Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Malik Adhi, Co-founder Investhink

Malik Adhi, Co-founder Investhink

Terpapar "Virus" Robert Kiyosaki

Listyorini, Kamis, 4 Juli 2019 | 17:33 WIB

Jakarta - Buku dengan judul "Rich Dad,Poor Dad," yang ditulis oleh investor sekaligus motivator Robert Kiyosaki menjadi salah satu buku yang mencetak rekor penjualan cukup tinggi (best seller) di berbagai negara, termasuk di Indonesia. Buku terbitan tahun 1997 itu antara lain mengajarkan tentang upaya meraih status kebebasan finansial (financial freedom) dan berhasil menginsipirasi banyak orang, termasuk Malik Adhi, co-founder Investhink .

"Saya tertarik investasi saham setelah terpapar "virus" Robert Kiyosaki tentang kebebasan finansial," kata Malik kepada Investor Daily, belum lama ini. Menurut buku tersebut, kebebasan finansial dapat dicapai melalui pendapatan pasif yang lebih besar daripada pengeluaran hidup sehari-hari.

Setidaknya ada 6 (enam) pelajaran yang bisa dipetik dari buku tersebut:

1. Orang kaya atau orang dengan cara berpikir kaya tidak bekerja untuk uang.

Selain bekerja untuk mendapatkan aset, orang kaya juga bekerja untuk menciptakan pendapatan pasif (passive income) .

2. Kecerdasan finansial adalah kunci untuk mencapai kebebasan finansial.

Untuk mencapai kebebasan finansial, seseorang harus paham tentang literasi keuangan, paham jenis-jenis investasi, bisa membaca laporan keuangan, kondisi ekonomi terkini, dan juga bisa mengerti istilah-istilah keuanga, tanpa harus menjadi seorang akuntan. Dengan memahami masalah keuangan, baik mikro maupun makro, maka keputusan dalam mengambil pilihan investasi menjadi tepat sasaran.

3. Memikirkan bisnis sendiri.

Uang adalah bisnis karena dari uang itulah kita bisa menghasilkan uang lebih banyak lagi.

4. Memperlajari perpajakan.

Mengapa orang kaya semakin kaya dan orang yang miskin hidup begitu-begitu aja atau malah makin miskin?. Terdapat perbedaan di sana yakni soal pajak. Di sejumlah negara, khususnya negara kapitalis seperti Amerika Serikat, pemerintah cenderung memberikan kemudahan perpajakan bagi korporasi agar bisnis tetap bertumbuh, dan ekonomi bergerak. Agar bisa membayar pajak lebih sedikit, perlu berpikir untuk menjadi pengusaha besar, meskipun itu tidak mudah.

5. Orang kaya menciptakan uang.

Kalau ingin mejadi orang kaya harus memperlajari investasi. Dari investasi akan menciptakan uang lebih banyak lagi.

6. Bekerja untuk belajar, bukan bekerja untuk uang.

Ketika bekerja, anggap saja pekerjaan itu untuk memberikan pelajaran baru bukan semata-mata untuk uang. Bisa saja dari pekerjaan tersebut dikemudian hari menjadi bekal untuk membangun sebuah bisnis sendiri.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN