Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Katolik Parahiyangan Johannes Gunawan

Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Katolik Parahiyangan Johannes Gunawan

Pahami Isi Kontrak Sebelum Tanda Tangani Produk Investasi (2)

Minggu, 16 Agustus 2020 | 08:20 WIB
Windarto

Johannes mengingatkan, bagi penyelenggara jasa keuangan yang menggunakan kontrak standar baku dan memuat klausul-klausul eksonerasi atau eksemsi, maka ada POJK No 1/2013 tentang Perlindungan Konsumen Jasa Keuangan. Selain itu di dalam pasal KUH Perdata pasal 1349 disebutkan, kalau terjadi kerugian di investor dan yang membuat kontrak adalah lembaga jasa keuangan bank dan sebagainya, maka penafsiran dari kontrak tersebut itu harus untuk keuntungan investor. Sehingga lembaga jasa keuangan pun harus berhati-hati dalam merancang kontrak baku atau kontrak standar apalagi kontrak digital yang ditawarkan kepada para investor. “Ini memberikan clue kepada para investor untuk berinvestasi secara cerdas dan aman. Jadi mesti dilihat kontraknya dulu,” tambahnya.

Apa akibatnya? Kalau kontrak itu kemudian hari ternyata berhasil dibuktikan ada pelanggaran terhadap prinsip contra proverentum (digunakan dalam penafsiran kontrak baku), maka menurut PP nomor 80/2019 tentang Perdagangan Melalui Sistem Elektronik, bahwa yang otomatis menjadi batal demi hukum karena terjadi kesalahan teknis dan sebagainya dalam perancangan penawaran dan adanya klausul-klausul yang eksonerasi atau eksemsi. “Hati-hati kalau batal demi hukum berarti lembaga keuangan itu harus memberikan ganti rugi itu,” tambah Johannes.

News Director Berita SAtu Media Holding Primus Dorimulu dan presenter Chakry Miller memandu acara Literasi Keuangan goes to Campuss (13/8)
News Director Berita SAtu Media Holding Primus Dorimulu dan presenter Chakry Miller memandu acara Literasi Keuangan goes to Campuss (13/8)

Jadi klausul eksonerasi merupakan pencegahan kecurangan dalam kontrak elektronik, yang kedua adalah contra proferentem. Jadi jika seseorang mau investasi lalu berhubungan dengan salah satu lembaga jasa keuangan maka menurut contra proferentem, kedua belah pihak harus tahu hak dan kewajibannya. Hak dan kewajiban tersebut ada di dalam kontrak yang akan mereka tutup atau akan mereka tanda tangani. Di kalangan asuransi biasanya dikenal istilah free look, yakni kesempatan bagi calon pemegang polis untuk membaca dan mempelajari kontrak polis tersebut selama masa tertentu sebelum menandatangani polis.

Terkait kontrak standar, Johannes pernah mengusulkan kepada OJK untuk membuat model kontrak yang disetujui oleh tripartit yakni pemerintah, asosiasi pelaku usaha atau lembaga jasa keuangan, dan asosasi konsumen. Model yang telah disetujui tersebut kemudian bisa dipakai oleh para pelaku usaha sebagai rujukan.

Johannes menyoroti persoalan kontrak ini sebagai satu hal yang kerapkali luput dalam program-program literasi keuangan, padahal ini sesuatu yang penting untuk edukasi kepada masyarakat. Ia pun memberikan contoh dalam silabus masalah literasi keuangan, masalah kontrak sebenarnya masuk dalam materi yang diajarkan.

Acara Literasi Keuangan Goes to Campuss terselenggara berkat kerja sama Majalah Investor dengan Universitas Katolik Parahyangan Bandung, Prudential Indonesia, Bank Mandiri, BRI Insurance, Panin Asset Management, dan Bursa Efek Indonesia.

Editor : Maswin (maswin@investor.co.id )

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN