Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Kuartal I-2015, BI Perkirakan CAD 1,6%PDB

Senin, 20 April 2015 | 09:20 WIB
Oleh Margye J Waisapy

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) memperkirakan, neraca transaksi berjalan (current account deficit/CAD) kuartal I-2015 sekitar 1,6% dari produk domestik bruto (PDB). Angka tersebut lebih rendah dari yang diprediksikan otoritas moneter itu sebelumnya di level 2,8-3%.


CAD yang berada pada level rendah disebabkan oleh adanya surplus neraca perdagangan pada tiga bulan pertama 2015 yang mencapai US$ 2,43 miliar. Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Moneter BI Juda Agung mengatakan, perbaikan pada neraca perdagangan, khususnya di Maret 2015 dengan impor yang melambat, terus menekan CAD kuartal I.


Adapun neraca perdagangan pada Maret 2015 mengalami surplus sebesar US$ 1,13 miliar. Dengan ekspor mencapai US$ 13,71 miliar dan impor sebesar US$ 12,58 miliar. “CAD sekitar 1,6%, lebih rendah dari perkiraan. Karena Maret surplusnya (neraca perdagangan) bagus,” ungkap Juda di komplek BI, Jakarta, Jumat (17/4).


Selain perbaikan pada neraca perdagangan, Juda menambahkan, adanya perbaikan pada neraca pendapatan turut mendorong CAD yang cukup rendah. Bila dibandingkan dengan periode yang sama 2014, neraca transaksi berjalan tercatat defisit US$ 4,15 miliar atau 1,97% dari PDB.


Untuk kuartal II mendatang, lanjut Juda, secara seasonal akan mencapai level lebih tinggi dari kuartal sebelumnya. Hal ini pun akan didorong oleh proyek-proyek pembangunan pemerintah yang mulai berjalan sehingga mendorong impor dan terus berdampak pada neraca perdagangan.


Sedangkan pada kuartal III, menurut Juda, CAD akan kembali pada level yang lebih baik. Hingga akhir 2015, BI masih optimistis CAD diperkirakan masih sekitar 3%. “Proyek mulai jalan, transfer income luar negerinya di Juni. Dividen payment. Seasonal-nya begitu, akan lebih tinggi. Dan kuartal III lebih baik,” katanya.


Ekonom Samuel Asset Manajement Lana Soelistianingsih mengatakan, kondisi kuartal I-2015 tidak perlu dikhawatirkan karena relatif lebih rendah. Namun, yang perlu dikhawatirkan yakni kondisi kuartal II yang akan lebih tinggi dari 2%.


“Saya setuju dengan perkiraan BI, biasanya kuartal I tekanannya tidak seberat di kuartal II. 2014 itu neraca perdagangan mengalami defisit, itu transaksi berjalan masih defisit 1,87% dari PDB. Jadi kalau kuartal I-2015 ini surplus, jadi potensi ke 1,6% itu besar,” ujar Lana ketika dihubungi Investor Daily di Jakarta, Minggu (19/4).


Senada dengan BI, Lana menuturkan, kuartal II akan terdorong lebih tinggi dari kuartal I. Karena adanya tekanan dari neraca pendapatan akibat repatriasi dan adanya impor untuk kebutuhan pembangunan proyek. Ada kemungkinan transaski berjalan mengalami defisit pada level 4%, seperti periode yang sama 2014 yang mencapai 4,27%. Namun, jika surplus neraca perdagangan berlanjut pada kuartal II akan mendorong ke arah 2%.


“Untuk kuartal II, neraca transaksi berjalan bisa balik ke defisit 4%. Tapi kalau neraca dagang surplus sampai kuartal II akan bisa ke 2% (CAD). Sedangkan potensi sampai akhir tahun bisa 3-3,3%,” ujar Lana. (ID)

Editor : Juang N Hutagalung (juang.natigor@investor.co.id)

BAGIKAN