Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

RI Duduki Peringkat Dua Indeks Kepercayaan Konsumen

Jumat, 6 Februari 2015 | 07:18 WIB
ah (redaksi@investor.id)

JAKARTA- Indonesia menduduki peringkat kedua pada Indeks Kepercayaan Konsumen bersama dengan Filipina dengan skor 120 berdasarkan hasil riset Nielsen Global Survey pada Q4/2014.

"Walaupun pada kuartal ke-4 ada penurunan harga BBM, namun secara umum tingkat keyakinan konsumen di Indonesia relatif tetap stabil," kata Managing Director Nielsen Indonesia Agus Nurudin di Jakarta, Kamis.

Jika dibandingkan dengan Filipina, Indonesia mengalami penurunan lima poin dari Q3 2014, sedangkan Filipina mengalami peningkatan lima poin dibandingkan kuartal sebelumnya.

Agus berpendapat, penurunan indeks kepercayaan konsumen di Indonesia mengalami penurunan akibat adanya kekhawatiran pada perubahan harga BBM, persis seperti yang terjadi pada Q3 2013 lalu.

Kekhawatiran tersebut sangat beralasan karena biasanya kenaikan harga BBM berdampak pada tarif transportasi dan harga barang-barang konsumsi, dan meluas mempengaruhi situasi ekonomi, katanya.

"Ciri khas masyarakat Indonesia cepat terguncang jika terjadi perubahan pada bidang ekonomi atau sektor vital, tapi pemulihannya pun juga cepat. Itu sebabnya tingkat optimisme Indonesia stabil," katanya menjelaskan.

Selain itu, delapan dari 10 konsumen Indonesia juga optimis dengan kondisi keuangan personal akan tetap stabil dan membaik dalam 12 bulan ke depan.

Namun jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, Q4 merupakan yang terendah yaitu 80 persen, sedangkan Q1 83 persen, Q2 85 persen, Q3 85 persen, jelasnya.

Riset yang diambil dari 502 responden di seluruh Indonesia tersebut berfokus pada sentimen konsumen dan kepercayaan ekonomi, pola pengeluaran dan tabungan, serta perhatian utama dan kebiasaan belanja.

"Dari riset ini kita bisa tahu seberapa besar kepercayaan konsumen terhadap sektor ekonomi atau finansial. Termasuk melihat bagaimana respon dan perkiraan perilaku masyarakat ketika menghadapi situasi ekonomi yang berubah," katanya.(ant/hrb)

Editor : herry barus (herrybarus@yahoo.com.au)

BAGIKAN