Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ciri-ciri penipuan Fintech/IST

Ciri-ciri penipuan Fintech/IST

Waspadai Penipuan Berkedok Pinjol

Listyorini, Rabu, 24 Juli 2019 | 11:32 WIB

Jakarta – Ibu Atun seringkali mendapat pesan masuk ke telepon genggamnya yang menawarkan pinjaman online (pinjol) dengan syarat sangat mudah. Namun, banyaknya pemberitaan terkait penipuan pinjol membuat ia takut, meski butuh uang dengan cara cepat.

Perkembangan teknologi keuangan (fintech) memicu maraknya pembiayaan berbasis Peer to Peer (P2P) lending. Aplikasi ini sebenarnya bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan uang cepat dan mudah, tetapi banyak oknum yang tidak bertanggungjawab menyalahgunakannya, yakni melakukan penipuan berkedok pinjol.

Sudah banyak korban yang tertipu oleh pinjol. Agar tidak menjadi korban, kenali ciri-ciri penipuan berkedok P2P lending. Mengutip dari laman Otoritas Jasa Keuangan (OJK), berikut ciri cirinya:

1.    Kreditor (pemberi pinjaman) terkesan mengejar-ngejar atau memaksa

Pihak peminjam (kreditor) biasanya sangat antusias menawarkan dana peminjam. Ada juga yang memakai trik lain seperti bersikap wajar saat peminjam menanyakan informasi, namun saat follow up  mulai merayu dengan berbagai bonus dan fasilitas yang berlebihan dan cenderung tidak masuk akal

2.    Informasi P2P Lending tidak jelas (email, website, alamat)

Perhatikan informasi yang terdapat di website perusahaan, bila ada hal-hal yang mencurigakan harus diwaspadai. Perhatikan pula alamat email yang digunakan perusahaan. Apabila menggunakan email pribadi dan bukan email resmi perusahaan patut diwaspadai. Selain itu, perlu juga diperiksa alamat perusahaan,  jangan sampai  alamatnya palsu.

3.    Persyaratan terlalu mudah

Syarat melakukan P2P Lending memang lebih mudah dibanding peminjaman konvensional. Salah satu hal yang dilakukan oleh oknum adalah mengabaikan histori kredit penerima pinjaman sehingga terkesan mudah dan cepat, padahal hal ini merupakan salah satu syarat penting apakah seorang calon penerima pinjaman layak menerima pinjaman atau tidak.

4.    Meminta uang muka

Perlu diwaspadai apabila pinjol meminta dana yang cukup besar (lebih dari satu juta rupiah) dengan alasan untuk mempermudah proses administrasi. Bisa saja ini merupakan motif penipuan. 

5.    Meminta informasi pribadi secara berlebihan

Waspadai apabila perusahaan menanyakan hal-hal yang bersifat privasi seperti pin atau password rekening bank. Pada umumnya informasi yang dibutuhkan adalah nama, alamat e-mail, nomor KTP, dan nomor telepon.

6.    Teliti saat menginstall aplikasi pinjaman online

Perlu jeli saat menginstall aplikasi, seperti pada bagian permission hal apa saja yang disetujui aplikasi cari tahu dari handphone. Bentuk permission seperti mengecek kontak di handphone, riwayat panggilan dan sms kita seharusnya tidak perlu disetujui.

7. Terdaftar di OJK

Cek terlebih dahulu apakah pinjol l yang dipilih telah terdaftar dan mendapatkan izin usaha dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).  OJK sebagai pengawas jasa keuangan telah menerbitkan aturan bagi perusahaan yang bergerak dibidang FinTech yang tertuang didalam POJK No.77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi (LPMUBTI). Cek daftar perusahaannya disini https://sikapiuangmu.ojk.go.id/FrontEnd/CMS/Article/10460 atau https://www.ojk.go.id/id/berita-dan-kegiatan/publikasi/Pages/Penyelenggara-Fintech-Terdaftar-di-OJK-per-Agustus-2018.aspx  . (ls)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN