Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pasar Surat Utang Negara (SUN)/IST

Pasar Surat Utang Negara (SUN)/IST

Surat Utang Negara (SUN)

Listyorini, Rabu, 31 Juli 2019 | 15:54 WIB

Jakarta, investor.id – Salah satu instrumen investasi yang diminati masyarakat adalah Surat Utang Negara (SUN). Bahkan, kalangan milenial mulai melirik instrumen ini untuk investasinya sejak diterbitkannya obligasi ritel yang harganya cukup terjangkau.

SUN adalah surat berharga yang diterbitkan oleh pemerintah sesuai Undang-Undang No 24 Tahun 2002. Mengutip dari laman Otoritas Jasa Keuangan (OJK), SUN terdiri atas Surat Perbendaharaan Negara (SPN) dan Obligasi Negara (termasuk obligasi negara ritel/ORI).

SUN merupakan surat pengakuan utang yang dijamin pembayaran bunga dan pokoknya oleh negara RI sesuai masa berlakunya. SUN digunakan oleh pemerintah untuk membiayai kebutuhan anggaran pemerintah seperti untuk menutup defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

SUN dapat dimiliki investor melalui pasar perdana maupun pasar sekunder. Pasar Perdana adalah kegiatan penawaran dan penjualan SUN untuk pertama kali. Pasar Sekunder adalah kegiatan perdagangan SUN yang telah dijual di pasar perdana. 

Jenis SUN

1. Surat Perbendaharaan Negara (SPN).

SPN adalah SUN yang berjangka waktu maksimal 12 bulan dengan pembayaran bunga secara diskonto.

2. Obligasi Negara

Obligasi Negara adalah SUN yang berjangka waktu lebih dari 12 bulan dengan kupon atau pembayaran bunga secara diskonto.

Obligasi Negara yang diperdagangakan secara ritel disebut dengan Obligasi Ritel Indonesia (ORI). Tujuan diterbitkannya ORI adalah untuk memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat atau investor individual secara langsung memiliki dan memperdagangkan secara aktif dalam perdagangan Obligasi Negara.

Keuntungan
Tingkat keuntungan investasi pada SUN, sebagaimana pada obligasi pada umumnya bersumber dari pengahasilan kupon (bunga) dan potensi kenaikan harga (capital gain) dari harga obligasi. Keunggulan lainnya dari investasi SUN dibanding efek lain adalah minimnya risiko gagal bayar di kemudian hari saat jatuh tempo, baik pembayaran kupon maupun nilai pokoknya. 

Jika kita membeli obligasi korporasi, maka terdapat kemungkinan terjadi gagal bayar baik kupon maupun nilai pokok yang jatuh tempo akibat kondisi keuangan atau perekonomian yang tidak menguntungkan.

SUN merupakan instrumen investasi yang bebas resiko gagal bayar karena pembayaran bunga/kupon dan pokoknya dijamin oleh UU SUN. Oleh karena itu, setiap tahun Pemerintah menganggarkan pembayaran kupon maupun pokok dalam APBN. Selain itu, produk SUN seperti Obligasi Negara juga dapat dijadikan sebagai agunan dan dapat dijual setiap saat apabila pemilik membutuhkan dana. 

Lelang
Penjualan dan penawaran Obligasi Negara oleh pemerintah di pasar primer umumnya dilakukan melalui lelang yang diikuti oleh peserta lelang yang telah memenuhi persyaratan. Peserta lelang adalah bank atau perusahaan efek yang ditunjuk Menteri Keuangan sebagai dealer utama.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA