Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK TIrta Segara

Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK TIrta Segara

Perlu Kritis terhadap 'Influencer' agar Tidak Salah Berinvestasi

Jumat, 14 Agustus 2020 | 08:30 WIB
Windarto

Jakarta-Salah satu karakter generasi milenial adalah suka mengikuti tren dan mudah terpengauh dengan apa yang disampaikan para influencer (public figure, artis, tokoh, dsb), termasuk dalam hal berinvestasi. Para influencer kerapkali dijadikan 'marketer' untuk mendorong masyarakat membeli suatu produk atau jasa keuangan. Namun, Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Tirta Segara mengingatkan, agar para milenial, juga masyarakat kritis terhadap apa yang disampaikan para influencer tersebut, apalagi bila menyangkut masalah produk investasi.

“Pemahaman keuangan itu penting, sehingga kalangan milenial (dan masyarakat) ini tidak mudah terpedaya oleh janji-janji manis kalau ada influencer atau siapapun yang mengajak berinvestasi. Ini harus paham. Tidak semua tokoh-tokoh itu menjadi idola dalam bidang investasi yang benar dan legal,” ujar Tirta dalam Webinar Literasi Keuangan Goes to Campuss bertema Cara Cerdas Berinvestasi yang Aman (13/8).

News Director Berita Satu Media Holding Primus Dorimulu memandu Webinar Literasi Keuangan Goes to Campuss (13/8)
News Director Berita Satu Media Holding Primus Dorimulu memandu Webinar Literasi Keuangan Goes to Campuss (13/8)

 

Mudah mengikuti tren tersebut menjadi satu dari lima alasan mengapa kalangan milenial harus memiliki pengetahuan atau literasi keuangan. Alasan lain karena kalangan milenial ini merupakan penerus bangsa dan kelak akan menjadi penentu perekonomian. Di sisi lain, generasi ini terbilang rendah dalam literasi keuangan, dan lebih rentan secara finansial. Rentan secara finansial seiring dengan kebiasaan untuk menghabiskan uang untuk kesenangan daripada untuk menabung dan berinvestasi. Kebiasaan untuk bersenang-senang dan mencari petualangan ini mengakibatkan generasi milenial tidak punya dana darurat. Padahal dana darurat dibutuhkan pada saat situasi keuangan terganggu, seperti adanya pandemi Covid-19 ini contohnya.

News Director Berita SAtu Media Holding Primus Dorimulu dan presenter Chakry Miller memandu acara Literasi Keuangan goes to Campuss (13/8)
News Director Berita SAtu Media Holding Primus Dorimulu dan presenter Chakry Miller memandu acara Literasi Keuangan goes to Campuss (13/8)

Lebih lanjut Tirta menyebut literasi keuangan merupakan essential life skill. Sebuah penelitian menyebutkan, orang dengan tingkat literasi keuangan yang tinggi itu bisa mencapai tujuan hidupnya lebih cepat dibandingkan orang-orang yang mencapai tujuannya dengan bekerja keras saja. “Tetapi kalau yang literasi keuangan yang tinggi ini akan lebih baik,” tuturnya. Peningkatan pemahaman keuangan dan kepemilikan produk investasi bagi generasi milenial adalah hal yang krusial apalagi seperti sekarang ini anak milenial harus dibekali kemampuan untuk mengelola keuangan yang pada akhirnya menjadi sebuah budaya hingga membentuk sebuah karakter.

Dalam hal berinvestasi, Tirta senantiasa mengingatkan masyarakat dengan istilah 2L, Legal dan Logis. Harus diwaspadai bila ada yang menjanjikan keuntungan tidak wajar dalam waktu cepat, menjanjikan bonus dari perekrutan anggota baru, memanfaatkan tokoh masyarakat/tokoh agama, janji aset aman dan jaminan pembelian kembali, klaim tanpa risiko (free risk), legalitas tidak jelas.

Menurut Tirta, banyak aduan dan kasus yang masuk ke OJK akibat kasus-kasus investasi. Catatan OJK hingga 3 Juli 2020 terdapat 792 entitas investasi ilegal, 2.588 fintech ilegal, dan 93 gadai ilegal yang telah dibubarkan. Kendati telah banyak entitas ilegal yang dibubarkan OJK, namun bukan berarti tidak ada lagi yang bermunculan dengan menawarkan hal serupa.

Jika ingin memastikan legalitas suatu entitas lembaga keuangan atau investasi, bisa menghubungi Satgas Waspada Investasi OJK no kontak 157, atau melalui WA 081-157-157-157, atau kunjungi http://sikapiuangmu.ojk.go.id

Acara Literasi Keuangan Goes to Campuss terselenggara berkat kerja sama Majalah Investor dengan Universitas Katolik Parahyangan Bandung, Prudential Indonesia, Bank Mandiri, BRI Insurance, Panin Asset Management, dan Bursa Efek Indonesia.

Editor : Maswin (maswin@investor.co.id )

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN