Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ketua LP3M Investa, Hari Prabowo, ketika berbicara tentang Psikologi Trading dalam zooming bersama tim marketing BNI Sekuritas.

Ketua LP3M Investa, Hari Prabowo, ketika berbicara tentang Psikologi Trading dalam zooming bersama tim marketing BNI Sekuritas.

Psikologi Trading untuk Hindari Kegagalan Investasi Saham.

Senin, 19 Oktober 2020 | 10:42 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id - Banyak investor yang ahli berbagai analisa, dari analisa fundamental, teknikal hingga bandarmologi, tetapi banyak yang gagal dan mengalami kerugian dalam berinvestasi saham. Salah satu penyebabkan adalah faktor psikologi, ketidaksiapan investor dalam menyikapi pergerakan saham yang sangat fluktuatif.

"Ketidaksiapan mental mempengaruhi keputusan sehingga banyak orang gagal karena grogi dan salah mengambil keputusan jual atau beli, meski sudah diberkali banyak analisa," kata Ketua LP3M Investa, Hari Prabowo ketika berbicara tentang Psikologi Trading kepada tim marketing dan sales BNI Sekuritas, belum lama ini.

Ia menegaskan, di pasar modal selalu ada banyak kemungkinan karena pergerakan saham dipengaruhi oleh banyak faktor yang penuh ketidakpastian. Dengan demikian, bekal pengetahuan analisa saja tidak cukup, tetapi harus dilengkapi dengan kesiapan mental, psikologi trading.

Psikologi trading, kata dia, suatu keputusan dalam melakukan transaksi yang dipengaruhi oleh mental, pikiran, dan perilaku. Psikologi mempengaruhi cara berpikir seseorang yang kemudian dijalankan dengan perilaku dalam mengambil keputusan. Jika tidak siap dan pikirannya kalut bisa menjadikan keputusan yang diambil menjadi salah (loss). Sebaliknya,pikiran positif dan tenang akan menghasilkan keputusan yang mendatangkan keuntungan (gain).

Menurut hari, dalam trading saham dibutuhkan kemampuan analisa fundamental, teknikal, bandarmologi (tape reading), melihat prospek emiten, dan juga psikologi.

Mengapa psiklogi trading diperlukan? Karena banyak investor gagal dalam trading saham karena faktor psikologi, meski bekal pengetahuan analisa sangat memadai. Kesiapan mental untuk berani menanggu risiko, tidak terlalu euforia ketika mendapatkan hasil yang spektakuler, sangat diperlukan dalam berdagang saham.

Di pasar modal, kata Hari Prabowo, selalu ada kemungkinan, dan tidak bisa bicara kepastian.

Ia mencatat setidaknya ada 13 kesalahan investor sehingga gagal dan rugi dalam trading saham.

1. Melakukan trading tanpa dibekali pengetahuan.

2. Membeli saham bagai mengejar "layang-layang putus". Meski harganya sudah naik tinggi tetapi karena terpengaruh secara psikologi tetap dikejar sehingga beli saham ketika harganya sudah di pucuk.

3. Membeli saham "menangkap pisau jatuh". Saham yang sedang bergerak turun karena dirasa sudah murah akhirnya dibeli, padahal harganya sedang dalam tren penurunan.

4. Membeli saham terlalu banyak jenis dan jumlahnya sehingga tidak fokus.

5. Seluruh modal dibelikan hanya satu saham karena terlalu optimistis.

6. Kuat menahan rugi, tapi tak kuat menahan untung.

7. Tidak mengetahui apa dan bagaimana prospek kinerja dan prospek perusahaan yang sahamnya dibeli.

8. Terlalu tamak dan mudah grogi.

9. Terlalu berlebihan menggunakan fasilitas margin sehingga membuat pikiran tidak tenang ketika sahamnya turun.

10. Hanya mengacu pada satu informasi sebagai dasar mengambil keputusan jual dan beli.

11.Tidak mau rugi atau cut loss

12. Mendikte pasar sesuai pikiran.

13. Transaksi balas dendam, artinya pernah loss dalam satu saham dan terus melakukan jual beli karena balas dendam.

Untuk itu, Hari Prabowo menyarankan agar investor disiplin dalam berdagang saham dan membuat aturan pribadi:

1. Jangan salahkan orang lain jika rugi.

2. Jangan salahkan pasar.

3. Terima kesalahan dengan lapang dada dan belajar dari kesalahan agar tidak terulang lagi.

4. Bersedia menerima kerugian.

5. Jika ragu-ragu dan pikiran kalut sehingga tidak fokus, lebih baik tinggalkan pasar dulu.

6. Gunakan uang yang tidak ada kepentingan khusus, sehingga dapat bertransaksi dengan tenang.

7. Jangan transaksi melebihi kemampuan.

8. Setelah menikmati hasil, pergilah berlibur.

9. Jangan bertransaksi saat ada masalah pribadi.

10. Jangan average down berkali-kali, upayakan maksimal tiga kali.

11. Jangan bertransaksi karena ikut-ikutan.

12. Atur portofolio berdasarkan waktu dan sektor.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN