Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi Prospektus IPO

Ilustrasi Prospektus IPO

Tips Membaca Prospektus Sebelum Membeli Saham IPO

Frans S. Imung, Jumat, 14 Februari 2020 | 09:25 WIB

JAKARTA, investor.id - Dalam dua tahun terakhir, pencatatan saham baru atau initial public offering berlangsung sangat marak. Bahkan melebihi ekspektasi Bursa Efek IndonesiaNamun, untuk menjatuhkan pilihan pada saham baru, seorang investor, terutama investor pemula, perlu punya informasi untuk membuat pertimbangan. Karena itu, carilah informasi sebanyak-banyaknya mengenai keunggulan maupun kelemahan calon emiten yang hendak dibidik.

Salah satu sumber informasi paling valid dan direkomendasikan tentu saja Prospektus IPO. Melalui Propektus yang wajib diterbitkan calon emiten, seorang investor berkesempatan memperoleh informasi strategis tentang calon emiten. Sebelum resmi diterbitkan, Prospektus sudah melewati proses penilaian dan evaluasi oleh otoritas, dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan, sehingga memenuhi standar keterbukaan informasi yang dibutuhkan publik. Selain itu, berbagai Lembaga Penunjang serta Profesi Penunjang Pasar Modal ikut bertanggung jawab mengungkapkan fakta tentang perusahaan secara jelas dan dijabarkan dengan bahasa yang mudah dipahami melalui Prospektus.

Ada sejumlah poin penting dan strategis yang bisa diperoleh investor dari Prospektus. Pertama, informasi tantang jenis usaha atau lini bisnis yang digeluti calon investor. Dengan informasi ini, seorang investor bisa mengkalkulasi kekuatan perusahaan, prospeknya dalam jangka panjang serta risiko-risiko yang harus dihadapi sebuah perusahaan. Misalnya perusahaan yang bergerak di sektor consumer goods relatif tidak terlalu terdampak penurunan daya beli karena orang tetap butuh makan. Sedangkan saham komoditas tambang relatif rentan terhadap penurunan harga bahan tambang di pasar internasional.

Kedua, dengan membaca Prospektus investor bisa mencermati kondisi keuangan perusahaan, baik menjelang IPO maupun kondisi beberapa tahun terakhir sebelum IPO. Jika kondisi fundamental perusahaan tersebut baik dan ditunjang prospek yang baik bagi investasi, investor bisa menjatuhkan pilihan di pasar perdana. Poin tentang prospek sangat penting karena menyangkut keberlangsungan usaha dalam jangka panjang, sebab membeli saham tergolong dalam investasi jangka panjang.

Ketiga, gambaran tentang prospek perusahaan pada masa yang akan datang. Kegiatan dan prospek usaha ini biasanya dibuat dalam bagian tersendiri yang terdiri dari aspek produksi, penjualan, pemasaran dan distribusi dari produk maupun jasa yang dihasilkan, strategi usaha, kompetisi dan persaingan, prospek usaha, serta penelitian dan pengembangan yang dilakukan.

Keempat, rencana bisnis jangka panjang. Prospektus juga menyajikan infomasi seputar rencana bisnis pasca IPO. Tujuan go public atau rencana penggunaan dana setelah IPO biasanya dibuat pada bagian khusus yang isinya tentang rencana kegiatan. Dana yang dimobilisasi dari masyarakat harus dipertanggungjawabkan melalui penggunaan secara cermat untuk pengembangan usaha maupun menyelesaikan beban kewajiban di masa lampau. Setelah IPO bahkan emiten masih punya kewajiban melaporkan penggunaan dana IPO pada publik.

Kelima, informasi seputar jumlah saham yang ditawarkan. Jumlah saham yang ditawarkan punya kaitan erat dengan besaran modal yang disetor, yang berpeluang dimiliki publik lewat porsi saham yang ditawarkan. Lazimnya informasi soal jumlah saham yang ditawarkan ini terdapat pada bagian tengah dari halaman depan prospektus.

Keenam, informasi tentang nilai nominal serta harga penawaran saham. Nilai nominal saham merupakan nilai yang tercantum dalam sertifikat saham. Nilai nominal saham berbeda dengan harga saham, karena harga merupakan nilai yang terbentuk di pasar karena permintanan dan penawaran. Harga saham sama dengan harga penawaran. Informasi mengenai nilai nominal dan harga penawaran setiap saham juga tercantum pada bagian tengah dari halaman depan prospektus saham, sama dengan letak informasi mengenai jumlah saham yang di tawarkan.

Ketuju, informasi seputar kebijakan dividen. Ini berkaitan dengan peluang keuntungan bisa diraih investor setelah memiliki saham perusahaan. Biasanya disampaikan informasi mengenai bagaimana cara membagikan dividen dan jumlah presentasi dividen tunai yang direncanakan.

Terakhir, yang tak kalah penting adalah informasi soal agen penjual, tempat investor bisa mengajukan penawaran untuk mendapatkan saham IPO. Agen penjual saham merupakan perusahaan efek yang ditunjuk oleh penjamin emisi menjadi channel distribusi saham bagi yang berminat. Jangan lupa untuk memperhatikan masa penawaran saham, pengembalian dana apabila ada kelebihan permintaan, serta tanggal pencatatan saham.

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA