa saja akan mengalami kesulitan dalam menjual saham tersebut setelah euforia pembagian dividen berakhir.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

BAGIKAN